Tuesday, 9 May 2017

Festival Jajanan Bango 2017

Gue termasuk orang yang sangat picky urusan cinta makanan. Tapi, for sure, hati ini selalu punya tempat spesial untuk masakan Indonesia. Kecintaan gue didasari oleh satu bahan dasar yang sulit ditemui pada hidangan asing: kecap manis. The one I truly can't live without. Walhasil, tiap mau traveling, benda ini jadi penghuni sejati koper gue. Sampe kata bokap, gue lebih Jawa dari orang Jawa. Hihi.

Naaah, untuk pecinta kecap dan kuliner Indonesia macem gue ini, ada satu event yang haram dilewatkan setiap tahunnya. Namanya, Festival Jajanan Bango (FJB).

Tahun ini, FJB digelar di ICE, BSD. Ada 70 tenant kuliner nusantara yang berpartisipasi, termasuk di antaranya 10 start up bisnis F&B yang dinilai berhasil melestarikan cita rasa ragam panganan Indonesia. Dari sate sampe martabak, soto mie sampe klappertaart, semua ada di sini.

Nyesel rasanya, nggak bawa perut cadangan. Aku kan ingin coba semua :(

Sesampainya di sana, pilihan pertama gue jatuh pada Ketoprak Ciragil, sedangkan Roy langsung melipir ke Sate Maranggi Tukang Masak. Dua-duanya enyak! Ketoprak Ciragil mah no surprise lah ya, secara gue emang penikmat ketoprak, dan Ciragil emang the best there is. Sate Maranggi Tukang Masak yang justru sangat berkesan di hatikuh. Pada gigitan pertama, akhirnya gue paham kenapa antriannya panjang banget. Worth it, maaak! Hepinya lagi, cabang Sate Maranggi Tukang Masak ini ada di Rawamangun. Tinggal salto deh, dari apartemen kami. Calon-calon jadi pelanggan tetap, inimah.

Berhubung belum terlalu kenyang, Roy beli Lontong Sayur Medan. Gue lupa namanya, trus honestly nggak terlalu warbyasak sih secara rasa. Diabisin biar kenyang doang, hehe.

Niatnya, kelar lunch di sini, gue dan Roy mau langsung balik. Namun apa daya, begitu sampe di mari, sang istri malah nggak rela pulang. Kan masih pingin cicip-cicip yang lain! Masih ada 67 booth lagi lho!

Yaudah, akhirnya kami jalan-jalan ke AEON dulu, kemudian ntar balik lagi ke sini pas jam makan malem, atau pas udah laper. Whichever came first. Cerdas, bukan? (Bukaaan...)

Kelar belanja di AEON, jam setengah tujuh malem, kami balik ke FJB untuk nerusin agenda kulineran. Langsung patah hati karena Ketoprak Ciragil udah bebenah lapak. Sold out for today! Sebagai gantinya, gue beralih ke Kupat Tahu Gempol Bandung. Tak ada Ketoprak, Kupat Tahu pun jadi! #AnakBumbuKacang


Gue melahap Kupat Tahu tanpa ekspektasi sama sekali. Tapi ternyata, langsung berasa terbang ke surga. Nikmatnya mana tahaaan. *nyuap sambil berlinang air mata bahagia*

Tahunya masih anget, kerupuknya buanyak, bumbunya uenak tenan dan generous pol. Aku cinta banget, sampe Roy sama sekali nggak boleh minta. On my next trip to Bandung, Kupat Tahu Gempol Bandung akan jadi tujuanku, for sure!

Sedangkan pilihan Roy jatuh pada Mie Aceh Sabang Seulawah. Karena nggak doyan, gue nggak nyobain sih. Tapi kata Roy rasanya lumayan.

Terus, berhubung belum kenyang (-kenyang banget), satu porsi Soto Mie Theresia kami embat berdua. I'm not a fan of soto mie, but for this one, an exception. Tanpa perlu gue jabarin, mungkin udah pada tau kali ya, betapa tersohornya Soto Mie di daerah Menteng ini. Akhirnya gue membuktikan sendiri kemaren. Emang lejat-nya khan maeeen.

Perut hampir meletus, tapi masih ada yang mengganjal. Kami belum cicipin panganan manis sama sekali! Maka tujuan kaki ini selanjutnya: booth dessert. Pilihannya nggak banyak. So far yang gue inget cuma Es Pisang Ijo Pemuda, Es Campur Pak Oyen, dan Klapertaart Online Khas Manado. Sedihnya lagi, dua di antaranya udah abis. Tinggal Es Campur Pak Oyen yang kayaknya masih ada, tapi kami nggak terlalu pengen.

Pas lagi galau, kami lewatin booth Martabak Kubang. Antriannya masih mengular meskipun udah hampir jam delapan malam. Gue tawarin Roy, mau cobain ini nggak? Kalo sisa, kan bisa di bawa pulang. Doi setuju. Kami antri, dan membawa sekotak Martabak Telor sebagai buah tangan untuk dimakan di jalan dari Festival Jajanan Bango 2017.

(yang later on, diabisin SENDIRI sama Roy...)

Gue sangat amat hepi. Actually, this is my first FJB, dan gue pulang dengan tekad nggak akan melewatkan event ini tahun-tahun selanjutnya. Terima kasihku untuk semua booth yang berpartisipasi. Makanannya enak-enak, nggak ada yang dingin, dan kualitasnya tetep terjaga.

Penyelenggara FJB sendiri juga layak dapet pujian. Air minum gratis (sekalian promosi Pure It), tempat cuci tangan, sampe tempat bermain anak, semua disediakan. Festival ini diusahakan senyaman mungkin, meski kumpulan asap di ruangan rasanya tak terhindari. Ya namanya juga indoor ya.

Akhirnya, semoga FJB jadi event tahunan yang semakin meriah dari tahun ke tahun dan terus mengambil peran besar dalam melestarikan kuliner nusantara. Sampai ketemu di Festival Jajanan Bango 2018!


4 comments:

  1. Pas baca bagian "langsung terbang ke surga" ini gue bayangin beneran lho. Muahaha. Kabanyakan nonton shokugeki no souma nih.. \:p/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan salahkan akuuu, abisan bener-bener seenak itu lho :9 Terbang ke Surga hanya satu-satunya ekspresi yang bisa menjelaskan :)))

      Delete
  2. Wah, sekarang di ICE BSD, ya. Dulu terakhir ke sini pas masih di Senayan. Tahun 2013 apa 2014 gitu. Lama juga nggak maen ke FJB berarti. :(

    Duh, jadi pengin cobain itu Sate Maranggi-nya. Nantilah kalau lagi ke Rawamangun. :D

    Emang gak doyan Mie Aceh, yak? Enak itu padahal! Tapi emang selera, sih. Hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaah, mereka sekarang pindah, kayaknya maunya indoor deh, makanya di ICE. Dan mungkin lebih murah kali ya sewanya :D

      HARUS COBAAAA BANGET YAWLA ITU ENYAK! Sate Maranggi Tukang Jajan :9

      Enggaaak, aku ndak suka, soale mie di kepalaku itu cuma Mie Ayam abang2 gituuuu :D Selain dari itu otakku susah prosesnya itu mie :)))

      Delete