Tuesday, 16 June 2015

Prewedding Photo Shoot - The Concept

Disclaimer:
Postingan ini ditulis berdasarkan opini pribadi yaa. Jadi sebelumnya, penulisnya mau sungkem mohon maap dulu, kalo sekiranya ada yang beda pendapat. Tos dulu yuk ah biar nggak slek!

-

Prewedding photo merupakan salah satu komponen dalam persiapan pernikahan yang paling banyak menyita perhatian gue dan Roy. Pasalnya, sejak awal, kami berdua sudah sepakat, bahwa kami pingin foto prewedding kami berbeza.

It doesn’t have to be luxurious, but it has to be different.

Gue nggak pingin foto prewedding yang 'isi'nya cuma pamer gengsi lewat lokasi, atau sekedar umbar kemesraan di depan kamera. Gue nggak mau prewedding photo yang hampir persis sama dengan jutaan capeng lain di luar sana.

Don’t get me wrong, I’m not against prewedding photo in Bali, Singapore, or even outer space. Also, I’m really fine with uber romantic prewedding photo.

But, I'm not into it. At all.

Pertama, karena gue anaknya agak (sok) anti mainstream. If everybody does that, gue biasanya jadi nggak kepingin, karena males kalo samaan.

Lagian bayangin deh, kalo ketemu foto prewedding yang sama persis plek ketiplek (posenya, tempatnya, outfit-nya) di 5 dari 7 kondangan. Sayang nggak sih sebenernya photoshoot sampe lima kali? Mendingan capengnya dikumpulin, trus gambreng. Yang menang, fotosyut, sisanya crop muka di photoshop aja. Lebih efisien, kan? *digebukin pake DSLR*

Parahnya lagi, gue nggak melebih-lebihkan lho. Gue dan Roy beneran pernah ketemu prewedding photo yang kembar siam begini. Bakal nangis nggak sih kira-kira pengantennya kalo sampe tau? :(

Kedua, karena mehong. Yailah, ternyata sebab musababnya adalah kere, sodara-sodara...

Yabes gimans, berhubung setiap ke wedding expo gue ditawarin prewedding di luar negeri atau pulau atau planet melulu, gue kan jadi tau kisaran rate-nya. Dan percayalah, angkanya fantastis. Yaiyalah ya, secara akomodasi fotografer, asisten fotografer, dan MUA kan kudu ditanggung juga. Masa berangkat berdua doang? Trus siapa yang fotoin? Prewedd pake tongsis?

Jadi, dari pada jatuh miskin, pilihan prewedding di luar negeri, pulau, apalagi luar angkasa udah pasti dicoret.

Ketiga, karena gue suka berasa rugi kalo jalan-jalan sama mas fiancé tapi statusnya belom halal buat bobok sekamar.

Manalah nggak bisa uhuy-uhuy, buking kamar hotelnya juga kudu dua. Kan rugi banyak...

Mendingan juga dananya sekalian gue kekepin buat nambah-nambah hanimun. Biar destinasinya bisa makin jauh. Timbuktu, misalnya?

Keempat (dan yang terpenting), karena gue selalu berharap prewedding photo kami berdua akan menceritakan sesuatu. Entah itu kesukaan atau hobi kami, profesi, kisah semasa pacaran, everything. Pokoknya bukan sekedar doing the same 'romantic' pose with no reason over and over again.

I always want our prewedding photo to be personal.

Itulah sebabnya kenapa akhirnya kami memilih conceptual prewedding photo.

Walopun artinya gue harus merogoh kocek lebih dalam, conceptual prewedding photo memungkinkan gue dan Roy untuk turut serta memilih tema besar dari foto prewedding kami.

Berhubung gue dan Roy sama-sama doyan nonton, konsep yang kami pilih adalah film porno. Ide ini awalnya datang dari sebuah foto replika poster film yang pernah gue liat pas gue SMA. Sanking kerennya, foto itu masih nempel di otak gue sampe sekarang. Puji Tuhan, waktu diskusi sama Roy, doi langsung setuju sama ide ini. 

Okedeh! Finally, for once in our lifetime, kami bakalan ngejajal jadi pemeran utama film-film yang selama ini cuman kami tonton di layar kaca. Seru banget nggak sih??

("Enggaaak...")

Pemilihan film-nya sendiri juga makan waktu lumayan, mengingat kami harus mempertimbangkan mungkin atau nggaknya set, properti, dan kostum film tersebut untuk diadaptasi. Macem The Amazing Spiderman gitu, udah pasti out of the list lah ya… Secara gue nggak ada mirip-miripnya sama Gwen Stacy, dan Roy nggak mungkin jadi Spiderman… for very obvious reason. *lirik perut buncitnya*

Tadinya sempet kepikiran film The Avatar (bukan yang The Last Airbender yak), tapi langsung ditolak mentah-mentah sama Roy. Dia langsung bergidik ngeri begitu gue bilang kayaknya seru kalo kita berdua dicat Biru. Mungkin karena doi lebih nyaman diwarnain ijo?

Lagian mau prewedd semi telenji begini? Bisa langsung beneran dipanah gue sama bokap...

Sinetron Indosiar juga terpaksa (amasa?) dicoret dari kandidat, secara kami berdua sama-sama takut naik Elang terbang.

