Monday, 2 February 2015

Dua Februari Ketiga

"Bubi! Kita udah mau dua tahun lho!"

"Iyaaa ya."

"Heran lho, kok aku masih tahan ya?"

Pertanyaan gue itu selalu disambut cengiran lebar oleh Roy. Setelah itu, biasanya dia akan menjawab dengan argumen tanpa dasar seperti, "Iya dong, aku kan ganteng mempesona!" yang bikin gue mendelik heran. Halo, kacanya ada?

Mungkin buat Roy, pertanyaan itu gue lempar sekedar untuk menggoda. Because he knows, I really love teasing him. Tapi buat gue, pertanyaan itu sungguh-sungguh tercetus dari rasa penasaran.

Kenapa ya gue bisa bertahan sama Roy sampe hampir dua tahun?

Dulu, pacaran paling lama setahun aja gue udah bosen. Gregetnya isgon, kupu-kupu di perut udah mati, pembicaraan nggak lagi nyambung, dan pertengkaran mulai rutin. Kalo udah gini, biasanya gue pelan-pelan menjauh, kemudian menyibukkan diri. Nggak heran sering diselingkuhin sama mantan yang capek gue cuekin. Hehehe.

Lalu, kenapa Roy berbeda? Bahkan bukan cuma hubungan kami sudah hampir memasuki tahun kedua, tapi juga gue akan segera menikah sama dia. In a short words, kami bakalan terus sama-sama, sampe maut memisahkan.

Yang lebih mengherankan, sampai detik ini, apa yang gue rasakan sama Roy, masih sama persis dengan apa yang gue rasakan waktu malu-malu mengangguk menerima pernyataan cintanya dua tahun lalu. Bahkan debaran yang gue rasakan di pertemuan kami, masih sering gue rasakan sampai saat ini. Waktu masih terasa sangat cepat berjalan saat kami bersama, dan kangen masih selalu gue rasakan.

Been almost two years, and everything still remains the same. What makes everything's different?

Pertanyaan ini mengganggu pikiran gue sejak pembicaraan kami di Changi airport bulan Desember tahun lalu. Dan di sebuah Sabtu, saat kami berdua sedang ngobrol sambil nonton TV, tiba-tiba gue mendapatkan jawabannya.

Waktu itu, gue lagi sibuk bujukin Roy untuk mulai sit up, karena perutnya udah hampir nyaingin Baymax. Roy, yang gue takut-takutin jasnya gak bakalan muat kalo masih buncit, langsung setuju. Mumpung dia udah ngangguk, langsung aja gue suruh praktek.

"Ayok bubi, cepetan, aku pegangin kakinya."

Malas-malasan dia turun dari sofa, kemudian tiduran di lantai, membentuk posisi sit up. Kemudian dia menggerak-gerakkan kepalanya naik dan turun sambil ngitung, "tu. wa. tu. wa". Kepalanya tok. Badannya mah diem di tempat. Boro-boro diangkat. Udah gitu, dengan polosnya dia bilang ke gue, "udaaah."

ITU SIT UP MACEM APE KEPALA DOANG YANG GOYANG?

I don't know why I found it so damn funny. Gue langsung ngakak hebuoh sampe keluar air mata. Abis itu protes, "Bubi itu sit up macem apaaa?"

Dia cuma nyengir kuda. Jelek banget.

"Ayo sit up yang bener. Badannya diangkat, jangan kepalanya doang. Enam puluh kali ya."

"HAH?"

"Iyaaa! Kan harusnya Senin-Sabtu rutin, sehari 10x. Kalo minggu libur. Nah kamu aku suruh dari Senin nggak mau. Jadi ya sekarang dirapel."

"Ih, nggak ah. Lima kali aja."

"Lah, lima kali mah mana ngefek coba?"

"Ngefek tau, walopun dua belas kali lebih lambat sih. Tapi gapapa deh, lima ya."

Tanpa menunggu persetujuan gue, Roy langsung beraksi. Walopun sit up-nya mleot-mleot dan slow motion (alias menghayati banget waktu tiduran), it was far better than the first time. Meskipun setelah diliat-liat, lakiku itu kok agak mirip Walrus ya?


Di tengah derai tawa kami berdua, it hit me

Dulu, tawa juga lah yang mempersatukan kami. Roy loves to make me laugh. Dia pinter banget melontarkan selentingan lucu saat kami lagi ngebahas sesuatu. Dia juga hobi banget ngeledekin gue. We laugh (together or at each other) a lot.

Tawalah yang selalu mengisi waktu-waktu yang gue habiskan bersama Roy. Tawalah yang hari demi hari menghidupkan sparks di antara kami. Tawalah yang membuat gue merasa Roy adalah teman yang menyenangkan untuk menjalani hidup bersama.

Karena menurut gue, nggak ada pasangan yang lebih baik, ketimbang yang dapat diajak duduk bersama untuk menertawakan pahit manis kehidupan.

"Ai, udah nih, udah lima kali." ujarnya. Bangga pula. Gue cuma tersenyum, kemudian memeluk erat perut buncitnya.

Now I know.

6 comments:

  1. cie co cweett bgt, semoga kalian sellau bersama ya
    http://herbalkistadanmiom.com/

    ReplyDelete
  2. Farmi Agusni : amiiiin :D Terima kasih :)

    ReplyDelete
  3. So sweet pasangan ini nih, enak banget kalo punya pasangan yang bisa menghabiskan waktu dengan ngobrol.

    ReplyDelete
  4. Ericoeg : Thank youuuu :") Hehehe iya, setujuuu :D

    ReplyDelete
  5. Udah lama nggak mampir. Ihiy, udah mau nikah! Glad to hear that. Bahagia terus, ya! :')

    ReplyDelete
  6. Rido : Amiiiin :') Makasih ya Ridoooo! :D

    ReplyDelete