Friday, 13 November 2015

The Last Witch Hunter

Udah lamaaa banget sejak terakhir kali gue dan Roy nonton berdua. Kesibukan persiapan nikah, hari pernikahan, pindahan rumah, Japaneymoon, sampe deadline kerjaan yang selalu mengejar, selalu menjadi penghalang untuk sebuah kencan seperti yang dulu sering kami lakukan.

Untungnya, kemaren, tepatnya Rabu malam, akhirnya kami berhasil nyocokin jadwal dan menyingkirkan sejenak seluruh kesibukan untuk menikmati waktu berdua aja. Rencana acaranya pun sederhana, cuma nonton di bioskop sepulang kerja.

Kebalikan orang-orang, kami milih nonton The Last Witch Hunter (TLWH), karena untuk Spectre, Roy berencana bikin nobar sama papa mama. Lagipula buat (yang ngaku-ngaku) fans Vin Diesel macem akyu, masa lebih milih Daniel Craig ketimbang Mas Vin, sih? Apa kata dunia nantiii?

(padahal dunia nggak peduli juga, sik, sist...)


Anyway, kelar beli tiket, kami beli popcorn, lalu langsung masuk studio untuk nonton upcoming movies trailers. Nggak lama setelahnya, lampu dipadamkan, tanda film akan segera dimulai. Di scene pembukaan, gue nengok ke Roy dan baru kepikiran buat nanya, "Ini film apaan sih? Bukan horror kan ya?"

Jawaban dari Roy cuma gelengan, sementara matanya nggak lepas dari layar, dan tangannya nggak berenti nyuap popcorn. Okelah, berarti nggak serem, kan ya?

Memutuskan untuk percaya, akhirnya gue duduk dan mulai menyimak filmnya.

TLWH bercerita tentang Kaulder (Vin Diesel), seorang witch hunter yang hidup karena dikutuk menjadi immortal oleh seorang Witch Queen di abad pertengahan. Witch Queen, yang selalu ingin memusnahkan seluruh manusia di muka bumi lewat wabah, berhasil dikalahkan oleh Kaulder. Namun sebagai gantinya, ia di'hadiah'kan kehidupan abadi.

Beratus-ratus tahun setelahnya, Kaulder masih bekerja sebagai witch hunter untuk sebuah organisai bernama The Axe and Cross, yang dibuat untuk menjaga kedamaian antara penyihir dan manusia. Dalam tugasnya, Kaulder ditemani oleh seorang Dolan, pendeta yang tugas utamanya adalah menjaga dirinya.

Masalah timbul ketika The 36th Dolan (Michael Caine), ditemukan meninggal secara misterius, tepat di malam pensiunnya. Kaulder yang curiga, memutuskan untuk mencari tahu penyebabnya bersama dengan The 37th Dolan (Elijah Wood).


Dugaannya terbukti benar. Di apartemen The 36th Dolan, ditemukan jejek old dark magic yang seharusnya udah lama terkubur bersama Witch Queen. Nggak cuma itu, dia juga menemukan sebuah pesan yang ditinggalkan oleh The 36th Dolan sebelum ia meninggal.

Demi mendapatkan petunjuk lebih jauh, ia pergi ke sebuah witch bar untuk membeli memory spell. Di sinilah ia bertemu dengan Chloe (Rose Leslie), pemilik bar tersebut. Namun, ketika akhirnya ia mampu menyingkap apa yang terjadi setelah mati suri-nya, kiamat baru telah menanti di depan mata...

***

The movie was sooo damn tense, sampe di tengah film, jantung gue teriak-teriak minta time out. Nggak terhitung berapa kali gue musti nahan nafas karena deg-degan, takut, tapi juga amaze dan kagum di saat yang bersamaan. Kombinasi ide cerita yang menarik dan eksekusinya pun ciamik emang selalu melahirkan karya yang luar biasa.

Sembah sujudku juga kepada casting team-nya. You did a briliant move by choosing Vin Diesel as Kaulder. Bener-bener pas karakternya sama wajah, suara, perawakan, dan gaya Mas Vin. I can't think anyone else to be Kaulder rather than him. Saluuut!

Twist di klimaks-nya pun aku suka. Aslik, betrayal tuh emang bumbu paling sedap yaaa. #haseg

Gue dan Roy nggak berenti ngebahas film ini, bahkan ketika kami berdua udah dalam perjalanan pulang ke rumah. Begitu banyak yang kami diskusikan, dari mulai plot ceritanya, karakter-karakter, sinematografinya, bahkan sampe efek-efek keren dalam pertarungannya. Sampe lupa napas deh.

Buat gue dan Roy, ukuran keberhasilan sebuah film emang simpel banget. Sesederhana pertanyaan ini:

Akankah anda membicarakan film tersebut lagi dan lagi di luar bisokop? Kalo jawabannya iya, kemungkinannya cuma dua; 1. Filmnya bagus banget. 2. Filmnya super zampah.

Dan untuk The Last Witch Hunter, nggak diragukan lagi, tentu yang nomor satu-lah alasannya :)

4 comments:

  1. Setuju ci! Filmnya seru tapi bikin dagdigjder.. apalagi pas ratunya nongol :))
    Baru nonton semalem abis liat review ci sarah. Ga nyesel dah nontonnya :D

    ReplyDelete
  2. Setujuuuu! Ini padahal agak underrated ya, tapi so damn cool. Walaupun bunuh terakhirnya gitu doang sih, tapi efek (dan Chloe tentunya) keren abis. \:p/

    ReplyDelete
  3. Kresnoadi : Iyaaaak, sayang ya, final battle-nya nggak terlalu epic. But still, kereeeen kok overall. Sukaaaa bener sama Vin Diesel di sini! Dan iyaaa, Chloe-nya cakep yaaaak :))

    ReplyDelete