Monday, 25 January 2016

#Japaneymoon - Tokyo Disneyland (Part 2)

Disclaimer:

Postingan ini merupakan kelanjutan dari #Japaneymoon - Tokyo Disneyland (Part 1).

***

Dari Pirates of The Carrabean, kami menuju ke Westernland untuk ngambil fastpass Big Thunder Mountain. Berhubung jam mainnya masih sore, akhirnya kami balik ke Fantasyland lagi, dan menuju ke wahana Pooh's Honey Hunt.



Karena pake fastpass, lagi-lagi kami skip antrian, dan langsung sampe di depan kereta berbentuk honey pot. Gue dan Roy naik, lalu dimulailah petualangan kami bersama Winnie The Pooh dan kawan-kawan.

Buat gue pribadi, yang bikin ride ini beda dan seru adalah pergerakan dari honey pot-nya. Track free, dan karena digerakan oleh magnet, kecepatannya jadi unpredictable. Kadang cepet, kadang melambat, kadang muter, kadang ngepot-ngepot sampe bikin kaget.

Dekorasi di dalemnya pun ciamik sekali, didominasi sama partisi dengan bentuk lembaran-lembaran buku gitu. Sukaaa deh.




I know now kenapa Pooh's Honey Hunt jadi salah satu must ride di TDL. Unik dan seruuu! Kudu bin wajib naik ya!

Sekeluarnya dari Pooh's Honey Hunt, kami disambut dengan ramenya orang-orang yang duduk-duduk di sepanjang jalan. Liat jam, oooh pantesan, day parade Happiness Is Here udah mau mulai. Kami langsung ikutan cari tempat strategis buat nonton, lalu siapin kamera buat foto-foto.

Sialnya, ternyata batere kamera kami abis, karna kemaren nggak sempet di-charge. Gue langsung bete seketika. Musti banget nih, abisnya pas di Disneyland? :(

Terpaksa, ada sebagian foto yang terpaksa cuma diambil pake hp. Jadi, mohon maaf kalo resolusinya kurang ciamik yaa.

Kembali ke parade, tepat pukul 14.00 waktu setempat, kereta pertama akhirnya muncul! Tentu langsung menuai histeria pengunjung, termasuk gue. Ini bukan parade Disney pertama yang gue tonton, tapi kok rasa bahagianya masih meluap-luap tak terkontrol begini :")


Rombongan kereta lain mulai muncul mengikuti. Karakter yang berdiri di atasnya berdadah-dadah ria sama pengunjung yang mereka temui di sepanjang perjalanan. Sometimes they wink, or blow us a kiss.



Gue sibuk dengan kamera hp, cekrak cekrek sana sini, dadah-dadah heboh, sampe tiba-tiba sadar pipi gue basah. Lhaaa kok aku jadi nangis??

Curiganya sih terharu kemudian terbawa emosi, ya. Rasanya bener-bener masih kayak mimpi, gue berdiri di sini, berjarak nggak jauh sama tokoh-tokoh kartun yang dulu cuma hidup di layar kaca dan lembaran buku. They are alive and standing in front of me just now. Dreams do come true, doesn't it? :')

Roy, yang mungkin ngerti perasaan gue saat itu, nggak banyak ngomong atau nanya. Cuma ngerangkul sambil megangin tangan gue kenceng-kenceng. Ah my husband. My sweet and wonderful husband...

Tuhaaanku, terima kasih. I couldn't be happier.

Begitu parade selesai, kami menuju ke Tomorrowland untuk ngambil fastpass Buzz Lightyear's Astro Blasters. Kelar ngambil fastpass, kami jalan-jalan santai di Tomorrowland, karena sebelumnya belom mengeksplor daerah sini. Sibuk bolak balik Critter Country - Fantasyland meluluk.

