Tuesday, 7 June 2016

HK Trip - Central

Selamat pagi, Hong Kong yang mendung dan gerimis! Sori nih, aku nggak mau ikutan gloomy lho ya! *tepuk-tepuk kitab itinerary karangan Roy Saputra*

Ahenda kami hari ini adalah jalan-jalan di pusat kota Hong Kong. Central, bahasa kerennya. Ada empat tempat yang akan kami kunjungi. Padeeet ya. Eym, mengingat maha ambisiusnya gue dan Roy kalo urusan nyusun rencana. Padahal prakteknya mah, tenaganya hampir selalu nggak sejalan. Tapi nggak kapok, tuh.

Anyway, our first stop: Wong Tai Sin Temple.

Kuil yang terletak di sebelah Utara Kowloon ini didedikasikan untuk Wong Tai Sin, atau yang dikenal dengan julukan The Great Immortal Wong.



Kami nggak terlalu lama di sini, cuma foto-foto, liat orang-orang yang lagi pada sembayang, abis itu cabut. Takut ganggu, soalnya. Ndak enak kan, kalo sampe memecah kekhusyukan orang-orang yang lagi ibadah, karena kami asik selfie dan jepret sana-sini?

Oh ya, sebenernya, tepat di samping kuil, berdiri sebuah pusat perbelanjaan yang dinamakan Temple Mall. Bener-bener persis sebelahan lho. Tinggal jalan kaki lima belas langkah kalo dari kuilnya. Sungguh perwujudan nyata keseimbangan rohani dan duniawi yaa...


Tapi kami ndak mampir. Soalnya mau lanjut ke... SOHO!

Soho adalah sebuah distrik di Hong Kong, yang dikhususkan sebagai entertainment zone. Karena itu, area ini dipenuhi oleh restoran, bar, nightclubs, galeri seni, dan toko barang antik. Kepanjangan dari SOHO sendiri adalah SOuth of HOllywood Road.

Icon dari SOHO adalah eskalator yang mengular panjang di tengah-tengah pertokoan yang berbaris di kanan kirinya. Di tahun 1993, eskalator ini merupakan eskalator sistem terpanjang di dunia.

Seperti Hong Kong sendiri, duet antara eskalator dan pertokoan di SOHO, seolah jadi simbol dari perpaduan yang harmonis antara modernisasi yang tersentuh tradisi budaya kolonial dan Cina. Cakep anet!


Yang kurang cakep adalah, jalanan dari stasiun MTR terdekat menuju ke sana. Naadjubile jauh dan nanjak trooos, thanks to contour tanah HK yang berbukit-bukit. Walhasil pas sampe udah hampir pingsan guenya.

Dibelain deeeh, bertandang ke tempat Running Man main game! Ciyeee, fans garis keras banget nih? Keliatan ya, baru banget dibabtis...

Berhubung udah siang, kami sekalian lunch di warung lokal yang terletak masih di sekitaran SOHO, sebelum bertolak ke destinasi selanjutnya: The Peak.


Victoria Peak, atau yang lebih akrab dikenal dengan nama The Peak adalah sebuah gunung yang terletak di sebelah barat pulau Hong Kong. Karena terletak di puncak gunung tertinggi, The Peak mengklaim diri sebagai titik tertinggi dari seluruh dataran Hong Kong.

Nah, untuk menuju ke sana, ada beberapa alternatif yang bisa dipilih, namun yang paling populer adalah dengan menggunakan tram. Tarifnya lumayan, HK$40 untuk pulang pergi, dan HK$28 untuk sekali jalan (dewasa). Ada juga harga bundling Peak Tram + Madame Tussauds HK dan Peak Tram + Sky Terrace 428 (Sky Pass). Lebih murah jatohnya, meski nggak banyak sih. 

Setelah sebelumnya bolak-balik meyakinkan bokap nyokap bahwa MT Spore jauh lebih bagus, kami memutuskan untuk skip MT HK. Jadi beli tiket Peak Tram pulang pergi aja.

Sampe di atas, kami malah tergiur buat masuk Sky Terrace 428. Namun, manusia boleh berencana, kabut jugalah yang menentukan. Pas mau beli tiket masuk Sky Terrace 428, ternyata di luar lagi foggy gila-gilaan. Sang mbak kasir pun nanya sama gue, yakin nih mau tetep beli? Buat foto-foto kagak keliatan apa-apa loooh, putih semua ketutup kabut.

Denger begitu, nyokap gue langsung nyikut gue dan ngotot minta batal aja. Percuma kalo nggak bisa liat apa-apa, katanya. Mendingan duitnya buat ngemil-ngemil cantik di BK. Well, iya juga sih. Akhirnya gue cancel dan minta maaf sama si mbaknya, yang langsung paham dan maklum.

Semoga kebaikan dan kejujuranmu diganjar Surga ya mbak'e...

Tips: Sebelum beli tiket masuk Sky Terrace 428, pastikan kondisi cuacanya cerah ya.

Kelar makan di BK, kami sempet foto dan jalan-jalan sebentar di mall-nya.





Sampe akhirnya bosen dan memilih turun supaya bisa pindah ke destinasi selanjutnya.

Adios, The Peak! Moving to our next destination... Victoria Harbour.

Rencananya, kami bakalan di sini sampe malem, karena mau keliling naik Ferry sambil nonton A Symphony of Light. Sementara nunggu, jalan-jalan cari Sasa duluuu.

Namun gagasan itu langsung buyar ketika kami tau tarif Ferry tour di jam tayang A Symphony of Light. Alamakjang maharani! *nangis sambil peluk dompet*

Setelah shamelessly berunding sejenak di depan kasir, kami memutuskan untuk batal nonton A Symphony of Light di atas kapal. Dari daratan ajalah! Yang gratis!

