Monday, 3 February 2014

L O V E

Jadiii.

Kemaren, untuk merayakan setahunan kami berdua, gue dan Roy pura-pura mengulang first date kami, kurang lebih setahun yang lalu tanggal 19 Januari 2013. Waktu itu kami mengunjungi empat tempat, Gandaria City, Bakoel Koffie Cikini, Teater Jakarta, dan Sate Sambas. Gue mengenakan kardigan warna baby Pink dan skinny jeans Hitam, dengan flat shoes. Dia mengenakan outer Hijau dan jeans.

Berhubung Roy menang tiket nonton gratis di PS, akhirnya nontonnya kami ganti dari Gandaria City ke Plaza Senayan. Dan berhubung malem sebelumnya kami berdua kekeuh nungguin jam 12 malem untuk memeluk satu sama lain sambil mengucapkan Happy Anniversary, akhirnya, justru tepat di tanggal 2-nya, Roy tepar. Rencana ke Bakoel Koffie Cikini dan Teater Jakarta harus dicoret karena dirasa terlalu jauh.

Dengan outfit yang persis sama dengan kencan pertama, kami langsung janjian di PS, dan dia datang dengan membawa setangkai bunga Mawar putih. My favorite kind of flower. Cuma dikasihin ke gue, di foto, abis itu dia nanya, "mau ditaro di mobil nggak bunganya?" :)))

Happy Girlfriend <3

Setelah meyakinkan diri akan sangat rempong nonton sambil bawa-bawa bunga, akhirnya gue mengangguk dan kami berdua jalan menuju ke parkiran untuk menaruh bunga di mobil. Setelah itu kami menuju XXI, beli popcorn manis dan sprite jelly, kemudian masuk ke studio dua untuk menonton Comic 8. Gegara puas ngakak sampe rahang pegel, kelar nonton gue laper.

Sate Sambas-nya belom buka, dese adanya cuma kalo malem. Trus ini piye?

"Ke Gandaria City aja boleh nggak, hun? Aku kepingin Salmon Skin Roll-nya Sushi Ya..."

Roy mengangguk mendengar permintaan gue, kemudian menggamit lengan gue menuju ke parkiran. Berpindah tempatlah kami, dari Plaza Senayan ke Gandaria City. Sampai di Gandaria City, kami langsung menuju Sushi Ya, dan...

"Salmon Skin Roll-nya kami lagi habis tuh mbak."

Gue nyengir sedih. Ya ampun dibela-belain ke sini gara-gara Salmon Skin Roll trus ternyata abis? You've got to be kidding me :(

"Mau Sushi Tei aja?" Roy menawarkan.

Gue menggeleng. Udah gak nafsu. Akhirnya kami memutuskan makan di Nanny's Pavilion, dan salah milih menu. Baked Rice yang gue pesen gak enak, pasta yang Roy pesen rasanya kayak Indomie, dan pas bayar... overpriced.

Herannya, gue dan Roy masih tetep bisa senyum dan ketawa-ketawa malem itu. Kami berdua seneng banget, sampe kayaknya gak ngerasa terganggu sama rencana yang berantakan, ngidam yang gak kesampean, atau makanan yang gak enak tapi mahal. At the end of the day, waktu dia nganterin gue ke rumah, he still hug me tight and said, "I'm so happy. Thank you for today."

Gue menyadari pada akhirnya, bahwa keberadaan orang yang gue sayanglah yang penting. That was all that matters. Ke mana, makan apa, ngapain... those things were just options. I would be happy if he stood beside me, anywhere.

Bahkan ketika keadaan sedang tidak bersahabat, kamu masih bisa tersenyum saat menyadari keberadaannya di sampingmu.

Then I thought... maybe it's love. The simple definition of it.

with happy baby boo and his ice cream <3

***

You know you really love someone when sitting side by side
with him / her is enough to make you happy.

2 comments: