Monday, 6 March 2017

Shanghai Disneyland - Day 2

Meski sebenernya masih teler, gue memecut diri untuk segera turun dari singgasana maha comfy kami di Toy Story Hotel. Udah jam delapan pagi, meaning, waktunya siap-siap kalo nggak mau telat memulai perjalanan kami di Shanghai Disneyland. Demi main TRON lagi, gue dan Roy segera mandi, packing, dan check out, lalu nitip koper di hotel. Abis itu langsung loncat ke dalem bus.

Untungnya, entah karena kami sampe lebih pagi atau gimana, crowd hari ini, jauh lebih mendingan dibanding kemaren. Buktinya, sama sekali nggak ada antrian berliku saat body and bag check, begitupun dengan ticket check. Langsung deh, hati agak lebih enteng dan kaki bisa rada selow. Nggak panik lari ke sana ke mari kayak kemaren.

Trus, mungkin faktor udah belajar dari kesalahan hari pertama juga ya, sampe gue merasa kunjungan ke SDL di hari kedua ini lebih menyenangkan dan santai. Other than what I've already mentioned, here's the reason I thought our second visit was better than the first:

1. The fastpass(es)

Karena lebih pagi, fastpass yang berhasil kami dapet hari ini, sedikit lebih banyak dibanding kemarin. Total ada empat fastpass, yakni Seven Dwarfs Mine Train, The Many Adventure of Winnie The Pooh, TRON: Powercycle Run, dan Roaring Rapids

Trus, semuanya berhasil kepake! Walhasil, di hari kedua, kami hampir nggak ngantri sama sekali. Kalopun iya, paling untuk characters greeting, yang mana paling lama cuma dua puluh menit. Nggak capek dan cranky, deh.

2. The outfit


Berhubung jadi Minnie-nya udahan (tapi bandonya masih tetep dipake, sih), hari ini, gue bisa pake proper coat, yang mana sangat amat gue syukuri, karena suhunya ternyata turun 2 drajat. Kalo outfit gue kayak kemaren, dijamin beku dan tambah pilek, deh.

3. Remy's Patisserie



Sanking selownya, setelah ngambil fastpass pertama, gue dan Roy memutuskan untuk ngemil-ngemil lucuk, sambil nungguin Golden Fairytale Fanfare mulai. Pilihan kami jatuh pada Remy's Patisserie, demi sang istri yang doyan bener sama Ratatouille. Begitu masuk dan ngeliat semua ornamen yang berkaitan dengan filmnya, anaknya langsung jejeritan semangat.


4. The Shows

Salah satu misi utama gue di hari kedua ini adalah menebus kesalahan karena kemaren nggak sempet nonton Golden Fairytale Fanfare. Padahal ada empat (atau enam?) kali show, lho. Tapi kok ya kelewatan terus. Kzl.

Makanya hari ini, gue bertekad untuk meluangkan waktu yang lumayan panjang, khusus untuk nungguin show ini di pagi hari. Trus ternyata, emang worth it, maaak!






Meriah, megah, dan menyenangkan. Yaiyalah ya, dengan background castle sebagus itu mah... dangdutan juga kayaknya bakal tetep enak di liat. Apalagi ini coba, pertunjukan dengan kostum yang super niat, mash up lagu-lagunya rapih, performer-nya semuanya ganteng, cantik, dan royal pula. SUPER LAFF.

I definitely love this show most! Terima kasih lagu-lagunya nggak di-translate ke Mandarin ya, Shanghai Disneyland. Aku jadi bisa ikutan nyengnyong~ Hihi.

Selain Golden Fairytale Fanfare, kami juga nyempetin untuk nonton Storybook Express Parade lagi. Kalo kemaren nontonnya dari depan Tomorrowland, hari ini, kami nonton dari Treasure Cove.

there he is!

Still fun! Gue sama Roy masih nggak berenti ngakak pas barisan casts and characters Tangled muncul, dan masih dadah-dadah heboh sama semua penumpang di rombongan Toy Story. Gemaaay!

