Tuesday, 27 June 2017

Books (for) Life

Selain menulis, membaca adalah salah satu hobi yang masih gue tekuni hingga saat ini. Sesibuk apapun, gue selalu menyempatkan diri untuk 'rekreasi' dan mengistirahatkan otak sejenak dengan masuk ke dalam buku. Berhubung konteksnya rekreasi, tentu bacaan yang gue pilih menjurus ringan dan menyenangkan, seperti novel dan komik. Kedua jenis buku ini selalu jadi andalan untuk membunuh waktu, menutup hari, atau bahkan menemani perjalanan di kabin pesawat.

Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin kecilnya handbag, medium baca gue, pelan-pelan mulai bergeser. Sekarang, bentuknya nggak lagi melulu buku. Bacaan bisa dari blog (dimana ada koneksi internet), e-book (yang bisa dengan mudah gue akses dari gadget), atau webtoon (toonderella mana suaranyaaaa).


Bukan, ini bukan karena gue mau sok-sok kekinian dan up to date sama jaman yaaa. Gue sih, sebenernya, sangat cinta dengan buku fisik. Masalahnya, 8-10 jam waktu gue melek dan beraktifitas, gue habiskan di luar rumah. Either di kantor, atau di public transportation. Di kantor, tentu gue kerja ya. Kalo malah rekreasi, ya dipecat dong aku nanti. Nah, di jalan pulang, baru deh gue punya waktu untuk dibunuh. Sekedar nemenin nunggu bus Transjakarta, ngantri Commuterline, di dalam taksi atau di atas ojek online.

Slot waktu inilah yang biasanya gue gunakan untuk membaca.

Karena kondisinya, gue merasa bacaan yang bisa diakses dari smart phone adalah pilihan yang paling praktis. Praktis di sini, dalam arti, tetep bisa dilakukan sambil berdiri dan bergelantungan di antara padatnya kerumunan. Another plus, 'medium'-nya bisa langsung masuk kantong kalo gue musti segera pindah atau turun.

Kalo blog dan webtoon mah gampang ya, secara fasilitatornya kan udah ada, dan sifatnya yang free. Novel ini yang agak pe-er. Masalahnya, setau gue, di Indonesia, masih sedikit banget yang menjual e-book di luar Google Playstore. Gondoknya lagi, kadang harganya mirip-mirip sama buku fisik. Jadi emang kerasanya rugi, kalo beli yang e-book version.

Ehtapi, worry no more!

Sekarang, ada yang namanya Bookslife.co, nih. Sebuah platform yang menjual berbagai jenis e-book, dengan harga yang affordable banget. Uniknya lagi, semua buku yang dijual di Bookslife, sifatnya bisa dibeli langsung sebuku, maupun per part. Satu buku umumnya dibagi menjadi 4-6 part, dan satu part-nya cukup merogoh kocek Rp 5.000,- saja.

Mekanisme ini menurut gue sangat menguntungkan konsumen, sih. Menghindari gondok karena buku yang bahkan nggak-sanggup-diselesaiin, tapi udah terlanjur beli. Kalo di Bookslife, beli aja satu part dulu. Misalnya bukunya bagus, ya tinggal beli part selanjutnya, tapi kalo bukunya jelek, ya ruginya cuma goceng. Nggak sebel-sebel amat lah :D

Well anyway, kembali ke e-book, buat gue, segala bacaan yang bisa diakses via smartphone berjasa sangat besar dalam memelihara kewarasan gue dalam menghadapi macetnya Jakarta yang gila ini. Meski sensasi baca buku fisik tetep nggak bisa digantikan, gue merasa sangat terbantu di banyak kesempatan dengan adanya e-book. Praktis, nggak makan tempat, udah gitu ramah (di kantong, pun) lingkungan, lagi.

E-book for lyfeee!

PS: Kangen sama Trave(love)ing? Sekarang, sudah bisa dibeli di Bookslife.co, lhooo. Yuk, ah.

2 comments:

  1. Eh, di Bookslife metode pembelian bukunya gimana, Sar? Kalau mesti pakai credit card agak repot, soalnnya nggak punya. Kalau bisa bayar pulsa, bolehlah. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sementara ini baru pake e-wallet sih. Semoga ke depannya opsinya diperluas yaa :D

      Delete