Saturday, 22 August 2015

Inside Out - Review

Setelah tahun lalu Pixar libur merilis film karena The Good Dinosaur batal tayang, teaser Inside Out tentu menjadi angin segar bagi para penggemar film keluaran studio animasi di bawah naungan Disney ini. Ditambah lagi, film ini akan disutradarai oleh Pete Docter & Ronnie Del Carmen, Pixar mastermind yang telah menelurkan Up dan Finding Nemo. Didukung dengan Ide cerita yang orisinil dan unik, Inside Out menjanjikan sebuah film animasi yang segar dan baru, sehingga ditunggu oleh banyak penggemar film di seluruh dunia.

Tak terkecuali gue. Sayangnya, di Indonesia (dan Asia Tenggara), jadwal tayangnya mundur ke pertengahan Agustus 2015, di mana seharusnya, Inside Out udah mulai tayang per Juni 2015. Awalnya gue kira pengunduran screening ini dikarenakan Minions yang juga rilis di bulan Juni 2015. Tapi setelah browsing dan cari-cari info, kayaknya pengunduran ini dikarenakan Pete dan Ronnie, duo jenius di balik Inside Out, mau ngadain tour ke Asia Tenggara di awal Agustus 2015. Jadi, tayangnya nungguin mereka, deh.

Well anyway, akhirnya penantian panjang itu berakhir. Tanggal 19 Agustus akhirnya tiba, dan hari itu juga, gue dan Roy langsung ngacir ke bioskop terdekat.


Inside Out bercerita tentang Riley, dan emosi-emosi yang berputar di pikirannya. Ada Joy, Anger, Sadness, Disgust, dan Fear. Mereka berlima tinggal di dalam kepala Riley, yang dinamakan Headquarters.

One day, Riley dan keluarga harus pindah ke San Fransisco. Ia harus meninggalkan teman-temannya, tim Hockey-nya, serta rumah lamanya di Minnesota. Ia juga harus segera beradaptasi dengan lingkungan dan sekolah yang baru.

Hal ini diperburuk dengan absennya Joy dan Sadness dari Headquarters. Mereka tersedot ke dalam sebuah pipa yang melempar jauh, dan harus berjuang menemukan jalan untuk kembali.

Inside Out membawa gue melihat banyak emosi yang berkecamuk dalam diri Riley, serta petualangan Joy dan Sadness menuju ke Headquarters. Gue diajak melihat cara memproduksi mimpi, negeri imajinasi, pulau kepribadian, bahkan alam bawah sadar.

Adriandy benar. This movie makes a whole lot of things make sense. Asal muasal kenangan, tekad, fakta dan opini, random stuff we (don’t know why we) always remember (like a random gum commercial) and things we forget, perdebatan dalam kepala, hingga bagaimana sebuah emosi dapat berpengaruh kepada hal-hal tersebut.

I really really enjoy this movie.

Satu hal yang selalu gue sukai dari film-film Pixar adalah, most of them are very heartwarming (microwave, kali ah…). Pesan-pesannya sering kali sederhana, namun disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan sama sekali nggak terkesan menggurui.

I think this is one of the best Pixar movie, by far. Even better than Up and Finding Nemo. Ide ceritanya yang baru dan segar, attention to details yang begitu mengagumkan, logika cerita yang rapat dan rapi, serta eksekusi yang luar biasa, membuat gue hampir (AMASA?) nangis bahagia di dalem bioskop.

A truly masterpiece from Pixar masterminds. A definitely must-watch movie.

6 comments:

  1. ini film rilisnya di Indo hampir bareng sama BOS the Movie ya :O

    ReplyDelete
  2. aakk dari nonton trailernya aja aku udah kepengen banget nonton sar, cuma ga sempet mulu, huhuhu. semoga weekend ini masih ada ya

    ReplyDelete
  3. Surya Adhi : BOS itu apa ya? >.<

    Kak Presy : Pasti masih sih kak kayaknya, respon masyarakatnya bagus soalnya, hihihi. Harus nonton, pokoknya <3

    ReplyDelete
  4. Nangis gak? Aku nangis parah dong gegara Bing Bong. Huahahaha.

    ReplyDelete
  5. Hanna : Hihi, emang seru bangeeet kok! Nonton, deh :D

    Oliv : BEEEHH, aku mah sampe sesenggukan *ga santai* Roy lagi serius nonton sampe nengok trus bingung. Ini gue diapain kok tau-tau nangis bombaaaay :)))))

    ReplyDelete