Wednesday, 8 February 2017

Shanghai Disneyland - Day 1 (Part 1)

I always had this kind of excitement whenever my feet touched any Disney Resort in the world. Rasanya kayak lagi merantau dan LDR udah bertahun-tahun, trus akhirnya pulang kampung. Campur aduk antara deg-degan, hepi, dan nggak sabar. Hasilnya, grinning ear to ear all the way. Untung nggak disangka abis nyimeng.

Kami mendarat di Disney Resort kurang lebih pukul setengah sembilan pagi waktu setempat. Sempet bingung nyari jalan ke Toy Story Hotel. tapi akhirnya berbekal ngikutin orang-orang, ketemu juga... setelah dua puluh menit jalan kaki sambil geret-geret koper. Belakangan tau ternyata ada shuttle bus. Kasiman, deeeh. *sisir poni yang lepek gara-gara keringet*

Berhubung belum bisa check in, kami cuma nitipin koper dan ambil tiket, lalu langsung lompat ke shuttle bus yang akan membawa kami ke Shanghai Disneyland. Off to happiest park in Shanghai!


***

Bagitu tiba di depan gate masuk, kami disambut antrian panjang untuk bag and body checking. Langsung manyun.


Pupus sudah, harapanku dapet fastpass-nya Soaring Over Horizon. Sementara gue lagi mikir plan B untuk menggantikan jadwal acara kami yang semula, tiba-tiba, gue disenggol seorang encim-encim separuh baya sambil bisik-bisik dan menyodorkan bando yang ia pegang. Gue nggak denger apalagi paham dia bilang apa, tapi asumsi gue, tentu doi jualan bando ya. Berhubung udah punya, gue senyum sambil menggelengkan kepala.

Ketika gue lagi wondering, itu petugas dari SDL apa bukan ya... Eh si encim lari-lari dikejar sama cast member. Question answered. Pantesan doi nggak pake seragam.

The minute I saw that, I kinda knew, bakal banyak pengalaman 'unik' yang menunggu kami di dalem.

Setengah jam kemudian, akhirnya kami masuk. Ni hao, Shanghai Disneyland! *cium tanahnya*

Rides we rode:

Soaring Over Horizon

Berhubung nggak dapet fastpass, kami pasrah masuk ke regular line. Udah 50 menit aja, lho, pagi-pagi begini. For the record, gue dan Roy sama sekali nggak tau ini ride apa. Gue nggak nyari tau, karena takut spoil the fun. Yang gue tau, dua wahana di Adventure Isle, which is ini dan Roaring Rapids, termasuk ke dalam wahana populer di Shanghai Disneyland. Terbukti dari antrian yang hampir selalu horor, dan fastpass-nya yang laku keras. Makanya diputuskan, ini jadi wahana pertama kami deh, dengan pertimbangan, takutnya makin siang makin parah waiting time-nya.

Pas lagi ngantri, eh tau-tau ada yang berantem. Heboh gitu berantemnya, teriak-teriak dan udah siap saling gebok. Karena nggak ngerti bahasanya, gue dan Roy jadi nebak-nebak. Kenapa sih ributnya? Maling henpon kah? Apa sexual harassment? Kok brutal amat? Sampe melibatkan EMPAT petugas keamanan lho!

Sanking keponya, gue memberanikan diri untuk nyolek pasangan muda yang antri di depan kami, demi nanya penyebab keributannya. Meski nggak paham bahasa inggris, untung yang bersangkutan ngerti bahasa isyarat! Jadi maksud gue tersampaikan. Masalahnya sekarang, doi nggak tau gimana jawabnya karena kami nggak bisa bahasa mandarin! Kraaai.

Setelah kurang lebih lima menit yang tulalit, akhir doi punya ide. Pake kamus, doi menulis yang ingin dia sampaikan dalam bahasa mandarin, kemudian di-translate ke bahasa inggris, lalu layar henponnya ditunjukin ke kami.

Di sana tertulis, "cutting lines".

Gue sama Roy langsung pandang-pandangan, lalu meringis. Buset, nyelak antrian? Seriously, I really didn't know what to say. Baru wahana pertama lhooo. *jedukin kepala ke tembok*

Untungnya, nggak lama kemudian, sebelum terjadi insiden tawuran lagi, giliran kami akhirnya tiba. Setelah nonton pre-show yang mana gue sama sekali nggak paham karena tanpa subtitle, kami masuk ke semacem teater, kemudian duduk dalam barisan-barisan kursi. Lalu, lampu mulai meredup, dan dimulailah petualangan kami melihat dunia dari udara.

source

Buat gue pribadi, Soaring Over the Horizon ini biasa aja lho. Jadi bingung kenapa antriannya maha lebay. Sedikit mirip dengan Back To The Future-nya Universal Studios Japan, hanya beda konsep, dan dengan teknologi yang jauh lebih canggih.

Tapi ya tetep, biasa aja. Overrated kayaknya, kalo fastpass-nya selalu jadi yang abis paling pertama. Mana nggak ada Disney-Disney-nya sama sekali... *bawel*

Peter Pan's Flight

Fastpass kedua kami, yang begitu diambil, ternyata bisa langsung dipake. Horeee!

