Wednesday, 5 February 2014

Night Safari - Let's Go Wild!

Kurang lebih pukul tujuh, halaman depan Night Safari udah rame dipadati orang-orang yang menunggu pintu gerbang dibuka. Ada yang jalan-jalan di toko souvenir, makan dan ngemil-ngemil di food court, atau foto-foto dengan patung-patung dan hiasan Imlek kayak kami ini:




"phft, jadi itu pacar baru kamu?"


*balada turis kere* *makanan sama souvenir-nya mahal* *foto-foto aja yang grates*

Setelah puas berfoto, kami berjalan mendekat ke entrance gate, tapi terhalang oleh keramaian yang menyemut di panggung yang terletak tepat di samping food court. Karena penasaran ada apa, maka kami ikutan nyari posisi untuk nontonin panggung… kosong :)))

Asli masih clueless bakalan ada apa, cuma ikutan orang-orang nunggu aja. Setelah nunggu lama dan belum juga ada yang muncul, Roy sampe bilang, “Jangan-jangan orang-orang di sini juga nggak tau lagi mereka nungguin apa. Cuman ikut-ikutan doang.” :)))

Untunglah, beberapa detik setelah kami berniat untuk pergi dari sana, muncullah dua orang laki-laki yang cuma pake penutup aurat. Itu juga minimalis banget. Belom pernah ketemu FPI pasti mereka. Kalo ketemu mah langsung diarak keliling kota kali.

Mari tidak fokus pada apa yang mereka kenakan dan mulai membicarakan apa yang mereka lakukan. Ternyata, kedua orang ini akan menari tarian api di panggung! Pantes kayak gitu bajunya ya. Kalo pake topi sama baju kegedean mah mau break dance doooong. Nama show-nya sendiri adalah Thumbuakar Dance.


Seorang penonton diajak ikut bermain dengan api

Mereka berdua melakukan atraksi seperti menyemburkan ‘nafas’ api, mematikan api dengan ‘menelannya’, memutar-mutar bola api, dan permainan-permainan api lainnya. Mereka berdua juga gak sadar, yang bikin penonton ‘panas’ justru bukan atraksinya sama sekali, tapi tubuh atletis mereka dan penutup aurat yang sama sekali jauh dari kata sopan. *ngelamun jorok*

Setelah Thumbuakar Dance selesai dan kedua lelaki itu kembali ke habitat masing-masing, pintu masuk Night Safari ternyata sudah dibuka. Kami langsung mengantri karena antian di depan pintu masuknya sudah mengular panjang. Asiknya, tetep tertib dan nggak dorong-dorongan walaupun ramenya na’adjubile.

Setelah berhasil masuk dan melihat peta, kami baru menyadari bahwa ada dua cara untuk berkeliling di dalam kebun binatang. Yang pertama adalah dengan menggunakan trem, dan yang kedua adalah dengan berjalan kaki. Dengan pertimbangan masak dan kaki yang super pegel abis jalan-jalan di River Safari, maka akhirnya kami memutuskan untuk berkeliling dengan menggunakan trem terlebih dahulu. Nanti kalo masih kuat, baru jalan.

Antrian tremnya panjaaaaaaaaaang banget, tapi lagi-lagi, semuanya rapih dan tertib. Nggak ada yang dorong-dorongan atau nyerobot. Semuanya nunggu giliran dengan tertib. Untungnya, trem yang disediakan sama Night Safari juga cukup banyak, jadi walaupun antriannya panjang minta ampun, kami nggak keburu busuk gara-gara kelamaan nunggu.

Trem kami akhirnya datang! Kami segera melompat masuk dan duduk. Lalu gue baru sadar kalo ternyata tremnya… nggak punya pintu. Dalam kegelapan gue buru-buru buka dan berusaha membaca map, memastikan kita nggak akan melewati kandang hewan buas pemakan daging. Ntar yang ada balik ke Indonesia gue udah almarhum.

Sebelum gue selesai mengidentifikasi apakah ada kandang karnivora berbahaya yang akan kami lewati, trem sudah berjalan pelan meninggalkan stasiun. Gue melipat map, kemudian menaruhnya kembali di tas sambil berdoa. Kepalang tanggung. Apa yang terjadi, terjadilah. #SarahAnaknyaPasrahan

Sepanjang berkeliling dengan trem, kami ditemani oleh seorang pemandu yang bahasa inggrisnya bagus. *sujud syukur* Gue seneng banget, karena buat orang yang bahasa inggrisnya pas-pasan macem gue ini, dengerin inggrisnya orang Chinese sama aja kayak denger bahasa Jerman. Gak bakalan ngerti (T_T)