Sebagai gantinya, kami beli tiket untuk menyebrang dari Pulau Hongkong ke New Teritory island, karena, menurut si mbak kasir, tempat terbaik untuk menyaksikan A Symphony of Light adalah dari New Teritory island. Harganya jauuuh lebih murah ketimbang Ferry Tour, yang mana sangat gue syukuri, karena lima belas menit di kapal aja, kami berlima udah sempoyongan pas turun. Kalo sok-sokan ikut tour, mungkin akan ada episode jackpot gegara mabok laut -- which would be embarrassing.


Sesampainya di New Teritory, sambil nunggu gelap, kami membunuh waktu dengan jalan-jalan dan menyaksikan street performance. Colongan cemil-cemil di McD dan bebelian oleh-oleh juga. Padahal baru hari pertama yaaak, syet dah. Hong Kong nih, magnet belanjanya emang kuat banget! *padahal emang dasarnya doyan*

Sekitar jam 6.30, kami menuju viewing deck di East Tsim Tsa Tsui tempat yang katanya paling strategis untuk nonton A Symphony of Light buat tek tempat. Udah rame lho ternyata, padahal mah mulainya masih satu setengah jam lagi. Mungkin karena hari Sabtu, yah?


Trus, pas lagi nunggu, ada kejadian seru! Seorang bule, yang duduknya nggak jauh dari gue, heboh adu mulut gegara doi nggak terima jarak pandangnya diblok. Jadi posisinya, ada orang yang berdiri persis di depan dia. Nggak terima karena ngerasa udah satu jam lebih duduk nunggu, ditegurlah orang itu. Pokoknya si bule nggak mau ada yang ngalangin pas nonton A Symphony of Light. Yang di depan dia, apalagi berdiri, kudu minggir. Nah yang ditegur nggak terima, karena ngerasa ini public space, bebas dong mau berdiri di mana juga.

Akhirnya tengkar deh. *nonton sambil kunyah popcorn*

Tips: Nggak usah repot-repot tek tempat duduk di viewing deck. Percuma, nanti pas mulai, kehalangan orang yang berdiri juga. Masuk angin malah iya. *lirik kaca*

Anyway, A Symphony of Light adalah sebuah permainan cahaya laser dari gedung-gedung, yang diiringi oleh musik. Spektakuler ya, kedengerannya? Iya mak, makanya gue penasaran. Tapi nyatanya? TET TOT! Biasa banget, tuh.

Faktor pertama, nggak semua gedung berpartisipasi. If I'm not mistaken, dari sekian banyak yang berjejer, cuma 6 yang ikut meramaikan A Symphony of Light. Sebagian besar malah enggak. Udah gitu letak gedung yang ikutan nggak jelas susunannya. Satu jauh sendiri, 4 bergerombol, dan satu lagi malahan di seberang pulau. Jadi yah... heri deh. Heboh sendiri.

Faktor kedua, ya karena konsep, musik, dan permainan lasernya emang standar dan biasa aja. Murni berat di nama.

Ketika kelar, gue jadi wondering, si bule yang tadi heboh kelahi itu, nyesel ndak ya, ngotot-ngototan demi A Symphony of Light? Soalnya gue iya, nih. Nungguin satu setengah jam dengan tabah dan ikhlas ditampar-tampar angin laut, taunya cuma begini aja? Pingin gebukin orang sih, rasanya.

Tips: Kalo banyak waktu, monggo diluangkan untuk nonton A Symphony of Light. Biar tau dan nggak penasaran, kan. Tapi kalo enggak, beneran deh, kagak apa-apa! Biasa aja, kok. Suer.

Kelar nonton, kami beli makanan untuk dibawa pulang, mampir ke Sasa (teteup -- meski kaki ini udah mau patah), kemudian naik bus dari halte Victoria Harbour. Selesailah petualangan kami di Central hari ini. Puji Tuhan nggak hujan besar (seperti yang sebelumnya diramalkan), meski sempet gerimis dan mendung-mendung.

Sekarang waktunya istirahat, karena besok, kami akan nyebrang ke Macau! Yaaaayy! *tebar seganggam chips Casino*

6 comments:

  1. Waduh, berarti A Symphony of Light itu biasa aja ya, Sarah? Hampir kayak light show di MBS ya kayake. Ga sabar nunggu yang Macau ni...

    ReplyDelete
  2. Pertama liat fotonya Soho juga kepikirannya Running Man. Hehe susah ya kalo udah fans gini :D

    ReplyDelete
  3. haha dibela belain ke tempat running man main game, itu episode yg ada yonghwa nya loh #penting
    mendung mendung gitu enaknya ngga panas ya, lebih enak malahan, tp ngga enaknya pas ke sky terrace aja ketutupan gitu

    ReplyDelete
  4. Erika : Menurutku sih iyaaa, biasa bangeeeet :)) Nggak sespektakuler yang digembor-gemborkan. Hihihi. Masih ditulis nih, tungguin ya <3

    Fradita : AHAHAHAHAH TOSS DOOOONGG!!! *highfive*

    Kak Presy : IYAAAHHH YONGHWAAA <3 He eh mendung sih kak, tapinya tetep humid, jd tetep kringetan dan tetep panaaas :(( Udaranya kayak Sing, kalo di Indonesia kan mending, panas tapi masih ada angin. Di sana nggak adaaaa :(

    ReplyDelete
  5. helloo..thanks a lot yaa betah baca blognya informatif dan kocak hehehe...

    ReplyDelete
  6. Lisa: Sama-sama ya :D Salam kenal!

    ReplyDelete