Akhirnya, setelah bolak balik diskusi sama Roy, melototin cover DVD sampe mata encok, kami berdua sepakat. Ada dua judul yang keluar sebagai pemenang. Dan keduanya adalah film favorit kami berdua.

Film pertama, bercerita tentang sepasang suami istri yang ternyata diem-diem berprofesi sebagai... pembunuh bayaran. Ekstrem yak, sekalinya nggak kepengen pose romantis ala ala, gantinya langsung bunuh-bunuhan.

Eits, dengerin dulu dong alasannya. Gue milih film ini adalah karena actuallythis is our relationship in a nutshellNothing sums up our relationship better than this movie. Maksudnyaaa?

Maksudnya, sebenernya, gue dan Roy tuh hobi berantem. Frekuensinya tambah intens kalo gue lagi PMS. Namun, biarpun kami nggak jarang melemparkan tatapan sebel sebel cinta satu sama lain, we know that it won't last, and of course, we'll stay anyway.

The thing is, in the end of every fight, we both know it will be two of us against the world all over again. Sama persis dengan cerita dari film yang kami pilih. IH, walopun posenya enggak, ternyata maknanya romantis yaaa?

("Enggaaaak...")

Film kedua yang kami pilih adalah film keluaran studio animasi favorit Roy, Pixar. Ceritanya tentang sebuah petualangan yang dilakukan oleh seorang suami, untuk memenuhi janjinya kepada sang mendiang istri.

Alasan terpilihnya film ini adalah karena ini film favorit calon suamiku. Selain itu, diem-diem gue berharap kisah gue dan Roy akan seperti kedua tokoh dalam film ini. Selalu bersyukur untuk keberadaan satu sama lain, melihat hidup sebagai sebuah petualangan, dan setia, hingga maut memisahkan kami berdua. Manits kaaan?

IYAAA! *jawab sendiri*

Anyway, selain film, konsep lain dalam foto prewedding kami adalah fairy tale. Since I was and still am crazy about fairy tale, cencu aku semangat bingits. Dongeng yang dulu cuma gue baca di lembaran buku cerita, bentar lagi bakal menjelma menjadi kenyataan! Udah gitu, gue dan Roy pula yang jadi tokoh utamanya. Yihaaa!

Fairy tale yang terpilih adalah salah satu bed time story favorit gue waktu kecil. Ceritanya tentang kakak beradik yang tersesat di hutan, kemudian menemukan Rumah Kue milik seorang penyihir. Can you guess? Can lah ya, the clue is very obvious, after all :)

Eksekusi kedua konsep ini akan dilakukan oleh dua vendor berbeda yang portfolio-nya sama-sama luar biasa. Lengkapnya bakalan gue ceritain di postingan selanjutnya. Tungguin ya 

10 comments:

  1. mana nih hasil prewed nya .. jadinya yang manaa .. kepo akut :D

    ReplyDelete
  2. ihiiyy, tau semua 3 filmnya, boleh disebut ngga? janganlah biar seru.
    ditunggu hasil fotonya yaa, make-upnya kemaren kece badai sar

    ReplyDelete
  3. Setuju banget kalo PreWed harusnya yg personal. Film pertama itu Killers, kedua gak tau, kalo ketiga Hansel & Gretel. Bener gak, Sar?
    Btw, kok nanggung sih? Bikin penasaran aja nih

    ReplyDelete
  4. Film pertama mr&mrs smith, up sm hansel & gretel, bener kaann? *kepedean :D

    ReplyDelete
  5. Nabil : Masih diedit nih :D Nanti kalo udah final, pasti dipajang kok di sini :D

    Kak Presy : Aheeey, thank you kak :* Iyah nanti hasil fotonya pasti dishare kalo aku udah dapet :D

    Icha : *toss* Hihi. Tapi film pertama salaaah :p Yang ketiga betuuul :D Nantikan lanjutannya ya!

    Ika : Ih kamu hebaaaat!!! :D

    ReplyDelete
  6. Anjir lah lo sar! *culik pacar dari perantauan* *karungin* *kawinin*

    ReplyDelete
  7. yeaaayy meskipun cerita tentang conceptual prewedding ini yang rasa2nya udah pernah tau dari lo, tapi tetep semangat banget bacanyaaaa :D Dan bikin ketawa-ketawa hahahaha. Aaaahhh I can't wait to see your prewedding photos! *hack akun vendor preweddingnya* *ekstrim* :))))

    ReplyDelete
  8. Kresnoadi : LHOOO X))))) Jadi kebelet nikah juga yaaa? :))) Hihihi.

    Oliv : Hihihi, thank you, darling <3 Sama nih, lagi degdegan juga nunggu hasil fotonya :)) Nanti kalo aku udah dikasih edited photos-nya, pasti dishare kok di sini dan di wedding journal :D Tungguin yaaa! *ala ala presenter TV*

    ReplyDelete
  9. mana fotonyaaaaaa? *mulai nagih* =)) *penasaran*

    ReplyDelete
  10. Lynn : Hihi beloom nih, masih diedit :D Sabar ya, nanti pasti dishare di sini deh, kalo udah dapet :D

    ReplyDelete