Wednesday, 2 April 2014

#PPStandUp3

Beberapa bulan lalu, saat lagi iseng scroll-scroll timeline, mata gue berhenti di salah satu tweet dari akun @Provocactive. Ternyata, #PPStandUp (yang terkenal 'beda' dan gahar) akan kembali digelar. Kali ini bertajuk Reality Bites. Setelah menilik tanggalnya dan mengecek jadwal, ternyata gue dan pacar available. Trus, sebagian besar komika yang tampil adalah komika favorit kami berdua.

Jadilah akhirnya gue dan pacar memantapkan diri untuk beli dua tiket, yang masing-masing hanya dibandrol seharga Rp 100.000,-. Dan malam itu, duit Rp 100.000,- yang gue keluarkan nggak akan pernah bisa menggantikan salah satu pengalaman edukasi dan hiburan politik paling epic sepanjang gue hidup.

huwooow!

Tanggal 1-nya, gue ketemuan sama pacar di Sarinah, kemudian beli McD, abis itu langsung ngacir ke Graha Bakti Budaya. Makannya di mobil ajuah, daripada ntar telat trus disetrap. Puji Tuhan jalanan gak terlalu macet, dan kami sampe tepat waktu. Gue ke toilet sebentar, pacar nuker tiket dengan gelang, lalu kami bersiap memasuki auditorium.


Sebelum masuk, kami diperiksa ketat. Tas digeledah, badan digrepe. Tujuannya sih menaati peraturan ya, karena sepertinya nggak boleh bawa makanan dan minuman ke dalem auditorium. Tapi kalo pemeriksaannya kayak begindang sih, gue rasa mereka nyari pistol deh. Sok-sok aja nyari makanan dan minuman. Sebenernya mah lagi berusaha mengungkap kedok sniper. :)))

Sampe di dalem, sebagian besar kursi sudah penuh terisi. Gue akhirnya dapet posisi tengah yang lumayan asik, dan satu baris sama JFlow dan Pandji. Kalo acara ini ditayangin di Kompas / Metro TV, pasti muka gue kesorot berkali-kali kayak pas Ernest Prakasa & The Oriental Bandits (--,) Namun, demi keselamatan ketujuh komika yang tampil, tentu saja tidak ada penayangan ulang baik di TV maupun youtube. Penonton juga dilarang keras untuk merekam dengan media apapun.

Acara dibuka oleh sambutan dari Sammy Notaslimboy. Gue pikir dia first performer, ternyata MC dooong. Gilanya, dese jadi MC aja kocak bener :))) Jadi nggak sabar nunggu Tanpa Batas 26 April 2014 nanti. Hore!

Kembali lagi ke #PPStandUp3, komika pertama yang naik ke panggung adalah Awwe. Dese tergabung dalam Pride of Bekasi, bersama Adjis, Arya, dan Bintang Bete. Doi mengupas capres & cawapres kita satu persatu dengan gayanya yang kasual tapi memancing tawa. Gue sukses ngakak sampe nangis waktu doi ngebahas kampanyenya Gita Wirjawan dan Wiranto. Singkatnya, Awwe berhasil membuka acara ini dengan meriah, kereeeen!

Performer kedua adalah Kukuh. Seperti halnya Awwe, dese juga tergabung dalam We Are Not Alright bersama Pange, Adri, dan Kamga. Ke empat komika ini udah nggak usah diragukan lagi lah ya, ngehenya. Tapi kalo soal ekspresi, Kukuh lah udah yang terngehe dari yang paling ngehe. Gue sampe kepingin nonjok sanking gemesnya. *gremet-gremet pegangan kursi*

Setelah Kukuh tampil, Ernest Prakasa mengambil alih panggung. Berhubung Ernest adalah salah satu komika yang paling sering gue tonton, beberapa bit yang dia bawakan udah pernah gue denger sebelumnya. Tapi yang menjadi highlight malam itu adalah penutup dari set-nya. Dese menyebarkan awareness berkaitan dengan penculikan aktivis di tahun '98.

