Monday, 28 August 2017

Geng Hot In Cream - Casts & Characters

Total rombongan kami ada delapan orang. Kedelapannya adalah sepupu rasa siblings dari pihak bokap gue. Kami udah main bareng dari baru lahir, kumpul di rumah oma gue setiap minggu, bahkan sering liburan bareng, meski cuma ke Puncak atau Bandung.

So yeah, we're practically siblings yang beda rumah.

Nah, berhubung tak kenal maka tak sayang, maka biar akrab, yuk mari kenalan dulu dengan seluruh isi rombongan kami.

The Setiawan's



Sally (kanan): Ini diaaa, mahasiswi yang terpaksa bolos kuliah demi perjalanan ini. Hoahahaha. Anaknya cenderung agak tomboy dan mengusung gaya boyish. Makannya banyak bener (she literally INHALES everything), tapi badannya nggak pernah gemuk. Sungguh bentuk ketidakadilan yang haqiqi.

Lia (tengah): Anak SMA yang ternyata juga kembang sekolah. Supel dan kocak, tapi kalo bad mood lagi melanda, bisa jadi galak dan judes juga. Beda sama cicinya, Lia justru super girly. She loves anything pink, mandinya seabad karena kalo sabunan kayaknya diulang tujuh kali, dan ritual wajib tiap harinya adalah... lotion-an.

Davin (kiri): The youngest of his clan and also our group. Nggak cuma yang paling muda, tapi juga yang otaknya paling encer (bersaing ketat sama suamiku). Buat doi, peta dan nama jalan di Sing macem 1+1. Sekali dikasih tau, langsung apal. He loves fast food franchise so much, dan nggak ada bosennya sama Chicken Burger-nya Mekdi.

Rumornya, kalo Valentine, dapet coklat sampe selemari penuh, trus cici-cicinya yang pada ngabisin.

The Kurniawan's


Linda (kanan): Bukan cuma sepupu, tapi juga rekan kerja gue di FMB. Lulus kuliah dalam waktu 3,5 taon dan cumlaude. Nggak sampe situ aja, doi kuliah sambil kerja. Daaan sakses di keduanya. Sekarang udah resign dari kantornya yang lama dan bergabung jadi konsultan, sambil ngerintis OL shop yang omset per bulannya udah jutaan.

Meski kedengerannya luar biasa, doi justru yang paling sering jadi bahan bully rombongan kami. Abis gimana, pertanyaan dan pendapatnya kadang suka polos banget, sampe jatohnya kocak. Manalah anaknya penakut. Lengkap sudah.

Nike (kiri): Dibacanya Ni-Ke ya, bukan Nay-Ki. Itu mah sepatu. She is the third accountant (to be) dalam generasi kami, setelah gue dan cicinya. Saat ini masih kuliah, dan juga masih jomblo. #eaaa

Doi adalah gadis paling cerah, cerita, dan punya stok positive vibes segudang. Kedewasaannya melebihi anak seumurannya, tapi mukanya justru masih kayak anak SMA. Curang, ya?

The Lukman's


Owen: Adik sematawayang kesayanganku. Anaknya serba gampil. Makannya gampil, tidurnya gampil, sampe diajak jalan ke mana juga gampil. Hayuk aja. Asal jangan sampe dia cranky. Buyar deh udah, soalnya bad mood-nya bakal nular ke mana mana.

Currently working at construction firm, jadi doi salah satu yang kudu cuti demi trip ini.

(and of korz, yours truly) The Saputra's


Roy: My one and only hubby yang juga berprofesi sebagai bapak tour leader kami. Doyan makan, selalu ngantuk, dan paling cepet pegel. Ketara lah ya, dari postur dan umur :p

Sarah: Udah ikrib lah ya kalo yang satu ini. Paling bawel, riweh sama apa aja, dan paling picky urusan jodoh makan.

-

Seperti yang udah pernah gue ceritain di sini, selain gue dan Roy, the rest of the group udah di Singapore dari hari Jumat. Agenda hari pertama adalah Merlion dan Gardens by the Bay. Puji Tuhan, semuanya kecentang tanpa ada rintangan berarti. Kata Owen, sempet bingung-bingung jalannya, tapi nggak sampe nyasar. Jadi, boleh diitung sukses lah yaaa.

Nah besoknya, baru deh, gue dan Roy bergabung. Langsung nyusul mereka di River Safari. Berhubung nggak sempet naro tas di hotel dulu, Roy udah wanti-wanti gue untuk bawa yang perlu aja. We have to travel light. Kalo bawaannya berat, bakalan pegel banget, karena masih jauh ke malem sampe ransel akhirnya bisa turun dari pundak.

Nel ugha. *batal masukin catokan ke tas*

Mendarat di Changi, kami langsung naik MRT, kemudian nyambung naik bus. Berhubung agak jauh, perjalanan ini makan waktu luama banget. Hampir dua jam, kurang lebih. Walhasil, pas sampe, udah waktunya makan siang. Gue print tiket lewat e-kiosk, masuk untuk ketemu anak-anak, lalu keluar lagi karena ternyata pada laper dan mau makan di KFC.

Perut kenyang, baru deh, siap melanjutkan perjalanan. Halo, River Safari!

No comments:

Post a Comment