Friday, 3 April 2015

The Pixar Theory

The Pixar Theory adalah sebuah teori yang dilahirkan oleh Jon Negrini (dan dilengkapi oleh banyak Pixar Observer lain) berkaitan dengan timeline seluruh film-film Pixar. Hebatnya, teori ini terlahir hanya dari 'kejanggalan-kejanggalan' yang tertangkap di film-film Pixar, yang sepertinya terhubung antara satu dengan yang lain.

Kejanggalan ini menimbulkan banyak sekali spekulasi terkait kesamaan universe seluruh film Pixar. Hah? Masa sih? Apa buktinya?

Mari bersama-sama mencari jawabannya dengan membedah lebih dalam film demi film sesuai dengan timeline mereka.

The Pixar Theory

Brave adalah film Pixar dengan setting waktu tertua. Dugaan yang beredar, sekitar tahun 1400-1500an, di masa kegelapan kerajaan Skotlandia.

Di film ini, diceritakan Merida menemukan sebuah sihir berbentuk ramuan ajaib yang ia pikir dapat menyelesaikan masalahnya. Ramuan ajaib ini doi dapet dari seorang penyihir di dalam hutan, yang pas mau diminta tanggung jawab tiba-tiba menghilang entah ke mana. Kayak lelaki brengsek abis ngehamilin perawan ya, langsung ilang kalo bawaannya disuruh tanggung jawab.

Back to the movie, ternyata, ramuan ajaib itu justru mengubah mamanya menjadi seekor beruang. Boro-boro masalahnya kelar. Nambah iya.


Get this, film Brave adalah asal muasal di mana hewan (such as Bear - Merida's mom) dan artifisial intellegent (such as knifes) bertindak, berpikir, dan berlaku layaknya manusia. Waaaw, mejik! Literally.

Fast forward ke beberapa abad setelahnya, hewan-hewan dengan kepandaian seperti manusia mulai berevolusi dan berkembang biak, bahkan tanpa sihir.

Di era ini, muncullah Ratatoullie - tikus yang pintar memasak, Finding Nemo - ikan yang bisa bicara, dan Up - Dug si anjing pintar. Ketiganya punya kesamaan, yaitu bertingkah laku seperti manusia, namun masih berinteraksi dengan manusia, secara langsung maupun tidak.


Kalo diperhatiin lebih dalem, Chef Skinner, tokoh antagonis dalam film Ratatoullie, diceritakan telah menyadari intelegensi seekor hewan. Doi langsung deh ngabarin hal itu ke Charles Muntz, tokoh antagonis dalam film Up. Makanya, Muntz semangat banget meneliti hal ini dengan harapan dia dapat menggunakan kepintaran hewan untuk menemukan burung yang dia cari.

Setelah doi mokad, kelanjutan dari penelitian tersebut belum terlihat. Tapi yang pasti, di tahap ini, manusia telah menyadari potensi dari hewan, dan mulai membuat dan mengembangkan sebuah teknologi baru yang dibawa oleh...

Buy-N-Large (BNL)

Familiar dengan logonya?

Cencu, karena BNL adalah company yang juga muncul di film Wall-E.


Namuuun, sebelum sampe di Wall-E, sebenernya BnL udah mulai menghasilkan beberapa 'teknologi' baru, seperti yang muncul di film Toy Story 1 & 2.

Buzz Light Year

Coba perhatiin batere-nya. Can you spot the BnL logo?

Di sisi lain, selain hewan, mesin (A.I. - artificial intelegent) ternyata juga berevolusi. Terbukti dengan munculnya Omniroid, sebuah teknologi yang dikembangkan oleh Syndrome, villain of The Incredibles di tahun 1950 - 1960an.


Namun sayangnya, Omniroid merasa dirinya 'terlalu pintar' untuk disuruh-suruh. Akhirnya, doi nggak peduli sama Syndrome, dan malah randomly menyerang kota. Seolah A.I. seperti Omniroid memang benci sama manusia. Tapi kenapose?

Jawabannya ada pada Toy Story 3.

