Sunday, 17 April 2016

Menyikapi Patah Hati

Hampir semua orang, pasti pernah ngerasain pahitnya patah hati. Entah karena gebetan jadian sama orang lain, diputusin karena terlalu baik (besok-besok coba jadi maling jemuran, kak...), atau dijejelin fakta bahwa ternyata sang pacar punya Sephia.

Gue pun beberapa kali mengalami patah hati karena ketiga alasan di atas. Efeknya beragam, ada yang dibawa party sekali ilang, tapi ada juga yang membekas selama bertahun-tahun.

But hey, sekarang gue udah baik-baik aja, tuh. Hati yang gue sangka udah ancur lebur, ternyata bisa sembuh, lho. Apalagi obatnya kalo bukan waktu.

...dan tentu saja setumpuk DVD, bergelas-gelas susu coklat, dan tagihan kartu kredit yang menggunung. Hihi.

Anyway, for those out there who still suffer a broken heart, maybe I can share what I did back then to keep my self busy, while time healed my poor-wrecked-heart.

Here you go.

Bye For Now

First rule; when you are trying to mend a broken heart, always remember that kepo will not do you any good.

So, stay away from your ex social media account. Kalo perlu delete sekalian whatsapp-nya, lalu block-in deh, akun line, twitter, path, fb, dan instagram-nya. Usahakan supaya nggak tertangkap mata. Daripada karna hai setitik, rusak usaha move on sebelanga?

Bonus: Lebih konsen kerja, lebih konsen ngegosip, lebih konsen doing hobby, lebih konsen ngapa-ngapain, karena nggak perlu bolak-balik cek henpon.

Movie Marathon

Daripada sibuk sesenggukan sendiri di kamar, mending nonton, kaaan?

Personally, gue suka ngikutin TV series Amerika dengan tema kepolisian, detektif, atau superhero. Jauh-jauh dulu deh, dari yang ber-genre drama atau romance. Nanti malah makin inget, sis...

Pokoknya begitu ada waktu luang, langsung deh nyalain DVD player. Mending mata bengkak gegara kecapean melototin layar TV, kan, daripada karna nangis?

Bonus: Jadi bakal menyadari, ternyata mantan gue tuh nggak ganteng-ganteng amat (kalo disandingkan dengan Hollywood stars), ya? :p

My current/forever fave: CSI - Las Vegas, Criminal Minds, Dare Devil, Blindspot, Scandal, House of Cards.

Shopping

Most girls will agree with me, that shopping is the best medicine.

Oh, and it really is.

Belanja selalu jadi pembenaran gue untuk urusan patah hati. Simply because it gives me instant happiness, walopun dengan resiko bokek, sih.

Apalagi sekarang, diskon sering bener beredar di mall-mall. Dari mulai new year, mid year, end year, semua ada sale-nya. Makin makin, nggak sih?

So do yourself a favor. Shop till you drop, and bring home the instant happiness!

Bonus: You might find a lovely blouse with a discounted price on its label! Who knows?

Head to Toe Treatment

...tanpa perlu khawatir ada yang kebosenan nungguin nyalon. Karena sekarang, bebas maaak!

Manjakan diri dengan perawatan lengkap dari salon-salon kesayangan. Gunting rambut, creambath, hair spa, meni-pedi, sampe lulur dan mandi susu!

Kelar-kelar pasti hepi. Udah gitu, cantik, lagi :)

Bonus: Instead of worrying about your boyfie waiting, sekarang bisa ngobrol santai sama mas kapster sambil nanya-nanya tips kecantikan, deh.

Stand Up Comedy

Because laughter is the best medicine, right?

Gue kenalan sama seni ini pertama kali karena patah hati. Dari mulai iseng nemu di youtube, sampe akhirnya suka, dan jadi sering nonton live show-nya. Waktu itu, tujuan gue murni cuma pingin ketawa. Eneg juga kali ah, bermalem-malem sesenggukan melulu. So, I thought, hundreds thousand rupias for a good laugh wasn't a bad idea, huh?

Eh ternyata, yang gue dapet bukan sekedar rahang pegel dan hati enteng karena ngakak nggak berkesudahan. Tapi juga kesadaran bahwa masalah patah hati tuh sebenernya ceteeek banget. Masih banyak keresahan dan problem lain yang lebih guede dan lebih pantes dapet tempat di otak ketimbang sang mantan. Di saat kita nangis karna ditinggal pacar, ada lho, warna setumpah tanah air yang nangis karena nggak punya air bersih. Jadi malu deh, kalo inget betapa waktu, tenaga, dan air mata yang terbuang sia-sia. Ketauan jadi relawan.

Bonus: You might find 'the one' along the wayJust like I did. :>

My current/forever fave: Adriano Qalbi, Pandji Pragiwaksono, Muhadkly, Ernest Prakasa, Awwe.

BFF Quality Time

Sesering mungkin, hang out lah sama sahabat-sahabat terbaik yang jago bikin ketawa. Jaman patah hati dulu, gue dan geng (cieee, geng...) sampe bikin bukber, meskipun nggak ada di antara kami yang Muslim. Cuma demi bisa ngumpul aja, dinner bareng sambil rumpi sana-sini, diselipkan beberapa sesi curhat singkat (or not).

Menyadari betapa banyak orang-orang yang sayang dan peduli sama kita, pasti ngasih semangat untuk buru-buru get over the shitty broken heart feelings.

Bonus: Who needs one?

Work Life Balance

Tips yang paling gue suka, karena nggak usah bobol tabungan, hihi. Malah nambahin iya. Lembuuur deh, sampe punya gudang duit kayak Paman Gober!