"Udah cukup. Pembunuh itu tempatnya di penjara, bukan di istana."

yang dilafalkan suara bergetar. *langsung mewek*

Ernest turun panggung, kemudian digantikan oleh Pange dan... Teddy Bear-nya. :))) I'm not a fan of Pange, tapi di #PPStandUp3, menurut gue pribadi, dia berkembang pesat ketimbang terakhir kali gue nonton WANA. Bitnya tajam seperti biasa, artikulasinya lebih jelas, dan harus gue akui, dia masuk ke dalam jajaran komika yang paling 'terbuka' dan apa adanya.

Pange selesai, Muhadkly Acho keluar membawa mic, dan langsung misuh-misuh tentang namanya yang susah dan akhirnya sering salah disebut. Gue langsung ngakak, iya bangeeet! Gue juga nyerah baca nama dia, ribet! :))) Mending manggilnya Acho ajalah. HAHAHA. Setelah itu, bit infeksi-saluran-pencernaan dibawakan dengan apik dan kocak. Gue ketawa sampe engap. Anjis lah, mungkin seumur hidup gue nggak akan pernah lupa ini:

"Lo bayangin! Tes tai masa satu juta???
Lah tes TOEFL aja cuman tiga ratus lima puluh rebu."

Bangkek. :)))

Berhubung yang yang paling ganteng biasanya belakangan, komika terakhir yang bertugas menutup acara ini adalah Adriano Qalbi. Dia adalah salah satu komika paling menarik yang sampai saat ini masih gue tunggu spesialnya. Seperti biasa, materinya cerdas dan 'beda' dari yang lain. Tajam, sinis, tapi khas Adri. Dia menyindir sebagian orang yang naif berpikir bahwa pemilu bisa membawa perubahan, sedangkan masih banyak masyarakat Indonesia yang nggak punya toilet. Urusan lima tahun sekali VS urusan tiap hari. Dia juga mengulik fenomena Earth Hour, dan membuka fakta bahwa untuk saudara-saudara kita di Indonesia Timur, Earth Hour itu terjadi SETIAP jam. Dengan kata lain, di sana, kegelapan itu... EVERY hour.

Overall, acara ini keren banget, walaupun durasinya agak terlalu panjang menurut gue. Setiap komika yang tampil sedikit banyak membawa pesan tentang pileg dan pilpres yang sebentar lagi akan digelar. Tentang kepedulian dan tindakan kita yang nantinya menentukan mereka-mereka yang akan jadi pemimpin bangsa. Tentang kenyataan hidup yang kadang nggak semanis janji-janji calon presiden dan partai. Reality does bite.

Intinya, tiga jam duduk dan mendengarkan enam komika melakukan masing-masing set-nya kemarin, alhasil bikin gue jadi merenung dan berpikir. Menyadari, bahwa ternyata politik yang selama ini jarang menjadi topik pembicaraan dan cenderung membosankan untuk diikuti, bisa jadi punya pengaruh yang besar untuk hidup kita, tanpa disadari.

Jadi, mulailah peduli dan ikut mengambil tindakan. Mau golput? Boleeeh. Seperti kata Bang Sammy (mohon dikoreksi kalo gue salah ya), mending golput karena ngerti daripada nyoblos cuma ikut-ikutan. Eh tapi kalo golput, jangan lupa, dateng ke TPS dan rusak surat suaranya. Daripada pengusaha lumpur atau dalang penculikan akhirnya menang gara-gara surat suara lo disalahgunakan?

PS : I can't wait for #PPStandUp4!

2 comments:

  1. Bang Sammy perform juga kah?

    Mau nonton stand up live belum sempet-sempet. Selain karena biasanya acara kayak gini malem, tempatnya juga jauh. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak, Sammy jadi MC :D Tapi dia bikin spesial loh 26 April, ayooo nontooon :D

      Delete