Mainan diyakini memiliki simbiosis mutualisme terhadap pemiliknya. Si pemilik dapet hiburan dari mainan, sedangkan mainan dapet cinta dan kasih sayang dari si pemiliknya. Kenapa musti disayang? Karena mereka butuh cinta untuk tetap bertahan hidup. The love keeps them away from Zero Point Energy. Makanya, mereka takut banget terlupakan dan nggak dimainkan lagi.

Banyaknya mainan yang akhirnya ditinggalkan atau dibuang oleh pemiliknya (Jesse, Lotso, etc) melahirkan awal kemarahan mainan (dan A.I.) terhadap manusia. Hal inilah yang kemudian di manfaatkan oleh Syndrome dalam film The Incredibles. Doi menggunakan Zero Point Energy sebagai bahan bakar untuk senjatanya.

Makanya, mesinnya benci sama manusia. Kalo bisa denger suara hatinya, mungkin Omniroid bilang, "Kemaren aja, semena-mena sama gue. Sekarang minta maap? NEHI!" Kemudian nembak ala ala Rambo.

Di film Toy Story juga dijelaskan, bahwa segala aspek di muka bumi sangat bergantung pada manusia. Seperti misalnya, mainan akan kehilangan hidupnya jika tidak lagi mendapatkan perhatian dari manusia. Manusia diumpamakan sebagai sumber energi.

Tapi mesin nggak suka. Mereka nggak kepingin bergantung sama manusia. Makanya mereka mulai menyusun rencana. Tujuannya cuma satu: mengontrol manusia.

Rencana itu direalisasikan dengan menciptakan sebuah revolusi industri. Seluruh kebutuhan manusia disediakan oleh mesin, sehingga pelan-pelan, manusia mulai bergantung pada mesin. Bahkan ketika hewan mendeklarasikan perang karena polusi yang diciptakan oleh industri, manusia berlindung pada mesin.

Di akhir peperangan, mesin keluar sebagai pemenang dan hewan musnah dari muka bumi. Manusia yang merasa bumi bukan lagi tempat yang nyaman untuk ditinggali buru-buru kabur ke luar angkasa.

dianter sama Axiom

So what's left on Earth?

Cars!

Literally.

Setelah perang usai, yang tersisa di bumi hanyalah mesin. Hal ini menjelaskan kenapa nggak ada hewan dan manusia dalam film Cars.

Benang merah lain yang dimunculkan pada film Cars adalah adanya krisis energi. Kembali ke rumus awal, tanpa manusia, berarti nggak ada energi.

Hal ini yang menjadi latar belakang munculnya Allinol Corporation, sebuah perusahaan yang berusaha menciptakan energi alternatif yang lebih bersih (green energy). Masalahnya, energi alternatif ini punya resiko memusnahkan.

Punahnya Cars membawa kita kepada Wall-E (approximately 800 years after human have left the earth). Wall-E adalah robot terakhir yang hidup di bumi karena kecintaannya pada human culture.

Fast forward ke akhir film, diceritakan, Wall-E menanam sebuah pohon yang menjadi asal mula kembalinya peradaban manusia di bumi.


Seiring berjalannya waktu, pohon itu tumbuh besar. Lalu beratus-ratus tahun kemudian, ia muncul di film A Bug's Life.

Periode timeline ini juga menjelaskan mengapa nggak ada manusia di A Bug's Life (unlike Ratatoullie, Up, & Finding Nemo). Intelegensi dari hewan yang ada di masa lampau (contoh: Ratatoullie dan Nemo) pun jauh berbeda dengan Flik. Digambarkan, serangga di A Bug's Life udah pake baju, punya kota, bar, dan bahkan mesin-mesin. Peradaban mereka jauh lebih canggih ketimbang Ratatoullie dan Nemo. Makanya, mereka nggak mungkin berjalan di timeline yang sama.

Beberapa ratus tahun kemudian, setelah era A Bug's Life usai, evolusi hewan telah melahirkan sebuah spesies baru di bumi. Well as you may guess, Monster.


Intelegensi hewan yang muncul di A Bug's Life diwariskan turun temurun, sehingga akhirnya, tingkah Monster di film Monster University dan Monster Inc. sudah sangat menyerupai manusia. Mereka belajar, bekerja, dan bahkan menciptakan dan menemukan sesuatu. 100% human alike.

