Friday, 12 December 2014

Singapore Day 2 (Part 1) - Belanja Belenji

Good morning Singapore, rise and shine!

...NOT.

Mendung dan ujan aja dooong di sini. Bikin manyun deh, pagi-pagi.

Kami bangun, mandi, siap-siap, dan sarapan sambil berdoa ujannya bakalan berenti nggak lama lagi. Puji Tuhan doanya dijabah! Jam setengah sepuluh, waktu kami mau jalan dari hotel, ujannya udah tinggal gerimis mengundang! Horeee.

Kami segera menuju ke China Town buat ngambil tiket masuk yang sebelumnya udah dibeli di kantor Anaya Tour. Abis itu, berhubung udah di China Town, yaudahlah ya, sekalian aja liat-liat dan belanja.



Oh iya! Setelah bebelian oleh-oleh, kami sempet jalan ke Buddha Tooth Relic Temple juga. Letaknya masih di sekitaran China Town dan bisa dijangkau dengan jalan kaki. Niat awalnya mau naik ke atas buat ngeliat gigi Buddha. Apa daya kayaknya ada ibadah, jadinya kuil-nya ditutup.

Yastra, mau bilang apa. Akhirnya kami foto-foto aja di depannya, trus cabut.



Berhubung ahenda utamanya hari ini belanja, kelar keliling China Town, tujuan kami yang berikutnya adalah the famous Orchard RoadWe took the MRT to Orchard Station, dan keluar-keluar stasiun langsung nongol di ION Mall.

Karena udah jam makan siang, akhirnya kami memutuskan untuk makan dulu, baru lanjut belanja. Segeralah kaki ini melangkah ke Food Opera. Kami berpencar, mami papinya Roy beli masakan Padang, sedangkan gue dan Roy beli Hainan Chicken Rice.

My super tastetyless Hainan Chicken Rice

It looks crazily tasty but in fact it's completely tasteless. KZL. Tapi berhubung udah kebeli, yastralahya. Meskipun gondok karna ketipu sama penampilan, telen aja deh. Buat pencuci mulut, kami berempat beli cakwe, satu-satunya makanan di sana yang menurut gue paling bener rasanya. Harganya yang gak bener. $1 sebiji. Berarti beli lima biji goban. Di Indonesi udah dapet sama gerobak-gerobaknya kali. *berlebihan*

Kelar makan, kami lanjut jalan-jalan di ION Mall. First stop, Charles & Keith. Sempet semangat karena actually harga C&K di Singapore sedikit lebih murah ketimbang C&K di Indonesia. Tapi berhubung kemarenan ini dolar Singapore naik gila-gilaan, jatohnya jadi sama aja harganya. Niat bebelian tas langsung buyar seketika. Ntar aja deh di Jakarta. Harganya sama, gak ribet bawanya pun.

Dari C&K, kami bergerak menuju Takasimaya. Sempet foto-foto norak dulu pas keluar dari ION Mall, karena ngeliat hiasan Natal di mana-mana. IH KOK CAKEP?




Sampe di Takasimaya, kami berpencar. Papanya Roy makan $1,2 (naik harganya, hiks.) ice cream, mamanya Roy liat sepatu, gue dan Roy ngacir ke bagian mainan. Tujuannya apalagi kalo bukan hunting Hot Wheels.

Sayangnya, ternyata nggak ada yang gue suka. Udah gitu mahal pula, satunya $3,9. Jatohnya jauh lebih mahal ketimbang di Indonesia, lagi-lagi karna melemahnya Rupiah. Syedih. Maminya Roy juga nggak beli apa-apa, karena harga barang-barang di sana sungguh mehong. Flat shoes dept. store yang mereknya gak pernah gue denger aja harganya ampir sejuta. KTHXBHAAAY.

Akhirnya dengan tangan hampa, kami gabung sama papanya Roy dan beli $1,2 ice cream. Trus makan sambil ngelurusin kaki. Yaulih, pegel banget, padahal ini baru dua tempat. Masih ada dua tempat lagi yang bakalan kami kunjungi.

Mau pake ojek gendong dong, boleh gaaak? *pijet-pijet kaki*

(bersambung ke Part 2 yaaa, pegel nulisnya *hiks*)

2 comments:

  1. Hahahah agak fail ya ini. Tapi untungnya, cakwe menyelamatkan... walopun mahal.

    ReplyDelete
  2. Dwi : Hoahahahaha iyaah! Untung ada cakweeee :))

    ReplyDelete