Pas lagi jalan-jalan, eeeeh lewatin wahana Star Tours: The Adventures Continue. Ngintip estimasi waktu antrinya, ternyata 15 menit saja sodara-sodara! Okeee langsung masuk!

Wahana ini merupakan simulator 4D yang di-design dengan bentuk sebuah kabin pesawat. Berhubung 'kabin'nya banyak, kemampuan menyerap pengunjungnya pun besar. Makanya, antrian panjang mengular jarang banget kejadian di wahana ini.

Efeknya 4D-nya sendiri jempolan banget. In-vehicle effects-nya pun. Meskipun nggak nonton Starwars dan nggak paham narasinya (karena dibawakan dalam bahasa Jepang), surprisingly, I enjoy this ride very very much.

Must ride, pokoknya :)

Keluar dari wahana Star Tours, ternyata jam udah menunjukan pukul 15.00. Artinya, fastpass Big Thunder Mountain kami udah bisa dipake, nih. Langsung deh, balik ke Westernland, trus masuk ke jalur fastpass-nya BTM.

Big Thunder Mountain adalah sebuah roller coaster dengan scenery berupa mining town di Southwest America. Ceritanya, ada sebuah lahan penambangan yang terletak di sebuah gunung. Penambangan tersebut makmur dan menghasilkan, sehingga dibuatlah sebuah kereta sebagai alat transportasi untuk membawa biji tambang. Nggak disangka dan diduga, gunung tersebut ternyata tempat keramat bagi Native American setempat. Walhasil, dewa ngamuk, dan akhirnya menyebabkan tragedi besar berupa tsunami bagi mining town tersebut. Setelah bencana menimpa, kota tersebut akhirnya ditinggalkan penduduknya.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba, kereta yang ada di gunung tersebut jalan-jalan sendiri. Padahal engineer dan crew-nya nggak ada. Nah, pengunjung ditawarin untuk icip-icip naik possessed train di gunung terkutuk ini. Berani?


Berhubung gue suka banget sama yang namanya roller coaster, tentu rides ini jadi salah satu favoritku. Scenery-nya dibuat menyerupai konsep, dengan detail-detail yang mengagumkan. Meskipun agak kentang karena track-nya nggak se-ekstrim Space Mountain, I think Big Thunder Mountain is definitely one of must rides in Tokyo Disneyland.

Dari Big Thunder Mountain, kami menuju ke Adventureland untuk main Jungle Cruise: Wildlife Expeditions. Jungle Cruise di TDL ini persis sama dengan yang di Hongkong Disneyland. Yang beda cuma bahasa pengantarnya aja.

Intinya ya sama, kita naik ke sebuat boat, kemudian melakukan ekspedisi mengelilingi sungai, dengan animal animatronics di kanan dan kirinya. Animatroniknya mah nggak usah ditanya lagi ya. Udah pasti impressive. Tapi selain itu, gue nggak menemukan sisi spesial dari rides ini, sih. Jadi, kalo antrian pendek dan masih ada waktu, ya naik dong. Tapi kalo enggak pun, gapapa juga sih.

Turun dari Jungle Cruise, kami menuju Fantasyland karena si istri kepingin icip-icip masuk ke Cinderella's Fairy Tale Hall.


Begitu sampe di dalem, kami disambut oleh sederet lukisan yang menceritakan perjalanan Cinderella, dari masih jadi upik abu, sampe akhirnya ketemu sama Prince Charming.



Selain lukisan, ditampilkan juga beberapa diorama yang isinya berbagai artwork dengan bentuk dan material yang beragam. Ada yang terbuat dari kayu, kaca, porselen, akrilik, dan bahkan kertas.

paper sculpture diorama (source)

Interior istananya pun berbau-bau kerajaan beneran. Dari mulai curtain jendela, chandelier, sampe tahta milik si prinses syahrini.

See the rope? Biru lho, demi menyesuaikan color palette Cinderella. *keprok tangan* (source)



*congkelin*

Syakeeeep dan royal banget deh. Jadi kepingin nginep... (sape nganaaah?)

