Saturday, 20 February 2016

#Japaneymoon - Tokyo DisneySea (Part 1)

Jumat, 23 Oktober 2015


Ohayo Gozaimasu! Selamat datang di Tokyo DisneySea!

Seperti biasa, sekilas info dulu ya.

Tokyo DisneySea diresmikan pada tanggal 4 September 2001, dan 307 hari kemudian, langsung dihadiahkan gelar the fastest in the world to reach the milestone 10 million guests. Sebelumnya, gelar ini dipegang oleh Universal Studios Japan, yang meraih 10 juta pengunjung, 338 hari setelah USJ dibuka. *keprok tangan*

Beda sama Tokyo Disneyland, Tokyo DisneySea di-design sebagai more adult-themed park. Karna marketnya buat orang dewasa, tentu rides & attractions-nya pun lebih thrilling ketimbang Disneyland.

Selain konsepnya yang makan waktu selama dua puluh tahun untuk di-develop di WDI (Walt Disney Imagineering), DisneySea juga merupakan salah satu theme park dengan biaya pembangunan termahal di dunia. Waktu yang panjang, biaya yang besar, serta totalitas penuh dalam realisasi, melahirkan sebuah theme park yang dirancang dengan maha teliti, berkonsep matang, dan menakjubkan secara deliveri.

Icon dari Tokyo DisneySea ada dua:

1. The gigantic volcano, Mount Prometheus, yang juga merupakan centerpiece dari Tokyo DisneySea. Kerennya lagi, Mount Prometheus ini dibuat bisa meletus layaknya gunung berapi beneran. Icon TDS ini memiliki tinggi yang persis sama dengan Cinderella Castle di TDL.

2. DisneySea AquaSphere, yang berlokasi di entrance plaza. Bentuknya adalah sebuah globe raksasa, yang dialiri oleh air di bagian lautnya. Cakep bangeeet! Kalo nggak inget ukurannya yang luar biasa gede, pingin tak gondol pulang, deh.

Seperti yang bisa ditebak dari namanya, Tokyo DisneySea adalah satu-satunya Disney Park yang 100% menganut tema nautical. Maka dari itu, nama seluruh kawasannya pun berbau laut dan pelabuhan. Total, ada 7 kawasan yang bisa dieksplor di DisneySea; American Waterfront, Port Discovery, Lost River Delta, Mermaid Lagoon, Arabian Coast, Mysterious Island, dan Mediteranian Harbor.

source

Tokyo Disney Resort menyediakan sebuah monorail yang menghubungkan main gate, Tokyo Disneyland, Tokyo DisneySea, dan beberapa hotel. Jadi, kalo kemaren pas ke TDL kami jalan kaki dari stasiun Maihama (deket soalnya...), pas ke TDS -berhubung jaraknya agak jauh- kami naik monorail.

Begitu masuk ke monorail, langsung disambut sama interior serba Disney. Dari motif tempat duduk, bentuk jendela, sampe pegangan tangan, semuanya dihiasi bentuk kepala sang tikus kesayangan kita semua, Mickey Mouse. Kiyuuuut! *congkelin*


Perjalanannya sendiri sebentar banget. Nggak nyampe sepuluh menit, kami udah sampe di halte DisneySea.


Nggak pake buang waktu lagi, gue gandeng tangan Roy, dan kami berdua ngacir masuk ke TDS. Samaleekuuuuum!

AquaSphere! Hello, Indonesia!


Pemandangan Mediterranean Harbor langsung terpampang di depan mata, membuat langkah gue terhenti sejenak, khusus untuk bergumam "WAAAW." dengan khusuk. Kombinasi deretan bangunan bergaya Eropa klasik, lengkap dengan jembatan batu, sebuah danau di bagian tengahnya, dan gunung Prometheus yang berdiri dengan agung hampir bikin gue lupa paru-paru ini butuh oksigen. Gusti Tuhan, cantiknya...

This is exactly where the adventure and imagination set sail :')

Puas menikmati keindahan landscape di hadapan kami, petualangan kami di TDS pun resmi dimulai! *pukul gong*

Tujuan pertama kami adalah kawasan Mysterious Island, satu-satunya area di DisneySea yang terinspirasi oleh novel-novel karya Jules Verne. Hanya ada dua rides yang di tempatkan di sini, yakni Journey to the Centre of the Earth dan 20.000 Leagues Under The Sea.

Pilihan pertama kami tentu jatuh pada Journey to the Centre of the Earth. Dari riset singkat yang gue lakukan, hampir semua sepakat menempatkan wahana ini sebagai thrill ride terseru di DisneySea. Pokoknya kalo nggak naik, nyesel 563 turunan. Sejalan dengan fakta tersebut, antrian wahana ini selalu amit-amit, karena bisa dua sampe tiga jam sendiri. Karena itulah, perburuan fastpass-nya kami letakan di urutan pertama.

