Friday, 20 March 2015

A (Thousand) Year

Seminggu yang lalu, pas lagi scroll scroll timeline twitter, nggak sengaja gue ngeliat twit-nya Dwika Putra yang ini:


Karena penasaran, iseng-iseng gue klik link-nya. Ternyata, tautan itu berisi video sebuah birthday surprise yang dibuat oleh seorang laki-laki untuk melamar pacarnya. Lengkapnya bisa diliat di sini.

Nah uniknya, Dean Smith (nama si laki-laki), mempersiapkan video lamaran untuk Jen, pacarnya, selama satu tahun penuh. Caranya piye?

Jadi, setiap hari selama setahun, ia merekam dirinya memegang sebuah card board dengan tulisan "Will you marry me, Jen?", "Make me the happiest man in the world?", "Be my wife?", dan kalimat lain yang kurang lebih intinya sama, yaitu meminta Jen untuk menjadi istrinya. Kemudian, setelah genap setahun, 365 video tersebut dikompilasi menjadi sebuah video. lalu dikasih ke Jen, disuruh nonton.

Entah untuk Jen, tapi buat gue, lumayan ya mak, kudu melototin Dean megang card board dengan berbagai latar dan pose. Lumayan bosen maksudnya. HAHAHA.

Akhirnya gue fast forward video-nya, langsung ke bagian akhir, saat Jen diminta untuk nengok ke belakang, dan Dean muncul, berlutut sambil menyodorkan cincin. Dengan sisa-sisa tangis harunya, Jen mengangguk, kemudian langsung ditarik ke dalam pelukan Dean.

Horeee!

Kelar nonton, gue scroll layar ke bawah karena kepingin ngeliat comment orang-orang tentang video proposal tersebut. Banyak yang berpendapat bahwa ini buang-buang waktu. Oh I can't agree more. Buang-buang waktu buat nontonnya pula. Ngabisin kuota pun.

Ada juga yang bertanya, kenapa harus 365 hari? Apa nggak kepanjangan? Kenapa nggak seminggu aja, misalnya?

Kenapa ya, kok musti setahun?

Gue ketemu jawabannya baru pas tengah malem, karena nggak bisa tidur.

Selama ini fokusnya mungkin salah. Kalo perhatian gue hanya tumplek blek pada banyaknya hari dan card board yang dipegang oleh Dean, keistimewaan video proposal ini emang nggak keliatan. Karena bukan 365 hari-nya yang jadi poin penting. Bukan video-video dengan card board-nya yang harus diperhatikan. Melainkan maksud dibalik itu semua.

Then again, ini sih sotoy-sotoyan aja ya, karena gue nggak kenal sama Jen maupun Dean. Tapi kalo menurut gue, yang ingin ditunjukan sama Dean melalui video yang ia buat selama 365 hari adalah he wants to marry Jen no matter what.

Gue yakin seribu persen, selama setahun Dean lagi nyiapin lamaran, hubungan mereka nggak mungkin sepenuhnya mulus dan baik-baik saja. Lovey dovey melulu, manis melulu, tanpa berantem dan sebel-sebelan. Nggak mungkin. Pasti ada silang pendapat, cek-cok, dan pertengkaran yang nggak mungkin dihindari.

Pertanyaannya, kok Dean nggak mundur dan menyerah ketika masa-masa sulit itu ia hadapi?

That's what he wanted to show to Jen.

Tujuan Dean merekam dirinya dengan card board-card board itu selama setahun penuh setiap hari adalah sebagai bukti bahwa dirinya sungguh-sungguh ingin menikahi Jen, bagaimanapun dan apapun yang terjadi.

Dia kepingin bilang, ini loooh, biar lo nyebelinnya kayak apa, biar kita lagi berantem segede apapun, gue tetep pingin nikah sama lo. Gue tetep sayang sama lo. Because I know this obstacle will soon pass, and it's gonna be worth in the end.

Dean menunjukan kesungguhan menginginkan Jen menjadi istrinya selama satu tahun penuh, dengan harapan Jen-lah yang akan menemaninya menghabiskan seribu tahun ke depan. That is super sweet.

And now I realize, that video is special in its own way :)

4 comments:

  1. Setuju banget sama kamu, Sar kalo selama setaun itu pasti ada ribut-ributnya. Memang kesannya gak penting 365 card itu tapi bagi Dean mungkin itu penting banget buat nunjukin kegigihannya ke Jane. Sweet banget sih ini

    ReplyDelete
  2. Icha : Yep, exactly my point. Kalo kita ubah PoV-nya, video ini sebenernya banyak banget maknanya yaaa :"D Sweet!

    ReplyDelete
  3. Kalo si Dean ini orangnya pelupa macem gue, mungkin videonya ngga 365 hari tuh...

    'damm! hari ini lupa bikin video! udah lewat 00.00! Yaahh gagaall!
    #ngelamarcarabiasa

    ReplyDelete
  4. Luthfi : Hahahaha iyaaa, makanya sebenernya effort-nya tuh gede banget bikin video kayak gini. Niat tuh gampang, yang susah kan konsisten :)))

    ReplyDelete