Tuesday, 8 March 2016

#Japaneymoon - Tokyo Disney Parks (Tips)

Sebelum berangkat ke Tokyo Disneyland dan/atau DisneySea:

1. Maintenance Schedule

Taman bermain yang mengutamakan keselamatan dan peduli dengan kualitas, pasti punya jadwal maintenance untuk setiap wahananya. Tujuannya supaya kelayakan dan safety-nya selalu termonitor, sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Disney Parks di seluruh dunia pun memberlakukan hal ini. Tak terkecuali, Tokyo Disney Parks. Makanya, mereka punya official website yang isinya jadwal maintenance rides and attractions. Sebelum berangkat, intip website-nya dulu ya, supaya kalo wahana favorit lagi maintenance, belum terlambat untuk ganti hari.

2. Ramalan Cuaca

If you're planning to go to theme park (anywhere in the world), biasakan untuk terlebih dahulu melihat perkiraan cuacaWeather forecast di internet biasanya tersedia 7-10 hari ke depan.

Pergilah ketika cuaca dapat dipastikan akan cerah. Karena dengan begitu, dapat dipastikan seluruh wahana akan beroperasi dengan normal, pertunjukan maupun parade akan tetep berlangsung sesuai jadwal, dan costume maupun people character akan tetep muncul seperti biasa.

Sebaliknya, kalo hujan, beberapa wahana outdoor biasanya ditutup untuk alasan keamanan, beberapa show dan parade terpaksa dibatalkan karena cuaca, dan costume serta people character yang biasanya menyapa pengunjung di jalan nggak bakal nongol (kalo yang punya tempat indoor sendiri kayak Ariel's Greeting Grotoo sih mungkin jalan terus ya...).

Kelebihannya, biasanya, kalo ujan, theme park-nya pasti lebih sepi. Otomatis, antrian wahananya juga pasti lebih pendek.

After all, everything always come with pros and cons :)

3. Weekdays? YAY. Weekend? NAY.

Tips ini berlaku untuk wisata ke theme park manapun, sih. Sebisa mungkin, hindari kunjungan di saat weekend. Soalnya crowd akan berkali-kali lipat jauh lebih ramai, yang mana menyebabkan antrian wahana, character greeting, serta pertunjukan akan jauh lebih panjang, dan theme park akan jauh lebih penuh. Akibatnya, kemungkinan besar kaki bakalan pegel karena lama berdiri antri, dan background foto semuanya orang lalu lalang.

antrian pembelian tiket di DisneySea, hari Sabtu, jam 9 waktu setempat

ular naga panjangnya, bukan kepalang...

See? So for me, weekdays are the best.

4. DisneySea OR Disneyland?

Kalo cuma punya satu hari dan harus memilih salah satu dari theme park ini, saran gue, go for DisneySea. Di manapun di seluruh dunia, isi Disneyland kurang lebih sama. Tapi DisneySea cuma ada di Jepang. Apalagi kalo temen seperjalanan semuanya adult.

However, misalnya ngajak banyak anak-anak kecil, emang lebih aman ke Disneyland, sih, secara lebih children friendly.


Tamu yang menginap di salah satu dari ketiga chain hotel Disney di Tokyo Disney Resort, mendapatkan special benefit untuk masuk 15 menit lebih awal sebelum TDL dan TDS buka. Special benefit ini bermanfaat untuk ngejar fast pass wahana populer, main satu wahana tanpa antri, dan foto-foto ketika theme park-nya masih sepi.

Jadi kalo punya budget lebih, sangat gue sarankan untuk nginep di salah satu hotel yang berlokasi di TDR. Selain deket (hemat waktu), previlage 15 menit itu menguntungkan banget, mengingat theme park ini selalu rame sedari jam buka normal. Apalagi buat Disney Geeksyou won't regret it, secara kamarnya penuh detail tema masing-masing tokoh Disney yang jadi inspirasi. CUANET!

Tokyo Disneyland Hotel - Tinker Bell's Room (source)

Tokyo Disneyland Hotel - Alice in Wonderland (source)

Disney Ambassador Hotel - Donald Duck Room

Disney Ambassador Hotel - Mickey's Penthouse Suite *nangis pelangi* (source)

6. Tongsis & Tripod

Di TDL, gue dan Roy sempet ditegur sama salah satu petugas pas bikin video pake tongsis, karena ternyata, tongsis (they called it selfie sticktidak diperbolehkan untuk digunakan di dalam area Tokyo Disney Parks. Belakangan gue tau bahwa tripod juga dilarang. Nggak tau persis alasannya sih, tapi sepertinya berhubungan dengan kenyamanan dan keamanan pengunjung lain. Jadi, sebelum berangkat, tongsis dan tripodnya ditinggal di hotel aja kali ya...

