Tuesday, 30 December 2014

The Proposal

How it began

Seminggu setelah kami jadian, Roy langsung mengutarakan niatnya untuk nikah sama gue. Yes you read it right, seminggu. It wasn't even a proposal, karena Roy ngomongnya lebih mirip pernyataan dan perintah ketimbang pertanyaan.

"Aku udah bilang mama aku mau nikah sama kamu di awal 2015."

Lah emang yang bilang gue mau siapa?

Tapi tentu saja jawaban itu nggak gue suarakan ya, karena waktu itu kami lagi di jalan, dan gue takut dipersilakan pulang sendiri lalu ditendang keluar dari mobil. Jadi biar aman, gue diem aja sambil mesem-mesem malu.

Kami baru kenal kurang lebih dua bulan, dan entah apa yang membuat Roy tiba-tiba langsung yakin mau nikahin gue. Bahkan untuk membuktikan keseriusannya, dia ngadep bokap nyokap gue buat ngomong. Bolak-balik diskusi keluarga, dan akhirnya kami mencapai kata sepakat.

Akhir tahun 2015.

Di pertengahan tahun ini, gue dan Roy udah nyicil bayar DP ke beberapa vendor untuk ngunci tanggal. Yang belum beres tinggal perintilan kecil kayak jas, souvenir, dan undangan, tapi kami berdua udah punya bayangan, tinggal eksekusi sama vendornya aja.

Nah, satu-satunya masalah yang masih ngeganjel adalah: ini kok gue belom dilamar-lamar ya?

Berhubung bertahun-tahun gue diracuni (atau sukarela meracuni diri?) oleh film-film Hollywood, maka buat gue, proposal is a big deal. Dari dulu gue kepingin tau rasanya ngeliat cowok yang gue cintai berpidato, kemudian berlutut, dan diakhiri dengan pertanyaan apakah gue mau nikah sama dia.

Ahh, semoga gue punya kesempatan untuk nyari tau jawabannya.

***

6 Desember 2014

It was an ordinary Saturday, di mana gue nunggu dia jemput, kemudian kami menuju ke Kelapa Gading buat nengokin apartemen. Or at least I thought it was.

Sampe kemudian lagu Grows Old With You mengalun dan dia minta gue buka laci dasbor. Ada sebuah kotak berwarna ungu di sana. Dan ketika gue buka, di tengahnya, terdapat sebuah kotak beludru berwarna hitam.

Air mata haru mulai ngintip dan mengaburkan pandangan gue. I opened the box and... it was empty.

Crap, ini gue dikerjain ya?

Waktu gue kebingungan dan nengok ke Roy, dia menunjukan cincin yang seharusnya ada di kotak yang gue pegang, diikuti dengan pertanyaan, "Will you marry me?"

***

The Moment

Di mobil yang sama, dengan posisi yang sama, akhir tahun ini dan awal tahun 2013 lalu. He asked me to marry him, spend the rest of my life being his wife, partner, and bestfriend.

Nggak sambil berlutut, dan nggak juga dengan speech manis seperti yang sejak dulu gue mimpikan. Bukan juga di restoran mewah dengan lilin-lilin di atas meja, apalagi di theme park besar seperti Disneyland.

Hanya di dalam mobil yang telah menjadi saksi untuk banyak pembicaraan yang kami lakukan, saat kami sedang duduk berdampingan, dan diiringi sebuah lagu yang mewakili kata-kata yang nggak dia ucapkan. Bukan dengan speech formal, hanya sebuah permintaan tulus dan jujur untuk mengarungi kehidupan di depan bersama-sama.

He did that his way, yet, it was the sweetest proposal I've ever known. I would never get a chance to experience those Hollywood proposal, but who cares?

This amazing man asked me to be his wife. And of course, people, I said yes. :)


5 comments:

  1. Wuihh akhirnya bisa resmi ngucapin : selamat yaaa sarah ~ semoga semuanya lancar sampai hari H dan sampai selamanya ~ amin ! :)

    ReplyDelete
  2. Aaaaak ikut seneng bacanya. Gak kaya di film film tp kalo Roy yg ngelamar ttp aja sweet ya, Sar. Selamat ya Sarah dan Roy. Lancar terus sampe hari H dan langgeng terus sampe kakek nenek :D

    ReplyDelete
  3. Anni: Amiiiin :D Makasih doanya yaaa :") Kangeeen deh! kapan bisa ketemuan nih >.<

    Icha: Amiiin sayang, terima kasih yaaa :") *hug*

    ReplyDelete
  4. udah baca cerita si roy dan sekarang baca cerita sarah,
    awww, seneng bacanya ya.
    itu si roy langsung ngebet ngajak nikah seminggu setelah jadian kayaknya takut kamu nanti berubah pikiran sar, haha *ampun roy*
    btw itu BGM nya pas banget grow old with you, liriknya baguuss

    ReplyDelete
  5. Kak Presy: Hoahahahaha :))) Buruan dilamar sebelum aku sadar ya kak? :p

    Iyah, Grow old with you bagus banget ya liriknya :D Roy sampe kepikiran buat nyanyi itu sih pas resepsi, tapi nggak tau jadi apa enggak, kalo jadi aku mau hire guru vokal duluuuu :))))))

    Antisipasi, daripada kaca pecah smua nanti :)))

    ReplyDelete