Sayangnya, masalah yang sama datang kembali karena ketidakhadiran manusia di bumi. Yes, energy crisis. Karena itu, monster menciptakan sebuah mesin yang memungkinkan mereka untuk berjalan ke masa lalu, dan memperoleh energi dari teriakan anak-anak.

So the monsters aren't traveling to another dimension or world. They are traveling to the past because no humans left in the future.

Sampe di sini, ada beberapa spekulasi terkait kenapa manusia punah. Bisa jadi karena bumi emang bukan lagi tempat yang cocok untuk ditinggali sama manusia, atau ada bom nuklir yang meledak tiba-tiba. Tapi kalo menurut gue, manusia punah karena kelaparan.

Setelah era Wall-E dan A Bug's Life, pohon masih sedikit banget. Bumi udah rusak, dan hewan makin pinter. Mungkin mereka udah nggak bisa diburu lagi dengan cara biasa. Tanaman nggak banyak. Manusia mau makan apa? Karena kehilangan bahan pangan itulah makanya akhirnya mereka punah.

Tapi itu sotoy-sotoyan aja sih.

Kembali ke Monster Inc., teori ini juga menjelaskan mengapa manusia dianggap racun. Isu ini sengaja disebar agar para monster tidak berinteraksi dengan anak-anak maupun dengan barang-barang mereka. Isu ini merupakan tindakan preventif agar tidak terjadi perubahan di masa lalu yang akhirnya menimbulkan perubahan di masa depan (worst case, menyebabkan hilangnya eksistensi monster). Buktinya, Sulley dan monster yang ketempel baju anak-anak baik-baik aja. Nggak sakit apalagi mati. Makanya teori humans are toxic itu sebenernya rekayasa.

Bukti lain bahwa monster menuju ke masa lalu adalah gambar di bawah:


Gambar karavan di sebelah kiri diambil dari film A Bug's Life, sedangkan yang kanan (tempat Randall terkirim lewat pintu ajaib) dari film Monster Inc. Kedua karavan tersebut terlihat persis sama. Makanya, dugaan bahwa Monster melakukan perjalanan menuju masa lampau (jauh sebelum era A Bug's Life, karena karavannya masih bagus) semakin kuat.

Jika asumsi ini benar, maka Monster Inc. adalah film yang terletak di timeline paling depan (future). Brave adalah Alpha, dan Monster Inc. adalah Omega. Awal dan akhir.

What connects Monster Inc. and Brave is the little girl.

Dari Monster Inc., kita mengenal Boo, seorang gadis kecil yang memiliki ikatan emosional dengan Sulley. Di akhir film, mereka berdua dipaksa berpisah demi menjaga keharmonisan masing-masing waktu, masa lalu dan masa depan.

Tapi Boo, yang terlanjur mengetahui bahwa ada kehidupan di masa depan, jadi terobsesi untuk meneliti lebih dalam. Ia berusaha mencari cara agar dapat kembali bertemu dengan Sulley, hanya dengan satu clue: pintu penghubung. Ia menjadi penyihir, kemudian berhasil menemukan cara untuk pergi ke masa lalu.


Yup, she is the witch from Brave.

Berikut beberapa bukti yang semakin menguatkan dugaan bahwa penyihir yang ditemui Merida adalah Boo:

1. Lihat pahatan truk Pizza Planet pada gambar di atas. Di tahun 1400, gimana caranya seorang penyihir bisa mengetahui bentuk truk secara akurat?

The answer: the witch has seen one before.

2. Ada gambar Sully yang tertangkap di rumah penyihir. Here it is


Kalo itu bukan Sulley, gue nggak tau lagi itu siapa.

3. Pintu yang ada di rumah penyihir dalam film Brave adalah pintu yang sama dengan yang dipakai Sully dalam film Monster Inc. Keduanya berfungsi untuk melompati waktu. Makanya ada scene di mana Merida membuka pintu dan penyihirnya udah isgon entah ke mana.

So yeah, she is Boo who travels to the past in order to meet her friend, Sully.

***

The whole theory proves the fact that all the Pixar movies are somehow connected.

