Wednesday, 25 June 2014

Maleficent

Beberapa orang berpendapat, Maleficent bahkan jauh lebih bagus ketimbang Frozen. Menurut gue, kedua film ini sama-sama keren. Disney, akhir-akhir ini lebih banyak mengedepankan hubungan keluarga ketimbang romansa pemeran utamanya. Actually,  ini ide yang ciamik sekali. Kenapa gitu? Karna beberapa cerita prinses klasik Disney (yang ngangkat masalah cinta-cintaan cewek cowok such as Snow White, Little Mermaid, dst) kadang bikin anak-anak perempuan yang gampang terpengaruh macem gue jadi delusional dan berlomba-lomba nyariin prins carmingnya. Akibatnya kecentilan. SD aja udah pada pacaran. Zzz.

Kembali lagi, selain bikin hati hangat, Maleficent juga membuat gue melihat cerita putri-putri Disney dari mata villain-nya. It told me something about them. Bahwa nggak ada manusia yang jahat dari sononya. Nggak ada manusia yang begitu brojol, langsung memutuskan, "Jadi jahat aaah. Seru keknya." Nggak ada yang suka jadi tokoh antagonis. There must be (a) reason(s) behind it.

Justru menurut gue, malah aneh bin ajaib kalo nggak ada sebab musababnya tiba-tiba seseorang jadi jahat begitu aja. Model yang sangat sering kita temukan pada sinetron-sinetron Indonesia. Kagak kenapa-kenapa, tapi asal mek-ap-nya tebel, mukanya judes, melotot mulu, pastiii jahat.

Tapi sebenernya, kenapa sih cerita Maleficent yang dipilih untuk diangkat ke layar lebar? Kenapa bukan Disney's villains yang lain? 

Berbekal rasa penasaran itu, gue iseng-iseng browsing, dan inilah jawabannya.

Ada beberapa strong and famous villain yang Disney punya, antara lain, Ursula (Little Mermaid), Wicked Queen (Snow White), Jafar (Aladdin), dan Scar (Lion King). Masing-masing dari mereka punya tujuan yang ingin mereka capai atau miliki. Sayang, gol ini akhirnya bikin mereka buta, dan mendorong mereka melakukan segala cara untuk mencapainya.

Mari kita telaah satu persatu.

Yang pertama, Ursula. Dia kepingin jadi ratu yang menguasai lautan. Karena gila kekuasaan, akhirnya jadi menghalalkan segala cara.


Dese Disney's Villain yang dulu paling gue takutin. Bentukannya serem dan kejam banget.

Yang kedua, Wicked Queen. Ratu ini jadi jahat karena dia iri sama kecantikan anak tirinya yang saat itu lagi puber. Karena obsesi jadi wanita paling cantik di dunia nggak akan tercapai kalo Snow White masih hidup, dia menyusun rencana untuk melenyapkan anak tirinya itu.


Cuman bisa nyinyir kalo ngeliat cewek yang lebih cantik dari situ? Mainstream. Wicked Queen dong! Mainannya Apel beracun!

Yang ketiga, penjahat dari film Aladdin, Jafar!


Dia punya obsesi memerintah kerajaan, dan memperoleh kekuasaan tertinggi. Kurang lebih sama kayak Ursula, tapi versi daratnya.

Yang keempat, Scar. Dia juga gila kekuasaan dan kepingin jadi raja.


Kerennya lagi, ngeliat sepintas aja kita bisa tau kalo Scar ini jahaaat banget. Seringainya ituloh.

Lalu mengapa Maleficent?

Sebelum film ini naik ke layar lebar, yang gue ketahui hanyalah fakta bahwa Maleficent itu jadi jahat karna dese ngambek. Ngambeknya perkara masalah seupil pula. Cuma karena doi gak diundang ke pesta (baptisan) kelahiran Aurora. Akhirnya, sakit hati ini akhirnya berbuah kutukan mematikan.

Waktu kecil sih kedengerannya masuk akal-masuk akal aja ya. Pas udah bisa mikir pake logika, baca ulang Sleeping Beauty bikin gue kepingin noyor si Maleficent. Abis, tingkahnya mirip bingits sama ABG labil. Ngambekan. Kalo ABG labil mendingan deh, paling cuman caper di twitter. Lah si Maleficent mainannya kan ngutuk. Zzz.

Disney membiarkan kita gemetz gemetz gemetz belasan tahun, sebelum akhirnya mereka memproduksi film tentang Maleficent, dan membuka tabir misteri (ciailah) dibalik kejamnya kutukan jarum pemintal. Maleficent dipilih karena dari seluruh Disney's villains yang ada, hanya dia satu-satunya penjahat yang ceritanya masih menyisakan tanda tanya.

Janggal aja gitu, bentukannya serem begini tapi kelakuan ABG labil.


Disney juga mengatur sedemikian rupa, sehingga Maleficent baru dibuat dan dijual pada tahun 2014. Maleficent nggak diproduksi berdekatan dengan Sleeping Beauty, supaya image jahat ratu bertanduk ini melekat erat di kepala kita semua. In short words, waktu kecil, kita dibikin benci banget sama Maleficent. Sekarang, waktu jahat dan baik itu nggak ditentukan semudah warna eyeshadow dan penampilan menyeramkan, kita dibawa menyelami kisah gelap Maleficent. Penikmatnya masih sama, hanya beda umur dan waktu penyampaiannya.

BRILIAN.

Disney mengerti betul target pasarnya. Mereka yang dulu menikmati cerita Sleeping Beauty melalui lembaran buku, sekarang duduk manis mendalami cerita Maleficent di layar lebar. Mereka yang dulu hanya bisa mengidentifikasi tokoh protagonis dan antagonis, sekarang dibuat meragukan pendapatnya sendiri. Dibuat mempertanyakan kembali, siapa yang sebenarnya jahat dalam cerita Sleeping Beauty?

Gue hampir gak menemukan kekurangan dari film ini. Logikanya rapih, semua terasa masuk akal dan berkaitan erat dengan cerita Putri Tidur. Sayang Aurora-nya agak gengges. Menurut gue Elle Fanning kurang pantes ah, jadi Aurora. Alasannya ini:


Tapi sepenuhnya bisa dimengerti kok. Soalnya emang PR banget sih nyari perempuwi yang lebih cantik dari Jolie. Susyah, pasti. So Elle Fanning... bolehlah. *digampar bolak balik sama fans-nya*

Akhir kata, kalo elo penikmat cerita klasik Disney dan belum nonton film ini, buruan deh, lari ke bioskop terdekat. Sebelum film-nya abis digusur Transformers. Trust me, you DO NOT want to miss it.

PS : Hello, Disney. Ngana dapet salam nih dari unexpected audience!

6 comments:

  1. belum nonton nih nenggg.. :D..

    ReplyDelete
  2. Gw tidur pas nonton nih pilem di bioskop..
    tapi kata kekasihku bagus banget.. dia suka.. hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHAHA dasaaar! *tos sama pacarnya Dodo*

      Embuuur ini film bagus banget!

      Delete
  3. Belum nonton. Tapi ini film kayaknya heboh banget yak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa :D Mungkin heboh karena Disney kali yaa :D Tapi baguuus kok! Wajib nonton :)

      Delete