Berhubung pusing muter-muter sendiri nyari booth fastpass Journey to the Centre of the Earth, akhirnya gue memberanikan diri untuk nanya sama salah seorang petugas. Namun di luar dugaan, doi menjawab, "Ohh, sorryJourney to the Centre of the Earth is temporarily closed. Sorry." ujarnya sambil menyilangkan kedua lengan di dada.

Gue membatu di tempat. Kemudian, samar-samar, terdengar bunyi retak dari kejauhan.

Patah hatiku mas, pataaaah...

Setelah ngucapin terima kasih, dibantu Roy, gue mengumpulkan kepingan mood yang berserakan, lalu berusaha keras untuk move on. Yaudahlaaah, gegara satu wahana tutup, masa rusak hari sebelanga? Jangan dong ah. Udah di sini niiih! Mari sok-sok tegar, trus lanjut menjelajah DisneySea!

Aye aye captain!

Mumpung masih di Mysterious Island, kami memutuskan untuk nyicip 20.000 Leagues Under The Sea. Karena masih pagi, antriannya relatif manusiawi, 10 menit saja. Okelah, cus!


Wahana ini merupakan dark ride dengan setting dasar laut, yang dibuat berdasarkan novel karya Jules Verne dengan judul serupa. Skenarionya, pengunjung dipandu oleh Captain Nemo akan naik ke sebuah kapal selam yang disebut Neptune, kemudian melakukan perjalanan ke bawah laut. Dari porthole di dalem kapal, pengunjung diajak sight seeing ke Kraken Reef, the ships graveyard, sampe akhirnya jatuh ke Lucifer's Trench, tempat segala misteri dasar laut terkubur.

Karena ditunjang dengan efek dan teknologi yang oke, sebenernya wahana ini menyenangkan, kalo aja narasi selama di dalem kapal nggak full bahasa Jepang. Berhubung nggak paham ceritanya, akhirnya terpaksa cuma liat-liat aja. Kentaaaang. Huhu.

Tapi gue setuju kok, this is one of must rides di DisneySea. Jadi, jangan di-skip ya!

Sinbad's Storybook Voyage adalah pemberhentian kami selanjutnya. Berlokasi di Arabian Coast, wahana ini merupakan dark ride dengan konsep boat ride kayak Istabon atau Pirates of the Carrebean. Berbeda di narasi, tentu saja. Sinbad's Storybook Voyage mengangkat (well of course) cerita Sinbad dan petualangannya. Ada yang masih ingeeet? *ngacung*




Didukung animatronik yang canggih dan interior yang cantik, serta panjang antrian yang manusiawi, Sinbad's Storybook Voyage dengan mudah menjadi salah satu wahana favorit gue di DisneySea. Must try!

Perjalanan dilanjutkan ke Lost River Delta, karena kami mau ngambil fastpass-nya Indiana Jones Adventure: Temple of the Crystal Skull. Berhubung wahana ini disebut-sebut mengalahkan Revenge of the Mummy di USS (aka wahana favorit gue dan Roy), walhasil kami jadi penasaran. Mau membuktikan sendiri, gitu.

Begitu fastpass udah di tangan, kami berencana untuk cek-cek ombak antrian Tower of Terror. Ehh di tengah jalan, ketemu Mickey & Friends Greeting Trails. Aku langsung ngerem mendadak, dan ngajak Roy ikutan antri.

Antrian dibagi menjadi tiga bagian, sesuai dengan tiga karakter yang ada untuk diajak foto bersama, Mickey, Minnie, dan Goofy. Berhubung kemaren udah foto sama Mickey dan suamiku big fan-nya Goofy, kali ini, kami langsung menyelipkan diri ke antrian sahabat Mickey Mouse itu.

Tiga puluh menit ngantri, akhirnya giliran kami tiba. We get a warm hug, and take a picture together.


Meskipun nggak ngomong sepatah katapun, keramahan terpancar jelas dari gerak-gerik Goofy. Doi ikut ngeliat hasil foto, memberikan pelukan hangat, dan melemparkan kisbay saat kami berjalan menjauh. He is too adorable I can't stop thinking about getting him home with me :p

Setelah dadah-dadah sama Mr. Goofy, kami menggelinding ke Port Discovery. Eh, lewatin wahana StormRider. Bermodal keyakinan, kami memutuskan untuk mencoba. Toh antriannya nggak panjang-panjang amat. Sambil nunggu waktu kami bisa ambil fast pass lagi.

StormRider adalah sebuah simulator ride yang mengambil tempat di sebuah pusat penelitian cuaca. Mekanisme ride-nya persis sama kayak Star Tours di TDL, tapi di StormRider, terdapat pre-show aka briefing sebelum kami masuk ke 'kabin pesawat penghancur badai' menjalankan misi.


