Thursday, 8 October 2015

Halloween Horror Nights 5 - The Trip (Part 1)

Senin, 28 September 2015

07.00 When it comes to Singapore, maka excitement dan cinta gue masih dan akan selalu sama seperti saat kami pertama kali bertemu. Thanks to USS and RWS, Singapore jadi punya tempat spesial di hatiku. Ciyeee. Nggak heran ya, meskipun tadi malem tidur jam dua subuh karena belum sempet packing dari kemaren, hari ini, gue tetep bangun pagi... dengan semangat. Nggak pake loyo, nggak pake ngantuk. Semangat empat lima, kayak abis minum ekstrajos campur jamu kuat!

Gue segera mandi, dandan, dan ngunci koper. Sebagai anak soleha, tentu tak lupa pamit sama papa dan mama. Selesai siap-siap, ternyata Roy udah nangkring di teras. Segeralah kami berangkat ke bandara, dianter sama adek gue sebelum doi ngampus.

Sampe bandara, kami check in dan drop bagasi dulu, kemudian ngurus imigrasi. Berhubung ini merupakan kali pertama gue bakal nyobain pake mesin e-paspor, hati langsung dag dig dug. Gue kan gaptek, ya. Bisa nggak nih, kira-kira, pake mesinnya? Susah nggak sih, caranya? Kalo salah pencet trus meledak, aku kudu apa?

Untungnya, kekhawatiran gue ternyata berlebihan (emang selalu, sist...). Setelah dicoba, gampil kok, langkah-langkahnya. Sayang aja ternyata mesinnya nggak bisa mendeteksi sidik jari gue. Alhasil, approval-nya tetep harus dilakukan manual sama petugas. Owalaaah.

Yastralah. Urusan imigrasi kelar, kami melipir sejenak ke Old Town White Coffee untuk nyarap. Pesen sepiring berdua sama Roy, karena bokek ntar di pesawat, kami bakalan dapet makan siang. Jadi sekarang ganjel (pintu, kali ah) ajalah. Ganjel, kok pake rendang...

Selesai makan, kami segera menuju ke gate untuk nunggu boarding. Duduk dan nunggu nggak sampe sepuluh menit, tiba-tiba terdengar pengumuman bahwa pesawatnya udah siap. Penumpang dipersilakan masuk. Yaaash!

Ini adalah kali kedua gue terbang dengan Garuda Indonesia. Seperti pengalaman pertama gue, I have nothing to complain about. Dikasih bantal, in flight entertainment-nya seru, mugari-nya cantik-cantik, dan yang paling bikin bahagia: dessert-nya enyaaak!

best thing happened during the flight

Kurang lebih satu setengah jam kemudian, kami mendarat dengan selamat di Changi Airport. Hello again, Singapore! *cium tanah*

Kami langsung ngibrit cari wifi ngurus imigrasi dan ngambil bagasi, karena takut chauffeur yang ditugaskan untuk menjemput kami nunggu lama. Begitu administrasi bandara beres dan bawaan udah di tangan, kami segera menuju ke gate kedatangan, kemudian manjang-manjangin leher untuk nyari Mas Jack, sang chauffeur.

Sepuluh menit mondar-mandir dan nggak ketemu, akhirnya gue menghubungi Mbak Anggi, communications representative Resort World Sentosa, untuk nanya di mana kira-kira Jack nunggu. Ternyata oh ternyata, miskom menyebabkan kami berdua... tertinggal. Hihi. Jadi, Jack-nya udah on the way ke RWS dengan Nisa, seorang perwakilan media dari Indonesia, tanpa tau ternyata dia kudu jemput tiga orang. Akhirnya, doi terpaksa puter balik lagi deh. Maaf yaaa, Jack.

Di jalan, kami berempat ngobrol seputar kabut asap yang saat itu sedang melanda Singapore. Asap tebal kiriman dari Indonesia membuat masyarakat Singapore terpaksa beraktifitas dengan menggunakan masker selama beberapa hari belakangan. Untungnya, hujan yang mulai sering turun membantu menghapus kepulan asap yang mengepung. On behalf of my country, I would like to apologize yaaa, Singaporeans :( Semoga udara segera kembali normal, amiiin.