But don't worry, cast members of Disney Parks are ready to help if you need someone to take a photo for you.

Sesampainya di Tokyo Disneyland dan/atau DisneySea:

1. Come Early

Telat tiga puluh menit aja, TDL dan TDS pasti udah penuh, antrian di tiap wahana udah mengular, dan beberapa fastpass wahana populer udah sold out. That's probably why, my mandatory tip for every theme park visiting will be: come early. Usahakan udah nangkring sebelum theme park-nya sendiri mulai beroperasi.

Kedua Tokyo Disney Parks memiliki jam buka yang berbeda di tanggal-tanggal tertentu. Detail lengkapnya bisa diliat di official website mereka.

2. Map

Seperti yang selalu gue yakini, peta untuk theme park sebesar Disney Parks akan sangat membantu menghemat waktu, ketimbang lari-lari buta ke sana kemari. Nggak cuma urusan arah, biasanya, peta juga mengandung informasi lain seperti daily show dan paradeguest services, dan quick guide to dining -- yang sangat membantu gue dan Roy.

Tentukan resto sesuai budget-mu!

Peta yang biasa tersebar di seluruh penjuru theme park adalah peta dalam bahasa Jepang. Berdasarkan pengalaman gue kemaren, ada tiga tempat di mana foreigner bisa mendapatkan peta versi bahasa inggris:

1. Di loket, saat membeli tiket.
2. Di Disney Parks Guest Relations Services
3. Di enterance point. Biasanya cast member yang bertugas di sini memiliki map dalam bahasa Inggris.


Manfaatkan mekanisme ini semaksimal mungkin. Kalo bisa pake fastpass, ngapain buang energi dan waktu untuk antri? Persiapannya, tentu olah raga biar bugar dan gesit, lalu atur strategi. Kelompokin dulu, fastpass mana yang sifatnya prioritas, dan fastpass mana yang bisa direlakan karena masih memungkinkan untuk antri. Usahakan, fastpass wahana populer diambil paling awal, mengingat resiko kehabisan kalo udah siang atau sore.

How to get fastpass?

1. Cari booth fastpass wahana atau show yang bersangkutan, lalu liat informasi standby wait time dan fast pass return time.


2. Waktu fastpass-nya sesuai rencana? Beklah. Selanjutnya, masukan tiket masuk ke mesin yang tersedia. They are going to scan your ticket.


3. Fastpass ticket akan keluar di bagian bawah mesin. Satu fastpass berlaku untuk satu orang ya. Jadi kalo datengnya berdua, make sure to scan both of the park tickets. That's also why you can't lose your park ticket.


4. Ambil fastpass-nya, dan kembali ke wahana sesuai jam yang tertera. Gutbay, antrian panjang!


5. Plan your next fastpass. Meskipun fastpass selanjutnya baru bisa diambil dua jam kemudian (atau ketika return time fastpass yang terakhir diambil udah buka -- whichever comes first), make sure you know what to go next.

4. Shows & Parades

If you can't be punctual, then be early. Pertama, karena pertunjukannya selalu mulai on time. Mereka nggak pernah telat barang lima menit. Kedua, karena yang nonton bakalan banyak banget. When I say banyak, I mean beneran-banyak-banget. Jadi, kalo bisa, dateng ke lokasi lebih awal dan take tempat deh. Daripada nontonnya kealingan kepala orang?

Jadwal lengkap pertunjukan dan parade berupa lembaran terpisah dari map, bisa diminta ke cast member yang tersebar di seluruh theme park.

5. TDR Wait Time Check

Untuk pengguna android, ada aplikasi gratis yang bisa di-download di Play Store, namanya: TDR Wait Time Check. Aplikasi ini berguna untuk mengetahui panjang antrian dari seluruh wahana dan show dalam satuan menit. Sangaaat amat membantu dalam menentukan pengambilan fastpass atau wahana yang diincer selanjutnya.


Selain waktu tunggu, jadwal show dan parade, serta informasi umum terkait opening hours, resto, character greetings, dll juga bisa diakses dari aplikasi ini. Nantinya, user akan langsung di-direct ke website resmi Tokyo Disney Resort.

Surprisingly, the application itself is simple and user friendly.

Namun, untuk menggunakan aplikasi ini, internet connection is definitely required. Makanya, pocket wifi-nya jangan kelupaan ya!

6. Subtitles

Meskipun show di Tokyo Disneyland dan Tokyo DisneySea didominasi oleh bahasa Jepang, jangan sedih dulu! They actually care about foreigner, kok. Buktinya, mereka menyiapkan dua jenis subtitle -- English and Chinese -- untuk beberapa show, supaya turis yang nggak paham bahasa Jepang nggak bengong-bengong amat di dalem.