Kudu mampir deh pokoknya. Kapan lagi bisa jalan-jalan di istana kerajaan? Biasanya kan cuma bolak-balik istana boneka. :p

Berhubung perut laper, sekeluarnya dari Cinderella's Fairy Tale Hall, kami memutuskan untuk makan malem dulu. Langsung menuju ke Tomorrowland Terrace yang berlokasi di (of course) Tomorrowland.

Pilihan jatuh pada Tomorrowland Terrace karena Mickey Bread Sandwich-nya.


Rasanya biasa aja sih. Yang penting imutnya dulu, deh. Lagian kami laper, kok. Jadi lahap aja, tuh.

Kelar makan, kami ngesot ke wahana Buzz Lightyear's Astro Blasters yang nggak jauh dari Tomorrowland Terrace. Karena pake fastpass, lagi-lagi kami nggak perlu merasakan horornya antrian. Horeee!

Buzz Lightyear's Astro Blasters ini termasuk dark ride, yang mekanismenya persis sama dengan Perang Bintang di Dufan. Tau dong yaaa, tembak-tembakan pake skor itu lhooo. Yang membedakan, lagi-lagi, kematangan konsep dan eksekusinya.

Menurut gue sih, seruuuu! Wong sama Perang Bintang-nya Dufan aja aku suka kok, apalagi ini. Sayangnya, gue nggak terlalu mahir urusan tembak-tembakan (abis biasanya jadi yang di'tembak' sih...), jadi skor gue kalah jauh sama Roy.

Nevertheless, fun! Kudu naik!

Toon Town adalah tujuan kami selanjutnya. Selain kepengen liat-liat rumahnya Minnie, treehouse-nya Chip 'n Dale, dan paint house-nya Goofy, rasanya nggak lengkap kalo ke Disneyland tanpa sowan sama the mighty Mickey Mouse.

Antrian panjang yang kami temui nggak menyurutkan niat dan tekad. Pegel berdiri selama kurang lebih sejam, langsung ilang begitu karya pertama Walt Disney ini menyapa dan memeluk kami dengan hangat.

yaaay!

Selesai foto, kami keluar dari rumahnya Mickey, lalu langsung bergabung dengan barisan orang-orang yang nungguin Tokyo Disneyland Electrical Parade: Dream Lights.

Tepat pukul 20.00 waktu setempat, train pertama tiba di depan mata. Lagi-lagi gue langsung sesek nafas. It was very magical and beautiful I almost lost my breath.






OMG! My favorite princess with his prince, liwaaaat persis di depan mata. HISTERIS SHAY.


Meskipun udara mulai dingin dan kaki mulai pegel, excitement dan kebawelan gue sedikitpun nggak berkurang. Roy aja sampe heran. Gue nggak berenti dadah-dadah, teriak-teriak manggil beberapa dari mereka yang berdiri di atas kereta (kampungan amat, sist...), dan foto-foto meskipun cuma pake hp.

Ketika parade usai, I couldn't help but feel sad. Yaaah, kok udahan? We want more! We want more! *kemudian dilindes sama kereta*

Selesai nonton parade, gue dan Roy jalan-jalan tanpa tujuan, sambil menikmati Disneyland di malam hari. Ada beberapa popular rides yang belum sempet kami coba sih, kayak Space Mountain, Monster Inc. Ride & Go Seek (ditutup ngedadak karna ada masalah teknis, huhu), dan Mickey's PhilharMagic. Namun berhubung fastpass-nya udah pada ludes dan antriannya memaksa gue ngibarin bendera putih, akhirnya diputuskan, bahwa ketiga rides tersebut bakalan kita coba di hari ketiga aja.

Jadi fix extend, nih?

EYM.