14.10 Nggak terasa, kami udah memasuki komplek Resort World Sentosa. Sesampainya di lobby Hotel Michael, Jack membantu kami menurunkan muatan, kemudian pamit. Kami segera masuk, lalu check in. Pas lagi proses check in, Mbak Anggi tiba-tiba muncul untuk menyapa kami semua. Begitu kunci kamar di tangan, kami dipersilakan untuk beristirahat. Baru janjian ketemu di lobby jam 6 waktu Singapore, untuk dinner, kemudian dilanjutkan dengan acara preview Halloween Horror Nights 5. Yaaay!

Setelah dadah-dadah sama Mbak Anggi, kami bertiga menuju ke kamar masing-masing. Gue bebenah bentar, foto-fotoin kamar hotel untuk di-review di sini, kemudian langsung black out alias bobok. Siapin tenaga, ceritanya, buat entar malem.

17.30 Shyt! Gue bablas! Niatnya bangun jam 5, eeeh keterusan. Tanpa ngulet-ngulet lagi, gue langsung mandi bebek, pake baju, bikin alis (yang ini beneran kudu, nggak bisa di-skip), lalu lari ngegedor pintu kamar Roy. Untuk doi udah redi. Kami berdua turun ke lobby, dan bener aja, Mbak Anggi dan Nisa udah nunggu di sana.

Kami berempat kemudian berjalan menuju ke Universal Studios Singapore. Tujuan kami adalah KT's Grill, where our dinner awaits us. Sesampainya di sana, kami dipersilahkan naik ke lantai dua, lalu menyantap makanan yang telah disediakan.

Actually, karena ini Singapore, sebenernya gue udah mempersiapkan diri untuk rasa makanan yang hambar nan tawar. Faktor kebanyakan lidah orang Indonesia udah biasa makan rempah-rempah yang medok, kali ya? Akhirnya ketemu makanan yang bumbunya light, udah pasti kesaru sama 'nggak ada rasa'. Jadi, sama sekali bukan salah koki Singapore-nya, sih. Emang dasarnya beda aja.

But to my surprise, seluruh makanan yang disajikan di KT's Grill ini tasty lho.

Sumpah ini punya Roy


Terutama Ayam Lemon-nya. Gue sukaaa banget. Sampe nambah lho, sanking endeus-nya. Dessert-nya pun enaaaak. Ih, syenaaang! Lain kali kalo ke USS makan di sini aja, ah! *catet*

20.00 Begitu perut kenyang dan hujan mulai mereda, seluruh peserta preview HHN 5 segera berkumpul di Lake Hollywood Stage untuk mendengarkan sambutan media. Di sini juga kami langsung dipecah menjadi beberapa kelompok berdasarkan negara asal, dibagikan jas ujan, kemudian diperkenalkan dengan guide kami di acara HHN 5.

Setelah itu, dimulailah eksplorasi terhadap haunted houses dan scare zones di HHN 5 satu persatu. Cerita lebih lengkapnya ada di sini dan di sini.

23.30 Gue dan Roy jalan balik ke hotel, kemudian berpisah menuju ke kamar masing-masing. Berhubung gue nggak bisa tidur dengan bada lengket karena keringetan tapi juga masih takut, akhirnya TV gue nyalain dengan volume sedang, dan gue terpaksa mandi dengan pintu kamar mandi... terbuka lebar. Huahahaha.

Mandinya pun cuma mandi bebek, dilengkapi dengan aksi buang muka setiap kali lewatin kaca. Kelar mandi, gue pake piyama, kemudian bersiap tidur... dengan seluruh lampu dan TV yang masih menyala. Hihi.

Asli deh, abis bolak balik masuk haunted house, hal terakhir yang gue pingin adalah sepi-sepian dan gelap-gelapan. Atut, ah.

Nggak sampe dua menit nyentuh bantal, langsung blaaas ngorok sampe besok. Groook...

Selasa, 29 September 2015

9.30 DUK DUK DUK!

"AIIIII!"

Gue melek pelan-pelan. Terang. Dingin. Baru mau merem lagi...

DUK DUK!

Oh, pintu. Itu pintu... digedor? Gue ngulet sebentar, turun dari ranjang, kemudian menuju ke arah pintu. Begitu dibuka, Roy muncul dan langsung ngomel, "Lama banget sih? Bangun ayok, sarapan!"

Gue yang masih setengah sadar, melanjutkan tidur dengan posisi berdiri di deket pintu. Omelan Roy sama sekali nggak digubris. Ajakan sarapan pun dianggep angin lalu. Aku masih ngantuuuk.

"Ai! Bangun doang ah. Mandi buruan! Aku laper! Sarapan yuk!"

