Friday, 13 February 2015

Overnight Bus VS Affordable Hotel

Sebagai Disney's Freak sejati, salah satu cita-cita besar dalam hidup gue adalah mengunjungi seluruh Disney Parks yang ada di dunia. Buat gue, menginjakan kaki ke theme park-theme park Disney itu ibarat naik haji. Makanya kalo mampu, itungannya jadi wajib. Hehe.

Seperti yang sebelumnya pernah gue bahas di siniDisney Parks tersebar di berbagai bagian belahan dunia. Di Asia, ada Disneyland Hongkong, Disneyland Jepang, dan Disneysea Jepang. Di Eropa, ada Disneyland Paris. Di Amerika, ada di Disneyworld (Orlando - terdiri dari 4 theme park raksasa: Epcot, Animal Kingdom, Magic Kingdom, Disney's Hollywood Studio) dan Disneyland California.

Tapi sampe hari ini, yang pernah gue kunjungin baru... atu. AHAHAHA.

Baru pernah ke Disneyland Hongkong, mak. Sisanya masih ngendep di bucket list, masih menunggu giliran untuk dicoret.

Penyebabnya, apalagi kalo bukan keterbatasan doku alias duit. Kalo diperhatiin, selain Disneyland Hongkong, seluruh Disney Parks tersebar di negara-negara yang either life cost-nya tinggi (Jepang, Paris), atau tiketnya mehong pisan (Amiriki).

Karena keterbatasan dana, gue sampe niat mikirin cara supaya hanimun nanti bisa main ke negara-negara yang punya Disney Parks, tanpa harus jadi gelandangan pas pulang ke Indonesia. Puter otak, baca-baca referensi dari gugel, nanya-nanya temen yang sering traveling, akhirnya gue nemuin sebuah siasat yang lumayan manjur untuk ngakalin kebutuhan dana yang besar saat liburan. Sifatnya pun general, jadi bisa dipraktekin untuk traveling dengan tujuan manapun.

Namanya: cost grouping, yang artinya, suatu metode yang dilakukan untuk mengelompokan biaya-biaya yang akan dikeluarkan saat berpergian.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari tau life cost, transportation cost, harga tiket pesawat, penginapan, dan kebutuhan yang harus dibeli di tempat tujuan. Penyelidikan ini bisa dilakukan dengan membaca pengalaman orang lain yang udah pernah mengunjungi destinasi yang ingin dituju. Di era super canggih gini, apa sih yang nggak ada di google?

Langkah kedua, setelah mengetahui dengan pasti seluruh biaya yang akan dikeluarkan, mulailah melakukan pengelompokan, dan bagilah biaya-biaya tersebut menjadi dua bagian;

1. yang mungkin atau bisa ditekan.
2. yang tidak.

Contohnya, beberapa LCC (low cost carrier) sering banget ngadain promo tiket murah untuk destinasi yang umum seperti Thailand. Makanya, kalo berencana ke sana, harga tiket pesawat tentu bisa digolongkan sebagai biaya yang mungkin ditekan. Sebaliknya, kalo tiket pesawatnya udah terlanjur kebeli dan nggak dapet rate promo, ya akomodasi selama di sana yang sebisa mungkin didorong ke klasifikasi biaya yang bisa ditekan.

Gue pernah praktekin siasat ini waktu jalan-jalan ke Singapore dan Malaysia. Mengingat life cost di Singapore dan tiket pesawat yang gue beli dengan regular rate, gue memutuskan untuk menekan accomodation cost. Caranya adalah dengan memanfaatkan overnight bus.

Perpindahan dari Singapore ke Malaysia menggunakan overnight bus memungkinkan gue untuk melakukan penghematan akomodasi. Selain karena bus udah pasti lebih murah ketimbang pesawat atau kereta, budget penginapan kami selama dua malem jadi utuh, karena bermalam di dalam bus! HOREEE!

Overnight bus sangat membantu traveller untuk melakukan cost reduction, apalagi kalo destinasi wisata yang dituju memiliki banyak kota (Jepang, misalnya) atau negara tetangga (Singapore - Malaysia, Hongkong - Macau) yang ingin dikunjungi. Tapi sedihnya, buat orang-orang kayak gue, overnight bus punya kekurangan fatal.