From my personal experience, patah hati malah bikin produktivitas di kantor jadi oke, lho. Soalnya yang bersangkutan bakal konsentrasi banget sama kerjaan. They can't be distracted, karena takut  jadi kepikiran sang mantan.

Bonus: Dompet tebeeeel, dan disayang bos!

Mastering Your Hobbies

Always remember this: passionately smart is the new sexy.

Hari libur dan duit yang biasanya dialokasikan buat pacaran, bisa mulai digunakan untuk daftar les atau seminar yang sejalan dengan hobi. Menyibukkan diri dengan melakukan sesuatu yang kita sukai, pasti memberikan dampak yang baik bagi kelangsungan penyembuhan hati. Apalagi kalo tiba-tiba ketemu kecengan baru yang punya hobi serupa, hihi.

Bonus: Pas udah jago, mungkin opsi resign dan make money from your hobby udah bisa dipertimbangkan. Seneng banget nggak sih, dibayar untuk melakukan sesuatu yang kita suka?

Traveling

Salah satu sahabat gue pernah naik gunung karena putus cinta. Roy, pernah melakukan trip implusif ke Malaysia dengan alasan yang sama. Partner gue di college, pernah kabur sejenak ke Jogja untuk membenahi hati.

Ketiganya pulang dengan senyum di wajah masing-masing. Maybe they weren't totally moved on, but for sure, they were getting there.

Gue nggak pernah nyoba solo trip dalam rangka patah hati, karena nggak pernah dapet ijin dari bokap nyokap. Tapi sekarang, semenjak sering diboyong traveling sama suami, sedikit banyak, gue jadi paham kenapa menjauh sejenak dari rumah untuk mengunjungi sebuah tempat baru, dapat menjadi obat untuk hati yang terluka.

Traveling membuat kita punya waktu untuk berbicara dengan diri kita sendiri, tanpa terganggu oleh rutinitas harian. Mendorong kita untuk mengkaji apa yang salah, kemudian menerima dan percaya, bahwa (bad) thing happens for a good reason. Dari sana, you'll get to know yourself better. And most of the cases, you'll love yourself better.

Bonus: Humble brag di Path! Instagram! Facebook! Twitter! The whole world should know that you are fine without him! YEAH!

-

Lakukan tips-tips di atas sambil meyakinkan diri, bahwa we're so much more than this. Hidup ini terlalu berharga untuk hancur hanya karena patah hati.

And for sure, the pain will pass. Because time always heals. Always :)

So, repeat after me: good bye (soon), broken heart!

14 comments:

  1. Mastering your hobbies and travelling, I did it! Kalo gak pernah patah hati mungkin sekarang gak bisa kenal kamu dari blog, Sar. Haha. Abis patah hati malah konsen nulis di blog, nemuin hobi baru, sampe temen-temen baru. Seru!

    ReplyDelete
  2. Icha: YAKAAAN :D Pasti semuanya ada hikmahnya deh, selama kita menyikapi energi atau situasi negatif dengan positif :3

    Hihihi. *toss sama Icha*

    ReplyDelete
  3. Abis patah hati larinya ke makan lebih banyak atau nonton atau juga sekedar window shopping bareng temen haha.

    ReplyDelete
  4. hai sar,aq juga seneng tuh yg nama ny movie marathon
    oh iy,fim2 yg kamu sebutin itu beli DVD or download?
    maklum sebagai pengumpul serpihan emas(baca:kere)lebih seneng download karna DVD player suka ga bersahabat dengan DVD bajakan,hahaha

    ReplyDelete
  5. Wida Zee : Intinya sih, apa aja yang bikin hepi! :D

    Agnes : Both :))) Tapi sekarang sih lebih seneng download, karena kalo DVD kan kudu nungguin satu season selesai, aku suka nggak sabar :))

    ReplyDelete
  6. Stand Up emang hiburan yang paling cepat naikin mood KALAU COMICnya lucu ahahhaha

    ReplyDelete
  7. Aku, secara pribadi punya cara sendiri buat ngobatin patah hati.

    Kepo orang yang udah bikin patah hati.

    Biasanya setelah kepo gitu, aku langsung tau diri dan mbatin 'ah, dia udah bahagia. masa aku enggak?'

    Akhirnya, move deh :D

    ReplyDelete
  8. Mastering your hobbies itu sih yang paling ampuh kayaknya menurutku kak. Kalo tambah lembur, dan kerjaannya kita gak demen malah jadi makin drop. :(((

    ReplyDelete
  9. Ary Fitra : Kalo komikanya nggak lucu sih, nggak usah yang lagi patah hati, yang lagi baik-baik aja bisa jadi bad mood :)))

    Febri : Hihihi, iyaah, semua cara beneeer kok, selama bisa bikin kitanya cepet move on dan nggak sedih-sedih lagi :D

    Kresnoadi : Iyaaah, menyikapi energi negatif dengan semangat positif ya :D Eh tapi, buat beberapa temenku, yang paling ampuh justru lembur lhoooo. Kalo perlu nginep deh di kantor :))) Bikin lupa sama perasaan sedih kalo kitanya sibuk :D

    ReplyDelete
  10. kalo donlod dimana ya Sar?
    iya,gemeshhh gimana gitu kalo nunggu 1 season beres

    ReplyDelete
  11. Agnes: Aku biasanya di dewastreaming(dot)com. Cuma pilihannya emang kurang lengkap di sana >.<

    ReplyDelete
  12. yang stand up comedy tuh cocok bngt buat orang yang patah hati karena selain bikin kita ketawa juga bikin kita lupa akan masalah yg kita hadapi skrng (Y)

    ReplyDelete
  13. Coba deh kalau lagi patah hati ngerjain Soal matematika atau fisika. Di jamin mantaaaappp..!!

    ReplyDelete