Kamu kan yang laper? Sarapan sendiri aja gih... *kemudian langsung dikasih penghargaan wife of the year*

Berhubung gue takut batal dinikahan kalo ngejawab begitu, segeralah gue menyeret diri ke kamar mandi, mandi dan siap-siap, lalu dandan. Lima menit sekali, dipecut secara verbal sama Roy supaya cepetan.

Begitu gue kelar, kami berdua langsung turun ke resto Palio, kemudian sarapan.



Sarapannya semuanya lejaaat! Kalo bacon-nya mah nggak usah ditanya, ya. Default-nya emang udah menggoyang lidah. Tapi surprisingly, pancake-nya enak, hashbrown-nya crispy, sampe buah-buahan yang dihidangkankan pun manis. Ih, senaaang!

Selesai sarapan, kami naik ke kamar masing-masing untuk bebenah dan ngambil kamera, abis itu, turun lagi ke lobby untuk ketemuan sama Mbak Anggi dan rombongan lain.

11.00 To SEA Aquarium we off!



Ini adalah kunjungan gue yang ketiga ke SEA Aquarium. Tapi Puji Tuhan, excitement-nya masih tetep sama, tuh. Ciyeee, emang susah ya, kalo dari sananya cinta. Nggak kenal bosen.

Eh tapi, selain itu, tema SEA Aquarium kan emang selalu gonta-ganti, menyesuaikan season dalam setahun. Contohnya, tahun lalu, gue ke sini pas menjelang Natal. Dari mulai diver, sampe ornamen yang ada di dalam akuarium, semua mengacu pada hari raya tersebut. Beneran pake kostum Santa Claus lho, diver-nya. Gemets nggak sih?

Kali ini, tertu saja event-nya Halloween. Makanya, tema SEA Aquarium-nya sendiri adalah Spooky Seas. Jadi penasaran, bakalan kaya apa ya, di dalem?


ada batu nisannya lhooo

Tentu saja, spooky!

Shark Seas!

Tiap ke SEA ini, bawaannya tuh adem dan damai sekali, deh. Apa ya, resepnya?



Roy sampe ngedadak kepingin punya akuarium di apartemen. If only we have space...




Satu lagi yang bikin gue hepi adalah, panel-panel informasi di SEA Aquarium semuanya berfungsi dan terawat dengan baik. Jadi kalo kemari, jangan sekedar sight seeing, ya. Banyak banget fakta unik tentang dunia bawah laut yang sayang kalo dilewatkan.

Gue sendiri udah berikrar dalem hati, kalo punya anak nanti, mau (sering-sering) gue ajak ke sini, ah. Semoga selalu ada rejekinya, amiiin *lirik calon bapake*

PS: Di SEA juga lagi ada event SEA Monsters: Past & Present. Cek di http://www.rwsentosa.com/#Attractions untuk detail-nya, ya!

12.45 Setelah puas 'tenggelam' di SEA Aquarium, gue dan rombongan menuju ke ESPA untuk makan siang di restoran Tangerine. Begitu masuk ke ESPA, yang pertama kali muncul di pikiran gue adalah, "OMG, ini di Singapore, nih?"


Tempatnya asri beneuuur, deh. Bikin rilek. Lagian gimana bisa stress jugak kalo pemandangannya begini?

Dari restoran Tangerine pun, keindahan panorama ESPA masih bisa dinikmati. Eyegasm! Kapan-kapan harus banget ah, nyobain spa di sini... *masukin bucket list*

Karena judulnya di dalem spa, tentu Tangerine adalah restoran penganut healthy life style. Jadi, jangan harap ada ayam pop di sini, ya.


Sebenernya, pas denger kata healthy, hati gue langsung ketar-ketir. Abis, selama ini gue nggak pernah percaya mitos healthy food enak. Wong semua yang lejat dan aku suka nggak ada yang healthy :(

Tapi ternyata, gue salah lho. Healthy food ada juga yang enak... dan cantik. Contohnya, ya menu-menu yang tersedia di Tangerine ini.





Kecuali appitizer-nya karena gue nggak terlalu doyan Salmon mentah, semuanya sakses! Kaya rasa alias nggak tawar, ditata dengan komposisi warna yang serasi, dan pastinya, baik untuk kesehatan. Sayang ih porsinya mini. Padahal kalo enak begini mah, nambah lima kali juga hayuuuk.

Tapi abis itu buyar deh, esensi sehatnya. Hihihi.

(To be continued ke part 2 ya!)

No comments:

Post a Comment