Tuesday, 24 November 2015

#Japaneymoon - Universal Studios Japan (Part 1)

Senin, 19 Oktober 2015

Ini adalah kunjungan perdana gue ke cabang Universal Studios selain yang di Singapore. Kalo sama USS udah hapal (dan cinta) mati, kali ini, mari kita mencoba mengenal lebih dekat Universal Studios Japan (USJ).

USJ dibuka dan diresmikan di Osaka, Jepang, pada tahun 2001. Jadi, usianya udah lumayan ya, 15 tahun. Theme park ini merupakan cabang Universal Studios pertama yang ada di luar wilayah US. Seperti USS, di dalem, USJ juga dibagi menjadi beberapa area, seperti New York, San FranciscoHollywood, Jurassic Park, Amity Village, Universal Wonderland, sampe yang teranyar, The Wizarding World Of Harry Potter.

source

Warga Jepang, sangaaat amat mencintai theme park. They love theme park like there's no tomorrow. Bukan cuma doyan main wahana aja lho, tapi juga jajan-jajan, bebelian souvenir, sampe nonton parade. Di USJ pun begitu. Berhubung kebanyakan pengunjungnya adalah turis lokal, mereka kurang peduli sama turis internasional. Makanya, rides, show, sampe staff-nya kebanyakan hanya berbahasa Jepang. *Siap-siap bahasa kalbu tarzan*

Berhubung cintrong, warga Jepang jadi doyaaan bener bolak-balik theme park, meskipun sebenernya mereka udah apal mati. Walhasil, theme park di Jepang hampir nggak pernah sepi, kecuali pas hujan. Bahkan pas weekdays aja, tetep penuh. Gue sampe curiga, ini pasti ada seribu kantor dan seratus sekolah yang memutuskan untuk cabut rame-rame yaaa?

Untuk mengantisipasi keramaian tersebut, USJ juga menyediakan express pass, meskipun mekanismenya sedikit beda dengan USS. Di USJ, express pass tidak berlaku untuk semua permainan (a.k.a terusan) seperti di USS. Tipe express pass yang dijual di sini ada tiga macam, yakni Universal Express Pass 3, 5, dan 7. Angka tersebut mewakili jumlah atraksi. Jadi misalnya beli Universal Express Pass 5, maka express pass tersebut hanya bisa digunakan sebanyak lima kali. Abis itu, kembali ngantri kayak rakyat jeloto.

Karena keterbatasan duit, akhirnya kami memutuskan untuk nggak beli express pass. Nikmati sajalah, antri wahananya. Nggak ada seninya juga kan, kalo ke theme park tapi skip antrian? #UjarSiMiskin

Berhubung nggak pegang express pass, sedari di Indonesia, gue udah wanti-wanti Roy untuk dateng dan pulang tepat waktu. By tepat waktu, means, kami udah kudu nangkring di pintu gerbang sebelum USJ-nya buka, dan baru keluar setelah ada pengumuman USJ bakalan tutup.

Tapi, prakteknya mah, tentu rencana tinggal rencana.

Pagi-paginya, kami udah agak telat gegara susah bener pisah sama bantal. Belum sempet sarapan pula, dan berujung kudu mampir dulu ke Lawson deket USJ untuk beli Onigiri, karena Roy bersikeras harus sarapan dulu sebelum masuk. Padahal gue mah, udah kepingin sprint ke dalem, nggak peduli perut kosong melompong.

Kelar makan, kami masih menyempatkan diri untuk pose-pose di gerbang dan globe, karena kayaknya, dosa ya kalo nggak setop buat foto sama landmark-nya Universal Studios.



Akhirnya, kami baru masuk ke USJ kurang lebih setengah 9, which is telat setengah jam dari waktu bukanya. To take matter worse, baru jam segitu aja, express pass-nya udah ludes semua. Metong mak, bakal kayak apaan nih ramenya? *nangis*

Begitu masuk, seperti yang gue takutkan, kami disambut sama kerumunan orang di mana-mana. Hello, warga Jepang, ini hari Senen lhooo. Monster daaay! Ngana kok malah pada ke sini, sik? Nggak dicariin emang sama bosnya?


Nggak cuma rame sama pengunjung biasa macem gue dan Roy, USJ juga dipadati sama pengunjung berkostum unik dalam rangka Halloween. Yang paling sering kami temui adalah pasukan turtle neck kuning gonjreng dan overall jeans aka Minions, lalu disusul long sleeve garis-garis putih merah aka Wally, trus baru yang common kayak suster (ngesot?), polisi, dan bunny girl. Tak lupa fake blood-nya, qaqa.