Akhirnya kesampean juga, setelah sempet murung berbulan-bulan karena wahana ini maintenance saat kami ke Tokyo Disneyland. Skip antrian (yang ternyata nggak panjang-panjang amat), lagi!


Konsep dari Peter Pan's Flight sendiri, -seperti kebanyakan wahana di Fantasyland- adalah dark ride dengan alur cerita yang diadopsi dari classic tale-nya Walt Disney. Yang unik, di sini, kita seolah diajak 'terbang' berpetualang bersama Peter Pan, Wendy, dan si centil Tinker Bell.

off we go!

Was it good?

Yes! Sayang durasinya pendek. Kentang deh tau-tau kelar.

Buzz Lightyear Astro Blasters

Sebenernya, wahana ini nggak gue taro dalam list must ride, karena kami udah pernah naik waktu di Tokyo Disneyland. Waiting time yang cuma lima menit lah yang akhirnya berhasil membujuk kami untuk masuk.

Seperti yang pernah gue ceritain, konsep Buzz Lightyear Astro Blasters sama persis dengan Perang Bintang yang kita kenal di Dufan. Berhubung gue doyan semua wahana yang sifatnya interaktif, jadinya semangat deh, tembak-tembakan sambil adu gede-gedean skor sama Roy.

Emang bener sih, ride-nya sama percis cis cis dengan yang di Tokyo. Tapi kalo aura girang yang tercipta sekelarnya main juga identik, ya aku bisa apa atuh <3

Voyage to the Crystal Grotto

Sehari sebelum kami ke SDL, gue sempet ngecek aplikasi resmi Shanghai Disney Resort pake wifi hotel, dan langsung kecewa saat wahana ini dinyatakan tutup sementara karena sedang berada dalam proses maintenance. Duh, aku ndak iso sowan dong, sama prinses-prinses? Padahal udah jauh-jauh terbang... #dramak

Karena udah tau, pas sampe, gue jadi manage ekspektasi. Yastralah ya, yang penting yang lainnya masih operasi. Kan masih ada TRON, kan? Dan masih ada banyak wahana lain juga. Cheer up, yuk.

Eh, pas gue udah ikhlas, justru Tuhan ngasih surprise. Waktu kami lagi jalan santai di Fantasyland abis ambil FP-nya Peter Pan's Flight, wahana ini TIBA-TIBA aja dibuka. Mas-mas-nya mindahin papan bertuliskan Under Maintenance, kemudian memanggil orang-orang yang lewat untuk masuk.

HOWA! This must be my lucky day!

Langsung deh buru-buru lari ke dalem, dan lompat ke atas kapal. Mari kita bertandang ke kerajaan tetangga!






Fun fun fun. Emang jiwa bocah nggak bisa boong, deh. Demen beneeer gue sama wahana manis dan prinses-prinses begini. LAFF.

Pirates of the Caribbean - Battle for the Sunken Treasure

Menurut Theme Park Guy, Pirates of the Caribbean merupakan wahana terbaik di Shanghai Disneyland. Doi sampe bilang, "It's actually worth flying to Shanghai just for this particular ride.". Wow. Tentu gue jadi penasaran, sebagus apa sih, PotC indang, sampe bisa bikin manusia yang udah keliling 332 parks di seluruh dunia ini terkagom-kagom?

Dan ternyataaa, emang sekeren itu lho! Teknologinya mutakhir, narasinya ciamik (meski gue nggak paham bahasanya), dan perpaduan antara layar, scene, dan efek-efeknya... Gusti Tuhan. Halo, Disney? Why u so sempurna?

For the record, gue udah pernah cobain PotC-nya TDL, dan yang di Shanghai ini, faaaar faaaar better. Aselik. Begitu kelar, gue sampe pengen berdiri trus tepok tangan. Kampungan ya? Emang.

Anyway, ride ini sedikit mengingatkan gue sama Transformers di USS, hanya saja, set-nya di atas air. Dan entah gimana, Disney bisa bikin efek 3D tanpa kaca mata lho. Piye ya caranya?

TRON Lightcycle Power Run

Exactly the highlight of our first day at Shanghai Disneyland. Terinspirasi dari film Tron, Disney memperkenalkan roller coaster dengan vehicle menyerupai motor! Ho oh brosis, duduknya beneran kayak lagi nyetir motor gitu lho! Tentu tetep dilengkapi dengan pengaman yang menekan punggung, ya.

Track-nya dibuat separo outdoor dan separo indoor. Kombinasi yang sangat menyenangkan karena menyaksikan kecantikan Tomorrowland di malam hari dari atas roller coaster, meski hanya sepersekian menit... totally unforgettable.


Hatiku gremet-gremet saat kami meluncur dan merasakan angin musim semi menerpa wajah dalam kecepatan tinggi. Ya Tuhan, aku sungguh cintak. Kepingin naik lagi deh, kalo aja antriannya nggak 150 menit sendiri...

(to be continued to part 2)

No comments:

Post a Comment