5. Seven Dwarf Mine Train

Adrenaline junkie, ketimbang Roaring Rapids (yang nyatanya biasa bangeeet, percis cis cis sama Arung Jeram Dufan) atau Soaring Over Horizon, saran gue, mendingan fastpass ini dulu deh, yang diincer. Jauh lebih seru dan thrilling, meski track-nya nggak setinggi Hollywood Dream The Ride-nya USJ atau Human VS Cylon-nya USS. Theming di dalemnya pun cantik dan niat, aku suka.

Berhubung doyan banget sama roller coasterSeven Dwarf Mine Train langsung menempati posisi wahana favorit kami di SDL, bersanding dengan TRON dan Pirates of the Caribbean. Seandainya antrian regulernya nggak 1 jam sendiri, mungkin kami bakal bolak balik, kali.

6. The Gardens

Begitu list wahana must ride udah kecentang semua, giliran kami mengeksplor taman-taman cantik di dalem Shanghai Disneyland. Pilihan pertama jatuh pada:



Meski bukan big fan of Alice in Wonderland, ternyata rasanya tetep menyenangkan lho, jalan-jalan di taman bertema begini. Mungkin karena gue juga nonton filmnya, ya. Jadi nggak clueless clueless amat. Selain itu, tempat ini cakep banget sekali buat foto-foto.



Keluar dari labirinnya Alice, kami menuju ke Garden of the Twelve Friends. Menurut gue pribadi, konsep taman ini adalah perpaduan yang paling harmonis antara budaya Cina dengan Disney's magic touch. Bentuknya adalah tembok memanjang dengan gambar 12 Chinese Zodiak, yang direpresentasikan oleh karakter dari film-film Disney.

Gue dan Roy tentu langsung lelarian nyari shio masing-masing. Hehe.


Biasanya, di Disney Parks, gue jarang banget merhatiin apalagi nyempetin mampir ke taman, karena pasti lebih sibuk main ini dan itu. Nah di SDL, justru taman-taman cantik nan menawan hati ini yang memorable dan bikin kangen. Jadi pengen piknik lagi...

7. Star Wars Launch Bay

Ya Gusti, tempat ini hampir aja ke-skip sama gue dan Roy, karena posisinya yang nyempil dan di ujung banget. Untung aja ngeh pas lagi nungguin Roy ke toilet.

Star Wars Launch Bay adalah mimpi indah seluruh Star Wars fanboy di muka bumi. Di sini ada mini galeri yang majang seluruh replika pernak-pernik (lengkap!) yang dipake syuting, mini cinema yang memutar recap seluruh film Star Wars (all day long!), toko yang jual segala jenis souvenir yang bikin gue pingin gadai apartemen, dan karakter-karakter yang hidup, nafas, dan bisa diajak foto bareng.



As if it could get any better, semuanya nggak pake ngantri, karena Star Wars Launch Bay-nya lenggang sekali!

8. TRON: Powercycle Run & Tomorrowland at Night



Kunjungan hari kedua kami ditutup dengan jejeritan di jetcoaster kesayangan. Gue bener-bener susah move on sama wahana satu ini. Serunya mak! Cium sayang buat yang bikin!

Kelar main, kami nongkrong sambil bengong lamaaa banget, sanking terhipnotis sama keindahan Tomorrowland di malam hari. Gue sampe kehilangan kata-kata. Asli bagusnya :')

-

Gue dan Roy nggak nungguin kembang api lagi, karena, selain kemaren udah nonton, perjalanan kami juga masih jauh. Kudu balik ke Toy Story Hotel untuk ambil koper, kemudian pindah hotel yang lokasinya di city.

So, we kissed the park goodbye, sambil berdoa dalam hati supaya ada kesempatan berkunjung lagi di lain waktu. 'till then, Shanghai Disneyland!

2 comments:

  1. Aaaaakk seru! Yang bikin seru itu sebenernya karena nggak ngantri. Hohoho. Gue ke Dufan aja baru sekali dan kapok di wahana ngantri. Penginnya jalan-jalan aja gitu muter2 nunjuk-nunjuk dan ngetawain orang yang ketakutan. Tapi rugi. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya antri gapapa sih, kalo wahananya emang bagus, worth it deh biar antri lama-lama pun. Hihi.

      Delete