For your information, di Jepang, they take Halloween very very seriously. Bahkan gue rasa, lebih heboh ketimbang di Ameriki-nya sendiri. Makanya nggak heran, theme park macem USJ ini rame bener sama mereka yang kepingin merayakan Halloween, lengkap dengan kostum dan dandanan yang super niat. Ditambah lagi, Universal Studios kan lagi ngadain Halloween Horror Nights, tuh. Makin-makin deh, penuhnya.

Satu lagi perbedaan USJ dengan USS berkaitan dengan HHN adalah, di USJ, pengunjung bebas mengenakan kostum dan topeng, sedangkan di USS nggak boleh, demi keamanan dan kenyamanan pengunjung lain. Trus, kalo di USS, HHN baru dibuka setelah USS-nya tutup, sedangkan di USJ, ruhan yang meramaikan HHN mulai beroperasi sejak USJ-nya buka. Tiketnya pun nggak dijual terpisah, alias udah bundling sama tiket masuk USJ-nya. Jadi, kalo mau sowan sama hantu di HHN USJ, monggo lhooo. Sekalian, trus nggak usah nunggu Maghrib, lagi.

Tapi lo aja yaaa. Gue dan Roy sih udah langsung geleng kepala di kesempatan pertama. Makazeh, sist. Yang di Singapore aja udah mau ngompol, apa kabar yang di Jepang?

Kami berdua beralih kepada atraksi yang ramah sama jantung dan mata aja, deh.

First stop, The Amazing Adventures of Spider-man - The Ride 4K3D.

saranghae... Bang Andrew Garfield!

Sebenernya rada aneh ya, kok Spiderman tiba-tiba bercokol di Universal Studios? Dese bukannya kelahiran Marvel yang kemudian diadopsi sama Sony yak?

Meskipun masih kebingungan mencari alasannya, mumpung wahananya ada di sini dan ngantrinya pendek, mari kita cicip!

Ternyata oh ternyata, modelnya kayak Transformers The Ride di USS... hanya dengan bahasa yang gue nggak ngerti. Udah gitu, subtitle pun tak tersedia di sini. Jadi yaudah, tebak-tebak buah manggis aja yaaak, itu pada ngomong apa...

Efek 4D-nya sendiri lumayan seru sih, meskipun IMHO, masih kalah jauh sama Transformers-nya USS. So, I give The Amazing Adventures of Spider-man - The Ride 4K3D 7/10.

Atraksi selanjutnya adalah Back To The Future - The Ride, yang berlokasi di San Francisco.

The Famous DeLorean!

Wahana ini sebenernya merupakan adaptasi dari film Back To The Future. Roy, yang kepingin mengenang masa kecil bersama filmnya langsung narik tangan gue untuk antri. Gue sendiri nggak pernah nonton Back To The Future, sih. Tapi udah di sini, mari main!

Lagi-lagi bengong, karena seluruh narasi wahana di-dubbing ke dalam bahasa Jepang. Gue terpaksa bolak-balik nanya sama Roy karena udah nggak nonton filmnya, pemutaran BTTF Japanese version ini juga nggak mencerahkan sama sekali.

Ride-nya sendiri, eerr, kentang ya. Actually bisa bagus banget sih, seandainya teknologi 3D-nya di-update. Curiganya, BTTF - The Ride ini masih menggunakan efek 3D generasi pertama... tapi di tahun 2001. Jadi kalo mainnya sekarang mah, ya oldies banget berasanya. So I think I will give Back To The Future - The Ride 6/10.

Keluar dari BTTF, tiba-tiba kami disambut sama sekumpulan manusia yang lagi duduk-duduk di pinggir jalan. Langsung cek-cek map dan jadwal, ternyata bentar lagi bakalan ada street show! Even better, Minion Fever Street Show! YAAAY! Langsung cari tempat buat nonton juga.

Beberapa menit kemudian, masuklah sebuah truk, yang membawa lima makhluk pecinta pisang ini.


Mereka kemudian turun, lalu joget-joget tiada henti. Gemeeets! *karungin* *bawa pulang*


Meskipun gue nggak paham narasi, lagu, dan jalan ceritanya, ngeliat mereka goyang-goyang dan loncat ke sana ke mari aja udah membahagiakan sekali, ya. No wonder sooo many people love them :")

Kelar nonton, kami menuju ke Backdraft, yang terletak nggak jauh dari BTTF, karena lokasinya masih di San Francisco.

