Wednesday, 15 April 2015

Belanja Sangjit

Salah satu momen yang paling gue nikmati dari segala persiapan nikah adalah belanja untuk Sangjit. Untuk yang belum tau, Sangjit adalah salah tradisi ‘melamar’ dalam budaya Chinese, yang dilakukan sebelum acara pernikahan.

Dalam acara Sangjit, keluarga dari CPP (calon pengantin pria) akan memberikan beberapa persembahan kepada keluarga CPW (calon pengantin wanita), kemudian keluarga CPW akan mengembalikan persembahan tersebut setelah mengambil sebagian. Konsepnya mirip sama seserahan, cuma kalo Sangjit, sebagian besar komponennya udah diatur oleh adat.

source

Banyaknya baki atau nampan juga ditentukan. Jumlahnya harus genap, dan nggak boleh empat buah. Makanya, biasanya jumlah baki yang dipakai adalah 6, 8, 10, atau 12.

Gue dan Roy memilih delapan baki, karena delapan adalah angka kesukaan gue. Ditambah, jumlahnya nggak terlalu banyak, tapi juga nggak terlalu sedikit.

Untuk komponennya sendiri, sebenernya banyaaak banget macemnya. Tapi dengan memegang teguh prinsip efisiensi, gue minimalisasi semaksimal mungkin, supaya di satu sisi nggak banyak yang kebuang percuma, tapi di sisi lain, gue nggak sampe ditoyor dan diplototin sama sesepuh-sesepuh keluarga besar.

Setelah berembuk berminggu-minggu, inilah daftar belanja Sangjit kami berdua:

Yang harus dibawa oleh pihak keluarga CPP antara lain:

1. Uang Susu & Uang Mahar
2. Apel
3. Jeruk
4. Arak / Wine (2 botol)
5. Kalengan (buah, dst)
6Dress atau satu set baju buat CPW
7. Sepatu buat CPW
8. Make up kit

Sedangkan yang harus dikembalikan oleh pihak CPW adalah:

1. Kue Lapis Legit
2. Apel (setelah diambil setengah)
3. Jeruk (setelah diambil setengah)
4. Sirup Merah (2 botol)
5. Kalengan (setelah diambil setengah)
6. Baju dan celana buat CPP
7. Sepatu buat CPP
8. Toiletries

Sebenernya, Sangjit umumnya diadakan dua minggu atau satu bulan sebelum hari H. Tapi gue dan Roy kepingin mulai belanja dari sekarang, supaya cepet beres semua, dan gue bisa move on ngurusin yang lain.

Permasalahannya, waktu kami berdua udah niat belanja buat Sangjit, malah waktunya yang nggak ada. Weekdays lagi bengep dihajar sama deadline. Sedangkan pas weekend, ada aja vendor yang musti kami kunjungi atau ngajakin meeting. Sehari, ada dua sampe tiga vendor yang ngantri. Kelar meeting udah malem. Alhasil cuma makan di pinggir jalan trus pulang. Yaulih, aku kapan dong ngemolnya kalo begini?

Rintangan kesibukan yang menghadang membuat gue akhirnya jadi mulai doyan belanja online. Tinggal web walking, order, transfer via internet banking (-nya mas pacar), abis itu nunggu barangnya dikirim ke rumah. Nggak usah beranjak dari depan komputer, tapi barang-barang yang diperlukan tetep sampe dengan manis di pangkuan. Everything you need is just a click away!

Dulu, Instagram adalah media yang paling sering gue andalkan untuk belanja online. Meskipun ribet karena nyari barangnya kudu lewat hashtag dan banyak penjual yang intensinya adalah menipu, gue nggak pernah kapok.

Namun, semenjak kenal sama shopious.com, gue jadi lebih suka belanja di sana, karena lebih customer friendly. Selain seller-nya udah jelas terpercaya semua, kategori produknya pun udah disusun rapih, jadi sangat memudahkan pencarian. Selamat tinggal, jutaan hestek ngawur di Instagram.

Untuk sangjit, berhubung kebetulan gue harus beli alat make up satu set (YAAY), beberapa hari ini gue rajin mampir ke kategori beauty-nya Shopious. Lumayan kaget juga, karena untuk beberapa merek tertentu, harganya malah jauh lebih murah ketimbang beli di toko.