Berhubung gue tergolong prinses manja, negak lelap sepabrik juga suka nggak ngaruh kalo boboknya nggak di tempat tidur. I can tolerate noisy and lights, tapi demi Tuhan nggak mampu tidur sambil duduk. Nah, permasalahannya, kebanyakan overnight bus hanya menyediakan tempat duduk yang senderan punggungnya bisa diturunin, tapi nggak bisa fully reclining. Ya berarti, boboknya kudu sambil duduk atau setengah duduk.

Aku mana bisa puleees kan, huhuhu.

Perjalanan gue dengan overnight bus dari Singapore ke Malaysia itu akhirnya berbuah meriang ajun karena gue hampir nggak tidur. Hemat sih iya, tapi akhirnya sakit. Gimana bisa injoy liburan, cobak?

Makanya problem ini lumayan bikin gue dan Roy pusing tujuh keliling waktu ngerencanain hanimun kami. Berhubung life cost-nya mahal, Roy ngotot pake overnight bus untuk minimalisasi biaya. Sedangkan gue langsung geleng kenceng-kenceng denger ide itu, karena ngeri susah bobok trus malah jadi nggak enak bodi.

Pelik kan...

Untungnya, pas iseng-iseng browsing, Roy nyasar ke lain hati website-nya Travelio. Sebuah kemutakhiran yang hadir untuk membantu perencanaan honeymoon-ers minim budget macam kami. Kenapa membantu? Karena, lewat Travelio, calon traveller dimungkinkan untuk melakukan penawaran atas harga kamar hotel yang akan dibuking.

Mendengar kata menawar, tentu jiwa emak-emak gue langsung bergejolak. Serius nih, harganya bisa ditawar macem beli sayur di pasar? IH ASIK AMAAAT!

Bermodal rasa penasaran, main-mainlah gue ke travelio.com. Ternyata bener yang Roy bilang, harga hotelnya bisa ditawar untuk menyesuaikan kantong dan budget masing-masing. Lumayan banget kan, udah harga yang ditampilin rata-rata lebih rendah ketimbang situs penyedia layanan booking lain, masih bisa ditawar pula. Dan yang paling gue suka, harga yang tertera sudah termasuk pajak. Jadi, nggak ada tuh, hidden cost(s) yang mendadak muncul waktu mau check out. Senang!


asik!

Berbekal bantuan dari Travelio, gue dan R melakukan penawaran harga untuk rate hotel destinasi hanimun kami. Sejauh ini, setelah dihitung-hitung, kami berdua hemat sampe kurang lebih 1,5 juta rupiah untuk akomod selama beberapa hari. Jadi bisa tetep nginep di hotel, tapi puji Tuhan nggak jatuh miskin.

Buat gue, Travelio tuh kayak jawaban doa. Sebuah kemudahan yang ditawarkan untuk membantu gue menikmati liburan, tanpa harus bobok (nggak pules) di overnight bus. Daaagh non-fully-reclining-chair!

Anddd, we're so coming, Disneyland! *tebar segenggam confetti bentuk hati*

Eh, anyway, ada yang bisa tebak gue dan Roy bakalan hanimun ke mana? Di kolom komen ya! ;)

6 comments:

  1. Jepang ? Seingat gue Roy udah membeberkan jawabannya di blognya hahaha, kecuali kalo destinasinya berubah lagi (?) hehehe

    ReplyDelete
  2. Jepang kan Sar? Langsung hajar Disneyland sama Disneysea nih kayanya. Asik banget :D

    ReplyDelete
  3. Anni : Astaga, ternyata ada kunci jawabannya di blog roy :)))

    Kak Presy : Hihihi, iya nih kaak :D

    Icha : Betuuul. Hihihi, he eh, jadi dapet 2 theme park, sama USJ jadi 3 :D YAY!

    ReplyDelete
  4. Wah ini travelio yang kemaren lagi rame itu ya? Huehehe. Iya, katanya tips tidur nginep di bus jadi salah satu andalan tempat nginep sekaligus biar gak ngabisin waktu ya?
    Gue bukan traveler sih. Kerjanya di kasur doang, mungkin lebih cocok disebut sebagai iler. ._.

    ReplyDelete
  5. Dwi : Ho oh, website-nya emang unik dan lumayan bikin hemat buat traveller dengan budget terbatas sih. You should try :D

    HUAHAHAHAHAHA, iler banget nih ? :)))))

    ReplyDelete