Sebenernya udah ketebak. Namanya udah nginjekin kaki ke Disney parks, mana pernah mau sebentar sih gue? Kalo memungkinkan tiga taun nginep di sana juga pasti dilakuin...

Anyway, aku bangga sekali sama prestasi kami berdua di TDL hari ini. Meskipun sampe pulang Roy masih nyebut Dumbo The Flying Elephant dengan 'Gajah Beledug', kegesitan kami menuai penggunaan fastpass secara maksimal. Hampir semua popular rides sempet kami icip, namun tetep tak ketinggalan nonton parade. Hebaaaat! Semoga hal yang sama terulang di TDS besok. AMIN!

Sekitar jam 9 kurang, kami menuju ke depan Cinderella Castle untuk nonton Once Upon a Time. Berhubung telat, dapet tempat berdirinya di belakaaaang banget. Kalo mau dapet best spot, kudu coba peruntungan lewat lottery (cara dapetnya sama kayak fastpass, tinggal scan tiket aja di mesinnya, tapi untung-untungan, bisa dapet bisa kagak), atau nge-take-in tempat dari jam 6 sore. Buseeet, demi yaak?

Ah ya, Once Upon a Time adalah sebuah projection show yang dilakukan di istana-istana Disney Parks. I've seen it before at HKDL, cuma beda narasi... dan kualitas. Yang di Tokyo cakep bangeeet, mamaaah... meskipun aku tak faham bahasanya. But still... *nangis berlian*

Narasinya bercerita tentang Mrs. Potts yang lagi cerita bedtime stories buat Chip. Di dalem bedtime stories itu, terdapat potongan-potongan cerita Alice in Wonderland, Tangled, Cinderella, Peter Pan, Snow White & the Seven Dwarfs, The Many Adventure of Winnie the Pooh, dan tentu saja, Beauty & the Beast. Lengkap dengan soundtrack dan permainan cahaya.

Breathtaking.

Show ditutup dengan rentetan ledakan kembang api. Gue sampe tepok tangan sanking bagusnya. Standing ovatioooon!

Kelar nonton, kami nggak mampir ke mana-mana lagi. Langsung memutuskan untuk pulang, karena badan udah minta di-charge, dan kudu istirohat cukup supaya besok fit. Meskipun ada rasa sedih yang familiar setiap kali melangkah keluar dari Disney Parks, gue berusaha menegar-negarkan diri sendiri. Lagian, besok kan bakal balik lagi? Wong mau ke Tokyo DisneySea. Sooo, thank you for today, and see you again, Tokyo Disney Resort! *pasang timun di mata* *ngorok*


6 comments:

  1. selamatt,,,sukses main ride yg ngetop #kangen TDL

    ReplyDelete
  2. Ahhh aku yang baca jadi emosional juga deh kak Sarah :')

    ReplyDelete
  3. I.. itu serius sar tiba-tiba nangis aja gitu di depan parade gitu? \:o/

    ReplyDelete
  4. Pit Aq : YAAAY! Ayo dong ke TDL lagiii. Nanti aku intip-intip fotonya di IG, sambil nostalgiaaa :p

    Fradita : HUAAAA *group hug* :')

    Kresnoadi : HAHAHAHAHA iyaaaak, lebaaaay yaak. Emang bakat drama queen nggak bisa boong :))

    ReplyDelete
  5. Aaak Sarah dreams come true banget ya liat tokoh-tokoh masa kecil ada di depan mata gitu, kebayang sih aku juga bakal sama histerisnya kayak kamu kalo ke Disneyland. Ayo lanjutin cerita Disneyseanya

    ReplyDelete
  6. Icha : Hihihi iyaaah. Tiap ke theme park gitu, aku emang cenderung emosional sih. Pertama kali ke USS dan HKDL juga pulangnya nangis :))) Si lebaaaay emang.

    Sabar yaaa, tulisan DisneySea-nya belum selesai nih. Huhu. Tapi tetep tungguin yaa <3

    ReplyDelete