Selain mudah, nggak perlu waswas karena seller-nya udah terbukti profesional, jadi hemat pun. Aku hepi.

Walopun belum sempet jalan-jalan ke mall, tapi Puji Tuhan, make up kit udah dipesen dan tinggal nunggu barangnya dateng. Buat dress, gue lagi hunting juga di Shopious. Cieee, ceritanya ketagihan…

Sisanya pelan-pelan dicicil deh ya. Kepengennya sih diberesin sekarang, supaya deket-deket hari Sangjitnya, tinggal beli Lapis Legit, Apel, sama Jeruk.

Tapi kan yaa… gue bisa berencana, pada akhirnya, WO dan vendor juga yang menentukan. Kalo mereka minta meeting, ya aku bisa apaa. Hiks.

Itu cerita sangjit-ku, kalo kamu?

18 comments:

  1. Waaah kalo gtu nambah lagi dong situs jual beli online yang recommended :D

    ReplyDelete
  2. Apa bedanya sangjit sama tingjing ya, Sarah? *cina gadungan* :))) hihihihi

    ReplyDelete
  3. Widya : betuuul! Ayo coba belanja di shopious ;) ketagihan deh pasti :p

    Aurelia : Huaaa, aku gatau apa itu Tingjing T__T sama sama cina gadungan niiih! *toss* #Lhamalahbangga

    ReplyDelete
  4. dulu waktu ngelamar istri saya untung aja ga dimintain kayak gitu :D
    padahal istri juga Cina

    ReplyDelete
  5. Iskandar : Iyaa, emang tergantung keluarga juga sih, mungkin kalo yang udah modern kadang males juga pake gini ginian :)))

    ReplyDelete
  6. Aku mau coba jawab
    Tingjing itu kaya tuker cincin, istilah laennya ngelamar juga. Setau aku kalo tingjing ini pertama kalinya keluarga cowo datang untuk minta ke keluarga cewe untuk nikahin anak perempuannya. Kalo uda disetujuin baru deh mulai cari hari, sangjit, dll, dkk.
    Tapi setauku sekarang banyak yang gabungin sangjit sama tingjing.
    Kurang lebihnya sih gt. Semoga gak salah jelasin..
    Btw goodluck ya buat persiapannya.. :)

    ReplyDelete
  7. Tin Dewidamayanti : iyah, mungkin biar lebih praktis ya, jd kebanyakan orang mikirnya digabung aja, gak repot dua kali :D
    Makasih yaa penjelasannya ;) Hihihi thank youuu!

    ReplyDelete
  8. Mirip mahar ya. Menarik sekali. Jd tahu dikit tradisi China. Tfs

    ReplyDelete
  9. Susi : Iyaah betul, mirip mahar dan seserahan :D hihi, sama sama ya! Terima kasih sudah mampir :)

    ReplyDelete
  10. Noorma : Hihi terima kasih yaaa! Amin! :D

    ReplyDelete
  11. belanja online emang praktis apalagi bagi ibu 2 anak kaya saya yg gamau ribet

    ReplyDelete
  12. dibalikin separo? wah, unik ya. maknanya apa tuh mbak?

    ReplyDelete
  13. Kania : Setujuuuu! Lebih praktis dan nggak repot :D

    Damarojat : Ehmmm >.< Aku juga belum tau maknanya sih :))) Yang paham cuma makna dibalik komponen komponen sangjitnya :))))

    ReplyDelete
  14. kayaknya makin keren deh bisnis online satu inii
    http://genksukasuka.blogspot.com/2015/05/bisnis-online-adalah-regenerasi-masa.html

    ReplyDelete
  15. wah liputannya menarik, jadi tahu budayanya juga..

    ReplyDelete
  16. Primastuti : Yaaay, thanks for reading :D

    ReplyDelete
  17. Hey there! This is my first visit to your blog! We are a group of volunteers
    and starting a new project in a community in the same
    niche. Your blog provided us beneficial information to work on. You have
    done a extraordinary job!

    ReplyDelete