Backdraft ini bukan wahana sih, sebenernya. Soalnya, kita diajak untuk ngeliat bagaimana cara membuat efek dalam sebuah film. Film action ya, tentu saja. Soalnya kalo film drama, efek yang dibutuhkan paling cuman angin dari kipas buat nerbangin rambut, kaaan.

Buat yang udah pernah ke USS, Backdraft ini sejenis Lights! Camera! Action!-nya Steven Spielberg. Hanya beda tema film, set, dan tentu saja, bahasanya.


Gue hampir bobok pas narasi, karena blas nggak tau yang bersangkutan bilang apa di layar. Huhu. Tapi langsung melek pas bagian efek-efeknya, dan kejutan 'manis'-nya di akhir set. IHHH SERUUU! So, 8/10 for Backdraft!

Dari San Francisco, kami bergerak menuju ke Amity Village untuk icip-icip wahana JAWS. Sebelum masuk, foto dulu.


Meskipun antriannya sejam, gue kekeuh bertahan, karena menurut review yang beredar di internet, JAWS indang merupakan salah satu must ride di USJ. Untung juga kami bawa pocket wi-fi. Jadi nggak garing-garing amat selama nunggu.

Dan buat gue pribadi, rides ini menarik banget, karena ambience-nya udah dibangun sedari kami mulai antri. Jadi, ceritanya, kami-kami yang ngantri ini adalah turis yang sedang berkunjung ke Amity Tourist Center untuk sight seeing.


Abis itu, petugasnya akan mengantar kami menjelajah lebih jauh desa Amity dengan sebuah kapal. Kapal kami dipandu oleh seorang tour guide, yang lagi bagi-bagi informasi seputar desa. Bagian ini tentu gue nggak faham ya, karena doi ngomong bahasa Jepang.

Tapi di tengah perjalanan, tiba-tiba dese panik, karena kami melintasi sebuah bangkai kapal yang hancur dan nyaris tenggelam. Dari kerusakannya, sepertinya kapal tersebut diserang seekor Hiu. Makin cemas dan bingung lah tour guide kami. Meskipun ga tau apa yang dia omongin, kerasa banget bahwa dia nggak tau harus gimana, dan ketakutan sama tanda-tanda kemunculan Hiu tersebut. She tries to calm down us down, tapi tentu not working yaaa, wong ngana aja pucet, kok nyuruh kami tenang. Zzz.

Abis itu, bener aja, bok. Si Hiu-nya muncuuul! *pingsan*

Kami terlibat kejar-kejaran, dan tour guide kami berusaha melempar beberapa tembakan ke Hiu tersebut. Dammit, gue kok jadi tegang beginiii?

Ketegangan itu berakhir ketika sebuah ledakan menghanguskan sang Hiu. Kami kembali ke pelabuhan dengan selamat, tak lupa berbekal pesan dari sang tour guide, bahwa kami nggak boleh bilang siapa-siapa tentang kemunculan Hiu misterius tersebut.

Keprok tanganku untuk acting mbak-mbak tour guide-nyaaah. Asli gue nggak tau berapa kali sehari doi kudu muter-muter dengan kapal sambil teriak-teriak panik dan nembakin senapan begitu, but she manages to perform really really well and believable. Salut, aslik. Animatronik yang agak usang dan kasar pun jadi termaafkan deh.

So, 9/10 for JAWS!

Kelar 'kenalan' sama Hiu, kami memutuskan untuk mengistirahatkan jantung dengan foto-foto sama karakter imut Universal yang lagi-lagi bagi-bagi permen dalam rangka Halloween. Berhubung kebiasaan ketemu sama staff yang ramah-ramah di USS, tanpa ragu, gue langsung melangkah pasti mendekati seorang staff, untuk minta tolong fotoin gue dan Roy dengan Pink Panther. Bukan main kagetnya gue, ketika jawaban atas permintaan itu adalah, "NO! NO! I CAN'T!" sambil nyilangin kedua tangan di dada.

Gue membatu di tempat, kemudian hancur berkeping-keping sanking tengsinnya. BUSEEET DEH, mbaknyaaah, sensi much? *empanin buat cemilan Hiu*

Yastralah, kami foto-foto sendiri aja.





Puas foto-foto, kami melipir nonton Sesame Street 4D Movie Magic yang berlokasi di Hollywood.

Lagi-lagi tak ada subtitle, jadi kami terpaksa cuma menebak-nebak apa yang dikatakan oleh Elmo dan kawan-kawan, sambil berusaha menikmati efek-efek 4D-nya. Lumilah ya, tapi menurutku tak spesial-spesial amat. Mungkin faktor tak paham ceritanya kali ya...

6/10 for Sesame Street 4D Movie Magic.

