Saturday, 9 September 2017

Singapore Trip Feat Geng Hot In Cream - River Safari

Kelar makan KFC, rombongan kami masuk lagi ke River Safari, dengan menunjukan invisible stamp yang kami minta sebelum keluar. Berhubung gue dan Roy udah pernah ke mari dan anak-anak udah liat-liat sebagian besar exhibit sebelum kami dateng, we only did a quick recap sambil foto-foto.







Amazon River Quest adalah tujuan kami selanjutnya. Sebenernya, ini adalah satu-satunya alasan gue pingin balik lagi ke River Safari. Ceritanya, pas ke sini di tahun 2014, gue nggak kebagian boat ride ini, dikarenakan saat itu Sabtu, dan sialnya, River Safari rame bukan main. Berhubung boat ride ini limited slot, yang baru nongol jam 11 siang macem gue mah udah pasti nggak kebagian.

Nah, kemaren, surprisingly, rombongan adik gue masih dapet slot. Jatah tiket gue dan Roy pun udah aman di tangan, meski saat itu kami berdua masih dalam perjalanan. Gue langsung excited, karena pada dasarnya emang masih penasaran sejak 2014 itu. Pingin tau, kayak apa sih, boat ride-nya? Secara judulnya River Safari, mana lengkap kalo nggak naik perahu di sungai?


Meski bentuknya persis ruang tunggu wahana Istabon di Dufan, sekali lagi gue takjub, karena hampir nggak ada antrian. Wow, mejik. Padahal ini hari Sabtu lho. Kenapa sepi amat?

Nggak nyampe lima menit nunggu, kami udah duduk manis dalem perahu. Setelah memastikan we're good to go, boat kami mulai bergerak.


Menuju ke exhibit pertama, yakni Red Howler Monkey. Namun sayang, belom rejeki. Monyetnya lagi ngumpet entah di mana. Jadi nggak sempet sowan. Perahu bergerak menuju ke exhibit slanjutnya, yakni Leopard. Belum kelar ambil foto di mana sang macan tutul terlihat kurus dan nggak chubby, kami udah 'pindah' ke desa Falminggo. It was only two seconds, then we moved to Capybara. Begitu seterusnya.

Berhubung perjalanan ini menggunakan perahu yang terus bergerak dengan speed yang lumayan, sedangkan jarak exhibit-nya deket dan terkadang ada di kanan DAN di kiri sekaligus, kudu bener-bener gercep deh kalo mau ngambil foto. Buat yang skill motretnya pas-pasan macem gue sih... bhay. Either blur, angle-nya aneh, atau pose hewannya yang ajaib. Pokokke jelek, dan untuk keselamatan mata kita semua, gue tampilkan beberapa aja, ya.


look at dat ass

terpisah oleh jaring :(

Oh iya, sebagian besar exhibit yang ada di Amazon River Quest ini, hanya bisa diliat dengan cara naik perahu. Jadi, kalo nggak kebagian boat ride, biasanya si mbak di loket depan akan ngasih tau, bahwa ada sekitar 20% exhibit yang nggak bisa dijajaki. Makanya, nggak lengkap kan rasanya kalo kelewatan.

Anyway, the quest it self, sebenernya b aja sih. Nggak wah-wah amat juga, apalagi mengingat durasinya yang super pendek. Satu-satunya poin plus-nya menurut gue hanya unik-nya. Biasanya kan, sight seeing di kebon binatang di daratan, tuh. Nah ini di aer. Instead of bus or car, it's a boat.

Tapi sisanya? Ya b aja.

Kalo dapet tiketnya dan ada waktunya, ya kenapa enggak? Monggo dicoba biar tau juga. Tapi kalopun enggak, River Safari has so much to offer other than the Amazon River Quest kok. So don't worry ;)

Dari sana, kami melanjutkan perjalanan ke Open Ocean-nya River Safari. Sebuah akuarium air tawar besar, yang mengambil setting Amazon Flooded Forest. Also, my favorite exhibit at River Safari.



Dugong adalah penghuni utama akuarium besar ini. Jumlahnya cukup banyak, meski ada jenis ikan-ikan lain yang juga tinggal di sini. Gue seneng banget duduk lama sambil ngeliatin akuarium super besar kayak begini. Entah kenapa bawaannya damai nan tentram.

The only minus point I realize adalah... aernya kok butek ya? LOL.

Maaf ya, I really can't help it. Yang punya SEA bening bener deh, soale. Coba atuh, minta dibisikin apa rahasianya :p


Dari Amazon Flooded Forest, kami masih sempet take a quick look ke kolam Sting Ray dan Beaver, sebelum akhirnya menuju pintu keluar. Hla kenapa kok buru-buru amat? Soale masih ada perjalanan panjang menuju Jurong, nih. To our very next stop, Singapore Science Center.

No comments:

Post a Comment