Bermula dari seorang gadis kecil yang menyayangi seorang monster dari zaman yang berbeda, dan obsesi untuk bertemu kembali dengannya, makanya terciptalah berbagai era pada film-film Pixar. Demi apa jeniusnyaaa! Aku kagooom!

To wrap it up, beginilah kira-kira timeline The Pixar Movies:


Hands down untuk Jon Negroni, penggagas The Pixar Theory, juga semua pengamat film Pixar dan teorinya masing-masing. Kalian hebaaat! Aku sungguh berasa seperti remahan biskuit. Nggak ada apa-apanya.

Mewakili mereka, gue mohon maaf kalo sekiranya ada teori yang terdengar maksa. Kan the name is also effort. *dikemplang pake kamus*

Akhirnya, tugas gue (siape yang ngasih?) untuk menyebarluaskan keajaiban dari The Pixar Theory rampung sudah. Kapan-kapan gue nulis tentang Pixar Easter Eggs yaaa.

Meanwhile, mari nungguin Inside Out! Siapa yang udah gak sabar? SAYAAA!

Credit:

13 comments:

  1. Sebenernya saya juga udah sering lihat clue-clue yang menghubungkan semua film pixar. Tapi ini? Wow keren banget kalo udah tau detailnya haha. Btw thank for info and nice post!:)

    ReplyDelete
  2. Omg this is so mindblowing!! Thank you for the nice article. Bacanya seru dan teori2 itu jadi gak berasa berat samasekali :)

    ReplyDelete
  3. Detail banget, Sar keren ih sampe dianalisis gini. Nice post!

    ReplyDelete
  4. Super detail! Meski udah pernah baca beberapa di situs lain, artikel ini jauh lebih enteng daripada yang lain. Mantep :D

    ReplyDelete
  5. Hanna : You're very welcome, dear :D Terima kasih sudah mampir, tapi sungguh, aku hanya menulis ulang kok. Yang keren adalah Jon Negroni dan Pixar Observer yang lain :D

    Fradita : I know right?? :)) You are very welcome :D

    Icha : Thank you darling, but as I said, credit isn't for me. It's for Jon Negroni and the other Pixar observer :p

    Aldy : Thank you so much for reading! :D

    ReplyDelete
  6. Udah pernah baca teori tulisan A113 di setiap film2 Disney/Pixar belom, Sar?

    ReplyDelete
  7. Ini yang namanya semesta Pixar! Gue udah penah baca, tapi masih rada kurang ngeh sama yang brave. Tapi udah ngerti dari ini. Mudah di pahami. Keren kak! Ditunggu ya Pixar Easter Eggs nya.

    ReplyDelete
  8. Kak Dendi : Pernah dikasih tau kak, sama Roy. Itu termasuk Pixar Easter Eggs juga kayaknya :D

    Ericoeg : Thank youuuu! Sip, nanti kalo udah lengkap informasinya pasti ditulis di sini :D

    ReplyDelete
  9. Udah pernah baca tapi disuruh baca pixar theory ini berkali-kali masih tetep ngerasa suka banget dan ngerasa "gile jenius banget sikkkk" :D Pixar FTW!

    ReplyDelete
  10. Olip : Iyaaahh! Nice attention to the deatils! Aku sukaaaa <3

    ReplyDelete
  11. Awalnya gak ngerti tentang Pixar Theory, eh ternyata berbicara soal teori2 dlm pembuatan film pixar. It's logic! gak tahu ini suatu kesengajaan atau bukan, tp yang jelas pasti bukan tanpa alasan. Keren tulisannya. Sederhana tapi beraroma ilmiah. Two thumbs up!

    ReplyDelete
  12. Govinda : Hihi, credit to Jon Negroni ya, aku mah cuma menyebarluaskan dengan bahasa yang lebih sederhana aja :D Terima kasih sudah mampir! :D

    ReplyDelete
  13. Pixar Theory kyk Marvel Cinematic Universe/DC Extended Universe semua kejadian berada dlm satu alam semesta yg sama tp bedanya Pixar Theory secara ga langsung sedangkan Marvel Cinematic Universe/DC Extended Universe langsung blak-blakan ksh tau bahwa mereka berada dlm satu alam semesta yg sama

    ReplyDelete