Friday, 11 August 2017

Nude Wear Series by Physician Formula (Review)

Untuk yang rajin liat stories gue di IG (dih, siapaaa?), pasti inget, minggu lalu, gue heboh unboxing concealer dan foundation Physician Formula yang baru mendarat ke pangkuan, fresh dari yu es e. Gara-gara 'nyampah' di stories, banyak (I mean, 4 orang doang sih, ciyan) yang DM nanya seputar produk yang gue beli, dengan request untuk review yang lebih panjang di blog.

Berhubung aku anaknya ibu peri baik hati, plus centil bin ge-er, maka dengan segenap niat dan usaha, ditulislah postingan ini. Semoga membantu kalo ada yang penasaran ya.

Mari kita mulai dengan sedikit bekgron. Untuk yang belum familiar, Physician Formula adalah merk drug store US. Seperti umumnya kosmetik drug store, harganya sangat bersahabat dengan kantong. Namun, harga murah bukan berarti kualitasnya asal-asalan lho. Beberapa produknya malah jadi favorit beberapa beauty vlogger kondang seperti Tati dan Kathleen Lights. Nah, gue juga tau merk ini gegara subscribe youtube channel keduanya.

Awalnya, gue penasaran, karena kok kayaknya merk-nya asing di kuping. Mana nggak banyak pula olshop yang jual brand ini. Kalopun ada, (seperti di belanjamimo.com), jenis produk yang dijual terbatas banget, alias nggak banyak.

Berhubung pingin tau, main-main lah gue ke website resmi-nya. Begitu terpampang di layar laptop, hatiku langsung cerah ceria ngeliat produk-produknya yang colorful nan cancik.


Dasar gue emang sucker for beautiful packaging ya, langsung deh, jatuh hati. Terutama pada seri Nude Wear, yang didominasi dengan warna rose gold.

Kebetulan, ada temennya mas suami yang mau balik ke Indonesia, dan nawarin mau nitip apa. Dengan malu-malu kucing, gue minta tolong beliin beberapa item dari seri Nude Wear indang. Tepatnya blush on, foundation, dan concealer. Tentu ini nggak semua ya, secara aku bakal dimakan idup-idup sama Roy kalo ngejebol tabungan demi peralatan lenong.

Long story short, barangnya akhirnya sampe, dan langsung dicoba, sambil berharap kualitas produknya se-cihuy packaging-nya.

Physician Formula - Nude Wear Glowing Nude Foundation


The foundie itself comes with a pump bottle (yaay!) and pretty dense brush. Awalnya gue kira brush-nya bakalan asal gitu, soalnya kayaknya cuma complimentary item. Surprisingly, kualitasnya lumayan lho. Bulunya padat dan haluuus pas kena kulit.

Ada lima shade yang bisa dipilih; Light, Light/Medium, Fair, Ivory, dan Natural Beige. Gue pilih yang Light, karena waktu gue pesen, hanya ada dua shade yang tersedia, Light atau Light/Medium. So I went for the brighter one.

Oh ya, pas lagi unboxing, gue baru sadar, seluruh produk PF yang gue punya ternyata berlabel paraben free dan fragrance free. Meski gue bukan termasuk dalam golongan anti paraben dan pewangi dalam kandungan make up, it still is another bonus points. Me likey.

Coverage-nya light to medium, jadi masih enak banget untuk dipake sehari-hari, karena nggak rasanya nggak 'berat'. Cukup pigmented kalo buat gue, meski teksturnya nggak kentel banget. Lumayan mudah di-blend, baik pake beauty blender maupun kuasnya.

Untuk pemilik kulit kering kayak gue, staying powder-nya termasuk oke. Tahan lebih kurang 6 jam, sebelum akhirnya sedikit berminyak di sekitar T zone.

Overall, cukup oke kan yah, untuk produk dengan harga US$14,95?

Physician Formula - Touch of Glow



Seperti dikutip dari website-nya, this is all-in-one miracle tool: concealer, highlighter, and touch-up tool. Satu produk, tiga fungsi. Mejik ya.

Nonetheless, sebenernya, gue kurang suka sama produk all-in-one begini. Soalnya yang udah-udah, biasanya, instead of great in everything they claim, malah jatohnya semua average. Jadi akhirnya nanggung. Dibilang concealer enggak, highlighter ya so so, touch-up tool tapi kok ya meragukan kemampuannya.

Namun, analisa maha sotoy gue akhirnya kalah suara. Setelah ditimbang-timbang dengan matang, dibeli jugalah itu concealer slash highlighter slash touch-up tool slash miracle worker. Kenapa? Karena at the end of the day, gue merasa foundation-nya bakalan sedih kalo sendirian tanpa pasangannya. It never chase to amaze, how shallow I can be...

Anyway, aplikatornya berbentuk flow-thru, persis dengan Magic Lumi Concealer-nya L'Oreal yang kondang itchu.

Sebenernya, kalo dikategorikan, gue termasuk ke dalam kelompok spot concealer user saja. Berhubung jarang banget conceal under eye, biasanya, main function yang gue butuhkan dari concealer hanya ability untuk nutupin bekas jerawat.

Nah, FYI, biasanya, concealer dengan flow-thru applicator begini, bagusnya justru untuk under eye concealer. Mana katanya highlighter juga, jadi naga-naganya semi shimmer. Yaudah deh, gue udah nggak ngarep apa-apa. Untung kamu cakep tenan ya, jadi terancam ndak kepake aja aku rapopo :')

Begitu dicoba, bener aja, si cantik ini kurang efektif untuk nutupin spot-spot tak sedap di wajah. Tapi, sebagai under eye concealer, menurut gue doi lumayan 'berhasil'. Meski nggak luar biasa juga, sih. Paling enggak, masih okelah untuk baking under eye dan nggak creasing. Hamdalah, anaknya udah lumayan terhibur. At least nggak fail-fail amat.

Meski setelah dipikir-pikir lagi, untuk harga US$12,95, kayaknya agak nggak worth it yaaa. Tapi again, cakepnya emang mana tahan, sih. *diulang*

-

Nge-review dua macem aja bertele-tele beneeer ya. Postingannya sampe puanjang pisan. *elap peluh di jidat*

Okay, that's it, beauty fellow. Semoga membantu ya, buat yang penasaran :)

See you in the next review! *lah doyan*

2 comments:

  1. Aku termasuk yg ngeDM ya? Hahaha, iya itu cakep bener packagingnya sar, dan harganya masih terjangkau. Coba kayak charlotte tilbury, packaging cakep tp harganya ngga 😭

    Foundationnya kayaknya boleh nih dicoba, dan itu eye shadownya juga cakeppp 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahahaha iyaaa :P aku menepati janji nih :3

      I know riteee, parah cakep banget packagingnya yaaa. Luvv. Kalo make up aku jarang kak punya yang high end, soale kok ya sayang :))) Jadi senengnya drug store brand gini :P

      Ayok cobaiiiin, pasti suka deh <3

      Delete