Thursday, 12 March 2015

Cinderella

Sebelum berpindah hati kepada Rapunzel, Cinderella adalah Disney's Princess favorit gue. Makanya, begitu tau film tentang doi di-remake, gue seneng banget. Dari akhir tahun lalu udah nungguin, nggak lupa bilang 5842x sama Roy mau nonton pas hari pertama rilis di bioskop. Pokoknya nggak sabar!

Memasuki bulan Maret, berhubung tanggal rilis Cinderella tinggal itungan hari, gue jadi lumayan rajin mantau timeline-nya XXI. Pas lagi cari-cari info tentang film ini di akun twitter mereka, gue baca informasi kontes foto yang sedang diadakan dengan tagar #CinderellaShoefieID. Begitu tau hadiahnya adalah 2 tiket screening Cinderella, nggak pake mikir lagi, gue langsung ikutan. 

Besoknya, tanggal 10 Maret 2015, gue dihubungi oleh pihak XXI dan dikasih tau bahwa gue menang. I was stunned when I heard the news but it was only for a sec. Gue langsung buru-buru ngabarin Roy, because I couldn't contain the happiness only for my self. OH MY GOD I WON! AAAK!

Asiknya lagi, screening diadakan tanggal 11 Maret 2015, tepat satu hari sebelum Cinderella rilis. Dengan kata lain, gue dapet privilege untuk nonton paling awal. Gratis pula. Oh-My-God-again. I barely forgot how to breathe.

Akhirnya penantianku hampir usai!

Hari H, gue sampe lebih awal di XXI Kota Kasablanka, kemudian melakukan registrasi dan menukarkan invitation. Nggak lama setelahnya, Roy muncul. Kami berpose ria di photobooth, menukarkan snack, lalu duduk-duduk sambil update status di social media. Pokoknya anak dijital tulen. Nggak pernah lupa bragging di twitter, path, friendster, dan kawan-kawannya. Semua orang musti iri sama aku yang diundang nonton Cinderella duluan! *disambit sepatu kaca*

Sekitar lima belas menit kemudian, pintu studio 1 dibuka. Kami masuk, setelah sebelumnya menitipkan handphone. Sambil nyimak trailer film, mulut nggak berenti ngunyah popcorn. Alhasil, begitu film mulai, kotak popcorn udah jadi tempat sampah, alias kosong melompong. Siap-siap cemilin busa sofa ye... Siapa suruh popcorn-nya diabisin duluan?

Trailer abis, lampu diredupkan hingga akhirnya gelap total. Frozen Fever, semacem short movie ala ala Pixar muncul di layar. Another sweet gift from Disney, khususnya untuk mengobati kerinduan para penggemar Frozen (or to be exact, Queen Elsa - she, after all, is what that movie all about *puk-puk Anna*).

Frozen Fever tamat, Disney's Castle muncul dengan fireworks khasnya, tanda Cinderella akan segera dimulai.

Cerita dibuka dengan perkenalan keluarga Cinderella. Ayahnya adalah seorang pedagang yang sering berpergian, sementara Cinderella tinggal di rumah bersama ibunya. Mereka hidup bahagia, sampai penyakit akhirnya merengut sang bunda.

Selanjutnya, kalian juga pasti tau :)

Tapiii, izinkan gue menjelaskan kenapa film ini sangat bagus sekalipun jalan ceritanya sudah umum diketahui.

Poin pertama adalah karena Cinderella (remake) diproduksi dari Disney. Disney yang sama yang 'melahirkan' Cinderella beberapa puluh tahun yang lalu. Logika simpelnya, seharusnya nggak ada yang lebih bisa mendalami karakter dan cerita princess yang satu ini ketimbang penciptanya sendiri, no

Selain itu, buat Disney Freak macem gue mah, pokoknya asal Disney, bagooos! That's why review ini sebenernya subjektif banget. Ahaha. *wink*

Kedua, karena orisinalitas-nya. Cerita Cinderella yang ada di layar bioskop sama persis dengan yang dulu ada di buku cerita gue. Dikemas ulang dengan lebih cantik dan apik, tapi nafasnya tetep klasik. SUKAAAA 

Ketiga, karena Prince Charming-nya ganteng sangat! Aku jatuh cinta!

Udah gitu sepanjang film doi mondar-mandir pake celana ketat (legging?), yang mana sangat mendistraksi. Duh anu, masnya... *tutupin pake daun pisang*

*mimisan*

Keempat, casts-nya. Siapa sih yang audisi pemeran-pemeran film ini? Sini kukecup dulu :*

You've done such a great job! Sepanjang film, gue berharap bisa masuk sebentar ke dalem layar buat ngejambak step mother-nya Cinderella dan jedotin kedua kepala step sisters-nya. Ciyeee, ikutan emosi nihye...

Kelima, seperti film-film Disney lainnya, Cinderella punya moral of the story yang bagus banget. Klise mungkin, tapi justru udah banyak terlupakan akhir-akhir ini. She proved us that kindness is a power.

...and I can't agree more :)

All in all, menurut gue, Cinderella sangat menghibur, bahkan jauh melebihi ekspektasi gue. Ceritanya nggak banyak dirombak dan divariasiin kayak Maleficent, tapi menarik dan memikat... in its own way. Sederhana dan original sehingga sejenak mengembalikan masa kecil gue dalam pikiran.

What a wonderful movieAnother good job, Disney! *high five*


PS: Thank you for the invitations@cinema21

-

"For where there is a kindness, there is a goodness and where there is a goodness, there is a magic."
-Cinderella

2 comments:

  1. Lagi enak-enak baca, tahu2 terdistraksi pas liat foto ada yang jendol.. Gue wudhu bentar ya sar.

    ReplyDelete
  2. Kresnoadi : HAHAHAHAHAH :)))))))

    ReplyDelete