Trem mulai memasuki habitat-habitat buatan untuk hewan-hewan seperti Flamingo, Bharal, Markhor, dan Barasingha. Habitatnya dibuat persis banget sama aslinya. Ambil contoh, penerangan di setiap penangkaran yang sangat minimalis (gue gak bisa ambil foto sama sekali karena penggunaan flash light dilarang keras), serta pohon-pohon besar yang sangat banyak dan rimbun. Kami melanjutkan perjalanan menuju ke kandang Hyena, Singa, Leopard, Beruang, dan Jerapah. Kekhawatiran yang sempet gue rasakan di awal menguap seiring dengan bertambah serunya petualangan kami. Trem yang berjalan pelan, kegelapan malam, suara-suara binatang yang bersahut-sahutan, pepohonan di sepanjang jalan, dan angin dingin yang membelai kulit membuat gue memejamkan mata sejenak sambil bersenandung pelan. Aaaah mungkin begini ya rasanya kemping di hutan. *gelayutan sama Tarzan*

Lebih jauh lagi, kami melihat koleksi Cape Buffalo, Kudanil, Gajah, Banteng, Tapir, Rusa, Badak, dan Serigala. Perjalanan mengelilingi kebun binatang dengan trem berlangsung kira-kira 45 menit. Setelah kembali ke stasiun, kami segera turun karena mengejar show yang sebentar lagi akan berlangsung, Creatures of The Night Show!


Show ini menampilkan atraksi maupun interaksi dari berbagai binatang malam seperti Binturong, Rakun, Serigala, Ular, dan Hyena. Nggak cuma interaksi sama sang pawang aja, binatang malam yang ditampilkan juga berinteraksi dengan penonton dan pengunjung kebun binatang. Interaktif, menghibur, dan luar biasa keren. Lagi-lagi gue bersyukur, bahasa Inggris MC-nya bagus banget, jadi gue nggak butuh translator selama menonton show.

Oiya ada yang bikin gue kesel sih pas nonton. Jadi kan udah dibilangin dari awal, dilarang keras memotret dengan menggunakan flash light karena bisa beresiko mengakibatkan kebutaan bagi satwa malam. Masih aja ada loh yang pake flash light. Trus ditegur langsung dari atas panggung, dan MASIH saja menggunakan flash light-nya. Either gak ngerti bahasa Inggris atau emang tuli dari sananya, atau emang guuuuooooblok. Gatau deh. Harusnya ada kebijakan, dilempar ke kandang Harimau aja orang-orang macam itu. HIH.

Selesai menonton, karena masih ada waktu, kami memutuskan untuk mencoba walking trail-nya :D Walking trail di Night Safari terbagi menjadi empat, yaitu Fishing Cat Trail, Leopard Trail, East Lodge Trail, dan Wallaby Trail. Setiap trail makan waktu kurang lebih dua puluh menit.

Sekilas tentang Fishing Cat Trail, pengunjung diberi kesempatan untuk melihat bagaimana Fishing Cat berburu mangsanya. Sayang waktu gue ke sana Fishing Cat-nya lagi angot-angotan. Lama bener gegalauan mau nerkamnya, padahal waktu kami nggak banyak. Jadi akhirnya kami nggak nungguin.

Lanjut ke Leopard Trail, di sini ada koleksi hewan favorit gue, Macan Tutul, serta teman-temannya yang masuk ke dalam kategori kucing, tapi buas. Contohnya, Clouded Leopard sama Golden Cat. Ada juga Kelelawar buah dan adorable Giant Flying Squirrel.

Memasuki East Lodge Trail, kaki gue mulai terasa berat. Yaiyalah ya, gak berenti jalan dari siang. Tapi dikuat-kuatin karena kepingin liat Spotted Hyena dari dekat. Sayangnya, biar udah deket kayak apa juga, karena gelap, gue nggak bisa foto sama sekali L Oh iya di trail ini juga ada Babi Rusa, Anoa, dan Malayan Tiger.

Sampe di Wallaby Trail, yang mana juga trail terakhir, kami… lari, karena dikejar waktu. Udah jam setengah sebelas kurang, dan hostel menetapkan peraturan check in pukul 12 malam. Sedangkan jarak dari zoo ke hostel lumayan jauh. Akhirnya karena gak mau rugi udah tanggung, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan tapi nggak berenti-berenti untuk liat-liat. Walaupun buru-buru, gue masih sempet ngeliat Wallaby dari dekat dooong :D Di peta ada sugar glider juga, tapi sayang gue gak terlalu merhatiin mereka.

Pukul setengah sebelas kami sudah duduk dalam perjalanan menuju hostel. Kami check in pukul setengah 12 lebih, kemudian Roy dengan kejam menyeret gue ke kamar mandi. Ya Tuhan kalo udah capek tuh ngeliat ranjang bawaannya mau selonjoran langsung ya, tapi gak boleh (T_T) Harus mandi dulu (T_T) Abis mandi gue disuapin tolak angin, trus disuruh istirahat cukup, karena besok kami akan pergi ke… UNIVERSAL STUDIO!

2 comments:

  1. Asik, habis dari kebun binatang, langsung ke Universal Studio \o/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tungguin yaaa! Besok postingan Universal Studio naik :>

      Delete