Wednesday, 3 May 2017

Shanghai - Oriental Pearl Tower

Hari terakhir kami di Shanghai, sebelum sore nanti bertolak ke tanah air. Meski sampenya masih besokannya sih, secara transit semaleman dulu di Malaysia. Hehe.

Tujuan kami hari ini adalah Oriental Pearl Tower, salah satu objek wisata yang cukup populer di Shanghai. Bangunan tertinggi kelima di dunia ini juga merupakan tempat paling pas buat liat Manhattan of Asia dari ketinggian.

Setelah beli tiket, layaknya turis yang haus bahan postingan instagram, kami langsung keluarin kamera dan foto-foto sebentar di pelataran.


Kelar foto, langsung ngacir masuk ke dalem dan diarahkan menuju lift yang akan membawa kami naik menuju puncak gemilang cahaya. Saat pintu lift terbuka, tibalah kami di observation deck. Berhubung sebelumnya udah pernah ke sini, gue paham betul, lebih seru ke sightseeing floor, yang posisinya persis satu lantai di bawah observation deck. Jadilah kami turun dulu.

Sightseeing floor ini sejenis balkon yang terbuat dari kaca. Sanking bablasnya, lantainya dari kaca juga! FYI, ini tingginya khan maen lho...

senyum bentar, abis itu langsung mengkeret lagi pas liat ke bawah...

mobil aja cuma segede semut :(

Meski pusing tujuh keliling dan jantung cenat cenut, it was total fun. Pemandangannya cuakep pisan, anginnya semeriwing, ditambah buanyak banget bule-bule kece berkeliaran. Definitely my second fave place in Shanghai... of course after its Disney resort.

Dari sightseeing floor, kami naik sebentar ke observation desk, nyobain teropong, jalan-jalan, lalu beli fridge magnet yang maharani untuk oleh-oleh. Dompetku langsung nangis. Tapi yaudahlah ya, hari terakhir, mari kita kuras hingga tetes terakhir! *dikemplang*


Selanjutnya, lift membawa kami turun ke bagian tengah gedung, di mana sebuah exhibition dengan tema Science Fantasy City menunggu kami. Awalnya, gue sempet was-was ketika kami kudu masuk ke sebuah lorong gelap, yang cuma diterangi lampu-lampu kecil berbentuk tirai. Takut tiba-tiba ada pocong yang cilukba. Mana depan belakang semua muda mudi kasmaran, lagi. Nggak di Jakarta nggak di sini, demen amat sih pacaran gelap-gelap? Ntar dibisikin syaiton loh...

Penghujung lorong tersebut ternyata adalah sebuah teater besar dengan travelator di bagian tengahnya. Bayangin travelator di Sea World, lalu, ganti akuarium di salah satu sisi dengan sebuah layar besar yang cekung. Kira-kira kayak begitu.

keren banget ya?

Layar tersebut memutar sebuah clip berdurasi sekitar 5 menit, yang mempertontonkan teknologi di masa depan. Mobil terbang, rumah kapsul, mesin-mesin industri yang canggih. Sambil berdiri di atas travelator yang berjalan, kami diperbolehkan 'ngintip' isi kepala dari para inventor untuk kemajuan peradaban di waktu yang akan datang. Delivery-nya pun niat betul. Teater ini (dan segala efek di dalamnya) bener-bener nggak ada duanya. Sungguh pengalaman tak terlupakan.

Dari sana, kami menuju ke mini hall. Gue langsung excited nyamperin satu persatu interactive exhibit dari Science Fantasy City. Exhibit ini merupakan gambaran kehidupan sehari-hari, jauh di masa depan nanti. Mesin-mesin yang hidup berdampingan dengan kita sekarang, udah berevolusi jadi jauh lebih canggih, tapi juga eco friendly dan peduli kesehatan penggunanya.



kulkas ini bisa nge-scan badan kita, lalu milihin apa yang musti kita makan

Kelar muter-muter exhibit, berhubung udah ga ada yang bisa diliat lagi, kami turun ke lobby. Niatnya mau balik, tapi ternyata ada Shanghai Urban History Exhibition Hall. Berhubung masih punya waktu, diputuskan masuk, deh. Tadi kan udah main-main ke masa depan, tuh. Mari sekarang bertandang ke masa lalu! (awas ketemu mantan, sis...)


To be completely honest, sebenernya gue cinta-cinta-sebel sama tempat-tempat semacem museum sejarah. Cintanya, ya karena gue suka segala jenis medium untuk bercerita, termasuk diorama dan staged mannequin. Sebelnya, entah kenapa mereka selalu sarat dengan kesan angker dan serem. Udah penerangannya remang, efek suaranya suka ngagetin, lagi. Huhu.

Tapi berhubung penasaran, diberani-beraniin deh. Setelah sebelumnya pesen lima ribu kali sama Roy, "Hon, berdirinya jangan jauh-jauh dari aku yaaa.", sambil senyum manis.

"...soalnya kalo tiba-tiba isi museumnya pada idup, aku mau umpanin kamu trus kabur." Yang bagian ini, tentu saja dalem hati.

Ternyata oh ternyata, diorama kicik di sini sikit pisan. Yang skalanya mini, trus di dalem kotak kaca gitu cuma beberapa. Sisanya malah segede manekin, lengkap dengan perabotan yang bisa gerak, DAN pake stereo all-around-yey buat efek suaranya!

Langsung inget HHN, deh. Lalu nyesel ninggalin pampers di hotel. *nangis di pojok*

gimana nggak serangan jantung kalo patungnya begini T^T

suameku, yang serasa berada di Madame Tussauds...

exhibit ini posisinya blind side, trus efek suaranya adalah anak kecil ketawa-ketawa... sementara gue nangis.

Valak, is that you?

salah satu diorama

why is it so hard to resist the temptation of being Gulliver? *dislepet petugas museum*

In shortShanghai Urban History Exhibition Hall ini berisi gambaran kota Shanghai di masa lalu. Yang menarik, exhibit-nya banyak dan lengkap (meski ada beberapa yang mengerikan buat gue). Gue paling suka pas kami seolah jalan-jalan di pasar, dan ngeliat pedagang kapas, tabib obat, penjual kain, rumah teh, sampe tukang ramal jaman dulu.

Kamera udah pasti di abuse abis-abisan, secara gue berniat ngasih liat nyokap sesampainya di rumah. Hihi.

Ketika akhirnya kami sampe di penghujung exhibit, we bid good bye, not only to Shanghai Urban History Exhibition Hall and Shanghai Pearl Tower, but also to our Shanghai Trip. Been an interesting and exciting 5 days. I surely love this city (meski sebel sama citizen dan toilet-nya).

Dikejar waktu, kami buru-buru balik ke hotel untuk ambil koper, lalu langsung menuju ke bandara. Got a plane to catch! Lega akhirnya akan segera kembali ke haribaan ibu pertiwi, serta toiletnya yang manusiawi.

Definitely gonna miss you, Shanghai (Disney Resort)! 'Till we meet again!

No comments:

Post a Comment