Setelah itu, rombongan dipersilahkan masuk, duduk, dan mengenakan sabuk pengaman. Selang beberapa detik kemudian dimulailah pertarungan kami dengan badai ganas yang tentunya penuh rintangan.

Di titik ini, gue bau ngeh, kenapa pre-show di depan tadi perlu disimak. It definitely adds tense inside. Asli, seru, pinter, dan mengagumkan di saat yang bersamaan. A must ride indeed. Well done, DisneySea!

Sekeluarnya dari StormRider, ternyata kami udah bisa ngambil fastpass lagi. Langsung lari ke American Waterfront, tepatnya wahana Tower of Terror. Begitu fastpass-nya keluar, gue sempet syok liat jamnya. Ini serius baru dapet giliran setengah 10 malem? Manalah nggak lama setelah itu, fastpass ToT bener-bener ludes. Padahal masih jam 11 siang waktu setempat. Pada ngambil dari jam berapa sik? Subuh?

Udah ngantongin dua fastpass, kami memutuskan untuk jalan-jalan dulu. Nggak jauh dari ToT, ternyata ada wahana baru, Toy Story Mania! -- the only Pixar themed ride at DisneySea selain Turtle Talk (yang udah pasti kami skip, karena narasinya bahasa Jepang). Berhubung suamiku itu penggila Pixar, gue ajak doi untuk antri wahananya. 180 menit 'sajaaa' sih, tapi mau gimana? Fastpass-nya udah abis. Kalopun belum, kami belum bisa ambil fastpass lagi karena barusan banget ambil ToT.

Di luar dugaan, Roy ogah tiga jam berdiri dalam barisan, pun demi Toy Story. Namun kemudian, doi mengusulkan ide yang lebih ciamik. Apakah itu?

"Lah kita kan besok bisa back & forth DisneySea Disneyland. Ini sisain buat besok aja! Pagi-pagi, kita ke TDS dulu, trus langsung lari ke Toy Story Mania! buat ambil fastpass-nya. Jadi nggak usah antri, gimana?"

Hmm, good idea, actually. Tapi kalo up to me sih, mending sekarang aja nggak sih? Besok kan nggak ada yang tau. Kalo tau-tau besok Toy Story Mania!-nya tiba-tiba meledak maintenance kayak Journey to the Centre of the Earth, gimana?

Namun berhubung Roy kekeuh nggak mau ngantri, yastra. Daripada dipaksa trus doi bete, mendingan foto-foto aja yeuuuk.

Kenapa gayanya gitu sih, sayang?



Puas jalan-jalan dan foto-foto di American Waterfront, kami kembali ke Arabian Coast, masih dalam rangka sight seeing sambil nunggu jam main Indiana Jones.






Di tengah kesibukan berpose, Roy ngecek jam, dan ternyata kami udah bisa main Indiana Jones Adventure: Temple of the Crystal Skull. Langsung deh, terbirit-birit balik ke Lost River Delta, dan masuk ke jalur fast pass, sambil diliatin dengan tatapan membunuh sama yang nongkrong di antrian reguler. Daaagh, cyin!

Indiana Jones Adventure: Temple of the Crystal Skull adalah sebuah thrill ride yang terinspirasi dari film keempat Indiana Jones, enam tahun sebelum film-nya sendiri mulai shooting. Dengan konsep dark ride feat indoor roller coaster yang dilengkapi dengan efek-efek canggih seperti life like tornado dan rolling boulder, wahana ini menjanjikan sebuah pengalaman menegangkan; berhadapan langsung dengan kemarahan Crystal Skull sang guardian spirit dalam perjalanan pencarian Fountain of Youth.

The verdict? Seruuu! If you love Revenge of The Mummy di USS, you'll definitely love this ride, meski gue belum bisa menemukan jawaban kalo ditanya, "bagusan mana?". Kembali ke selera kali, ya... Intinya, sih, must try!

Agenda kami selanjutnya adalah mengeksplor Mermaid Lagoon, satu-satunya kawasan indoor dan children friendly di Tokyo DisneySea.



Kawasan ini di-design seolah berada di kedalaman laut, tepatnya di kerajaan King Triton, ayah princess Ariel (bukaan, bukan yang Peterpan...) berkuasa.




Sleepy Whale Shoppe! Gemetz ya?

Berhubung nggak ada yang kami kejar di kawasan ini, walhasil cuma jalan-jalan, liat-liat gift shop dan berakhir dengan beli cemilan karena sang istri ngotot kepingin nyicip Minnie Ice Bar.


Langsung nyesel lima menit kemudian, karena di luar windy bener. Bukannya nyari yang anget-anget, malah beli es...

Tapi tak apalah! Toh instagramable. Hihi.

(To be continued to part 2)


No comments:

Post a Comment