Tuesday, 10 April 2018

#Euroneymoon - Halo, Belgia!

Bau Pipis:

Setelah gedabrukan pagi-pagi di hotel perkara kesiangan padahal harus packing dan check out, meski masih ngumpulin nyawa, kami buru-buru naik ke Metro dengan tujuan pick up point Eurolines. Berhubung kudu transit tapi bingung liat map-nya, Roy berinisiatif nanya ke petugas Metro di Help Desk stasiun.

Yang bikin gue syok berat, baru juga bilang excuse me, seorang wanita paruh baya berkulit gelap yang duduk di sisi kanan counter Help Desk itu langsung pasang tampang judes, kemudian nunjuk temen di sisi kirinya sambil bilang, "Sorry, can't help."

WTH?

Roy langsung berpaling pada bapak-bapak yang duduk di sisi kiri, meski disambut dengan muka risih, hembusan nafas, dan nada malas, "What do you want?".

Sementara Roy berusaha nangkep apa yang dijelasin si bapak, gue mati-matian nata mood yang udah berantakan gara-gara tanggepan yang warbyasak 'ramah'nya. Ternyata rumor bahwa orang Paris galak-galak tuh bener, yha. Dua hari kemaren mah ya tentu nggak kerasa, wong di Disney Parks. Cast member di sono kan ditatar.

Hari ini baru deh, welcome to the jungle, briosis! Inilah Paris yang sesungguhnya! Kemaren itu baru free trial. *menatap cemas hatiku yang selembek tahu*

Untung suamiku itu nampaknya nggak terlalu musingin. Mukanya emang rada asem, tapi lima menit kemudian, ketika kami akhirnya berhasil naik metro yang bener menuju ke pick up point Eurolines, anaknya udah langsung ceria lagi. Hamdalaaah.

Sampe di sana, kami langsung ngurus tetek bengek administrasi seperti check in, tuker tiket, dan nempelin identitas pengenal di koper. Begitu kelar, baru deh, ngelurusin kaki sambil duduk di ruang tunggu, sementara bus yang akan membawa kami ke Belgia lagi dibersihin.

Jangan dipikir ruang tunggunya bagus, ya. Persis halte Senen, kak. Mana di basement yang bau pipis, pula. Jiwa prinsesku langsung ingin merepet, tapi atut merusak mood mas suami ugha, jadi ya cuma bisa manyun aja.

Ketika udah dipersilakan masuk ke bus, dengan hati riang gembira gue naik, lega akhirnya idung ini terbebas dari bau pesing. Yuk ah, kita cus ke Belgia!

Orang Pipis:

Sekitar tiga jam kemudian, hamdalah kami sampe dengan selamat sentosa, regardless gaya nyetir bapak driver yang bikin pusing kepala. Turun dari bus, kami langsung menuju ke stasiun terdekat, dengan rencana makan siang, abis itu baru ke hostel untuk check in.

Lagi santai jalan sambil geret koper di pelataran stasiun, tiba-tiba gue mendapati air mengalir di depan gue. Refleks nge-rem, dong. Kemudian menelusuri sumber air di lantai yang harusnya kering itu.

Udahannya langsung nyesyeeel, karena terekam sudah selamanya di otak gue, gambaran seorang wanita paruh baya, yang dengan santainya pipis di belakang sebuah bangku di pelataran stasiun. Sambil ngobrol, pulak! Nampaknya bomat meski diliatin orang-orang yang lalu lalang.

Gue sampe membeku untuk beberapa saat, sebelum akhirnya Roy bilang, "Udah angkat aja kopernya, buruan."

Kemudian kami ngibrit pergi :))

Bagaimanakah aku harus makan sehabis menyaksikan kejadian ini dengan mata kepala sendiri? Huft.

Kelar makan siang kilat di Quick (yang Puji Tuhan masih ketelen), kami muterin stasiun untuk nyari platform kereta menuju ke hotel. Etapi, udah keliling-keliling tiga kali, kok nggak ada, ya?

Nanya help desk, meski kali ini nggak dijudesin, tapi jawabannya nggak membantu. Dalam pencarian itu, eh papasan (lagi) sama orang pipis sembarangan di tembok. Kejadian sekali lagi gue dapet pispot, nih kayaknya.

Ternyata akar masalahnya adalah tanda panah, sodara-sodara. Begitu ngeliat tanda panah lurus ke atas di signage yang tergantung satu meter sebelum eskalator, ya tentu asumsi gue adalah kami di suruh lurus. Mana tau maksudnya adalah lurus satu meter, trus turun pake eskalator.

Kalo gitu kudunya tanda panah lurus ke bawah, nggak sih?

Manneken Pis:

Sampe hostel, kami check in, kemudian rehat sebentar sebelum jalan lagi. Agenda hari ini cuma dua, Grand Palace dan Manneken Pis, yang keduanya within walking distance dari hostel kami.

Entah kenapa, gue sukaaa banget sama atmosfer di tengah kota Belgia. Tenang dan laid back, tapi nggak dingin dan 'mati'. Rasanya jadi rileks aja gitu, strolling around such a slow-pace city.

Mana bangunannya cakep-cakep. Duh, aku betaaah.




Di Grand Palace, pas lagi asik foto-foto, tiba-tiba hp gue meluncur bebas dari kantong jaketnya Roy dan sukses mendarat dengan keras di bebatuan. Hasilnya, retakan yang cukup heboh langsung menghiasi layar.


Anaknya syok, abis itu langsung ngambek berat. Cicilannya bahkan belom lunas, masa udah pecah aja?

Baru baean dan mau ngomong lagi sama mas Suami setelah diancem, "Aku tinggal di sini nih ya?". Idih, jahaaat! Bukannya nawarin Note 8, malah galak :(

Dari Grand Palace, sambil makan waffle, kami jalan menuju ke Manneken Pis, sebuah patung perunggu anak kecil lagi pipis yang adalah salah satu kunjungan wajib turis di Belgia. Katanya, patung ini melambangkan orang-orang Belgia yang penuh humor dan berpikiran terbuka.

Monmaap, hubungannya sama bocah pipis di mana yah?


Kami nggak lama-lama di Manneken Pis, karena yang bisa dipelototin betul-betul cuma patung ini aja. Dipagerin pula. Jadi kelar foto-foto, kami balik ke hotel.

Sempet mampir dulu belanja cemilan di mini market, dan take away makanan untuk dimakan di hotel. Semuanya jalan kaki, karena deket-deket. Score!

Sanking deketnya, malem-malem, kami mampir ke Grand Palace lagi dong. Masih dengan tujuan menikmati suasana meriah kota Belgia, di antara deretan bangunan klasik yang berjejer cantik. Kebetulan malem itu, anginnya nggak terlalu heboh, jadi prinses masih mau diajak jalan-jalan. Hihi.

langitnya kayak wallpaper yah?


Di perjalanan pulang, masih ngelewatin deretan kios yang juga cakep luar biasa, pula.


Despite all those pee related things that happened today, I really couldn't complain. *tarik selimut*

3 comments:

  1. Ih. Jorok bener sampe pipis di pinggir jalan, apa disono kaga ada toilet umum yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada kak, tapinya bayar, jadi yah yang gratis pipis di pinggir jalan >.<

      Delete
  2. wuih....sayang banget hp nya...
    http://www.cakapcakap.com/

    ReplyDelete