Sekeluarnya dari teater, kami jalan dikit, eeeh, ketemu Space Fantasy - The Ride. Tanpa pikir panjang lagi, langsung masuuuk!

Di depan wahana, terpasang sebuah papan pengumuman yang lumayan bikin gue ngakak dengan kening berkerut. Jadi, Space Fantasy ini semacem Spaghetti Space Chase, kalo di USS. Tapi, temanya petualangan menuju luar angkasa.

Nah, demi berpartisipasi dalam Halloween Horror Nights, wahana ini dibagi menjadi dua versi. Versi biasa, dari USJ buka sampe pukul 6 sore, dan Sadako version, dari jam 6 sampe USJ tutup.

Bok, Sadako version.

Ini kalo ada kesalahan teknis dan pas gue naik yang muncul yang versi Sadako, fix koit di dalem, deh.

Untungnya, enggak yaaa. Hehe.

Meskipun sempet berenti bentar di tengah jalan, entah karena apa (yang mana menyebabkan gue jerit-jerit panik), surprisingly, wahana ini cukup seru lho. Di dalem pun, scenery-nya cantiiik sekali. Sukaaak. I will happily give this ride 9/10. Kalo ke USJ, kudu coba, ya!

Kelar main, berhubung perut udah krucuk-krucuk, kami memutuskan untuk makan dulu di Louie's N.Y. Pizza Parlor, karena daku ngidam pasta.



Both pasta and pizza here are delicious. Horeee! *jilatin piring*

(to be continued to part 2...)


9 comments:

  1. Ke theme park emang selalu asik ya. Lumayan banyak juga naik ride-nya kak dari pagi sampai makan siang. Ditunggu cerita di USJ selanjutnya :)

    ReplyDelete
  2. wah surprisingly banged ada stafnya nolak motret! Sy ke sana th 2000, sempet difotoin,, kl stafnya lg lieur wkt itu :D Tp personally, sy emang gk ngefans sm USJ krn nggak hobi nonton film. Dulu paling hepi hy di Snoopy n friends, maen mini roller coaster kls anak2 LoL
    Nah yg di wahana Indiana Jones cukup bikin mules #gk suka jet coasteran ;'(
    Makanya ke USJ, sekali cukup lah... Anak sy blm pernah ke USJ, udah merengek2 taun lalu, ternyata taun dpn, jatahnya : tour ke USJ dg temen2 seangkatan (tour perpisahan kls 6 ke kyoto - nara - osaka).. anak kls 6 bok...SD negeri pulak #ortunya ngitung receh dari sekarang....

    ReplyDelete
  3. RALAT : th 2002 bukna 2000 #nulis sambil mabok LoL Mgkn krn baru buka ya stafnya msh belum repot2 jd msh mau motret2 pengunjung :D

    ReplyDelete
  4. Aaaak seru banget ke USJ, sayang aja bahasanya Jepang semua. Ditunggu lanjutannya apalagi yg di Wizarding World Harry Potter, Sar!

    ReplyDelete
  5. Fradita : Hihihi iyaaah, padahal ngantrinya lumayan-lumayan lho. Nantikan part dua-nya yaa ;)

    Pit Aq : Iyaa, mungkin pengaruh baru buka juga yaaa. Tapi nggak semua staff USJ begitu koook, mungkin kebetulan aja aku dapet yang judesnya ngalahin mami tirinya Cinderella. Hihi. Indiana Jones di Disneysea, bukan ya? :D

    Wuaaah enak banget mau field trip ke USJ! Aku ikut dooooong! *pake topi kuningnya Shinchan*

    Icha : Iyaaah! Hihi, nantikan Part 2-nya ya! :D

    ReplyDelete
  6. Wow that was strange. I just wrote an incredibly long comment but after I clicked submit my comment didn't show
    up. Grrrr... well I'm not writing all that over again.
    Regardless, just wanted to say fantastic blog!


    Visit my blog post; Shelly Sun

    ReplyDelete
  7. Anjir gue bayangin yang JAWS itu mbaknya itu kalo pindah ke indonesia langsung jadi artis sinetron aktingnya pasti mumpuni banget itu. :))

    ReplyDelete
  8. Kresnoadi DH : HAHAHAHAHAHA :)))))

    ReplyDelete
  9. Lain kali ke USJ, coba datang pas November supaya bisa enjoy Universal Wonder Christmas. Pertunjukan drama musikal/laser mapping/kempang api/drone “The Gift of Angels II ~The Song of an Angel~ itu keren sekali. Fantasmic di Disney Sea kalah deh...

    ReplyDelete