Tokyo Disneyland
The Echanted Tiki Room: Stitch Presents "Aloha E Komo Mai"

Tokyo DisneySea
Magic Lamp Theatre
Mermaid Lagoon Theatre

Subtitle bisa diminta ke cast member yang bertugas di setiap wahana tersebut.

7. Ticket upgrade

Seperti yang sebelumnya pernah gue bahas, TDL dan TDS memberlakukan ticket upgrade terkait penambahan hari kunjungan. Asiknya lagi, we only need to pay for the extra fee. Jadi misalnya gue dan Roy beli 2 days pass seharga masing-masing ¥12.400, kemudian kami mau upgrade ke 3 days pass seharga ¥16.600, kami tinggal nambah ¥4.200. Atau misalnya 3 hari dirasa kurang, dan mau upgrade ke 4 days pass seharga ¥20.800, kami tinggal nambah ¥8.400. Fair banget, kan?

But bear in mind, ada peraturan ticket upgrade yang nggak di-mention sama web resmi mereka, yaitu, upgrade tiket hanya bisa dilakukan sebelum masa berlaku tiket habis. Jadi misalnya, jika gue beli 2 days pass, maka batas maksimal gue untuk melakukan upgrade tiket adalah pada kunjungan hari ke dua. Nggak bisa hari ketiga dateng, trus ujug-ujug minta upgrade, karena, menurut peraturan, tiket itu udah habis masa berlakunya di hari kedua.

Ini terjadi sama gue dan Roy -- makanya, kunjungan hari ketiga kami tinggal kenangan, karena ternyata tiketnya udah nggak bisa di-upgrade. Hiks :(

-

Semoga tips-tips di atas membantu dan bermanfaat dalam memaksimalkan pengalaman bersenang-senang di Tokyo Disneyland dan Tokyo DisneySea, ya!

Have a pleasant journey at the happiest places on earth, where dreams do come true, and imagination set sail

9 comments:

  1. duuuh galau lagi... feb 2017 ntr aku mw ke jepang mbak... tujuan utama jepang sih krn mw menjajal roller coaster2 jepang yg extreme2 itu, kyk dodonpa, steel dragon dll..kebanyakan di fuji q.. tadinya aku jg udh masukin disney ke Itin, tapi kok baca review org2 disney slalu rame dan antriannya bisa 3 jam sendiri utk 1 wahana -__-.. jd mikir2 toh... apalagi ga ada wahana extreme yg sekelas dodonpa kan yak :D?

    ReplyDelete
  2. Fanny : Disneyland / Sea sebenernya punya banyak thrill ride sih, tapi nggak dikhususkan pada Roller coaster aja. Jadi kalo main agenda-nya nyobain roller coaster, mendingan ke FujiQ, karena di sana lebih banyak dan lebih extreme, hihi.

    Dan iya, Disneyland dan Sea selalu rame. Hari apapun, season apapun, ramenya tetep, cuma masalah parah apa kagak aja :)))

    ReplyDelete
  3. ini panduannya lengkap banget sar, haha.
    bisalah dibookmark dulu kalau suatu saat pengen kesini.
    btw itu hotelnyaaaa, pengen guling guling di kamarnya saking lucunya

    ReplyDelete
  4. Kak Presy : Asiiik, maaciiiih :3 Nanti kalo mau ke sana lagi ajak aku doooong #shameless :))

    Iyaaah, tapi harganya agak bikin dompet meringis kaaaak :((

    ReplyDelete
  5. Sarah..salam kenal yah :) Thanks buat postingannya, really helpful! Mau tny, kl kita udah ambil fastpass di 1 wahana, kita hrs tunggu 2 jam baru bisa ambil fastpass di wahana lain gitu?

    ReplyDelete
  6. Na: Salam kenal juga yaah! Terima kasiiih, glad I can help :)

    Betuuul, untuk pengambilan fastpass, memang dikasih jeda dua jam sebelum bisa ambil lagi. Tujuannya supaya semua kebagian, kayaknya.

    Jadi kalo mau main semua, memang pasti ada beberapa wahana yang tetep harus antri, sih :D Tinggal dipilah-pilah aja, kalo antriannya kira-kira panjang banget, sebisa mungkin pake fastpass aja supaya nggak buang tenaga. Kalo nggak terlalu, boleh deh, antri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedih...haha :)) Thanks anyway, Sarah:)

      Delete
  7. Hmm, kalau aku sih lebih tertarik buat main ke universal studio Jepang, hihihi. Tapi kalau diajak, apalagi dibayarin, mau banget :p

    Btw salam kenal ya kak sarah :3

    ReplyDelete
  8. Reza Andrian : USJ juga bagus :D Aku suka dan pingin balik lagi ke sana :)) Yup, salam kenal juga ya, Reza! :D

    ReplyDelete