Friday, 21 February 2014

Cold Chocolate

"Aku lembur lagi nih."

Send.

Gue memindahkan mata dari screen ponsel menuju layar monitor yang menampilkan microsoft excel. Mencoba berkonsentrasi kembali dengan deretan angka di hadapan gue. Kepala gue mulai berdenyut-denyut, tapi deadline kerjaan nggak pernah mau mengenal alasan.

Ponsel gue berbunyi dua kali. Mengisyaratkan bahwa balasan pesan gue sudah datang.

"Yaudah nggak apa-apa Sar. Kamu semangat yaaaa!"

Gue tersenyum lagi, kemudian mengetikan sederet balasan, "Kamu jadi makan bakso di MaBes?"

"Iya nih, sama Ko Cia, Irene, sama Owen. :D"

"Sorry ya, aku jadi skip lagi."

"It's okay beb. Nanti pulang kamu istirahat ya, supaya besok fit lagi :)"

***

Gue terbangun. Hujan deras di luar. Gue menarik selimut ke leher, kemudian memejamkan mata sejenak. Berharap ini masih jam tiga subuh. Tangan gue menggerayangi meja di samping ranjang, mencoba menemukan ponsel untuk melihat pukul berapa sebenarnya sekarang. Dammit where's my hand phone?

Kesal, akhirnya gue mencoba membuka jendela di atas ranjang gue. Satu-satunya cara agar gue mengetahui jam berapa saat ini tanpa perlu bangun dan berdiri. Cahaya matahari langsung menerobos dan menerangi kamar saat tirai jendela gue singkap.

Saat itulah gue melihat sebuah gelas Starbucks berdiri manis di meja samping ranjang. Agak kesudut, mungkin yang meletakkan tahu kebiasaan gue mengacak-acak meja ini untuk mencari ponsel. Agaknya ia meletakannya di ujung, agar tidak tersenggol atau terjatuh.

Gue yang disergap rasa heran, langsung melupakan kantuk dan duduk di atas ranjang. Tangan gue mengambil gelas itu, dan membaca nama yang tertulis di badannya.

"CATHERINE" dengan spidol hitam.

Kenapa gelas ini bisa ada di kamar gue?

Sederet kemungkinan berlarian di kepala gue. Mungkinkah ini...

"Weeeen." dengan suara serak, gue memanggil adik gue yang masih lelap tertidur. Memaksanya bangun karena ada yang harus dia jawab.

"Haaah?" jawabnya masih terbalut kantuk. Setengah matanya masih terpejam, tapi firasat gue mengatakan dia tahu apa yang ingin gue tanyakan.

"Ini punya siapa?" gue mengangkat gelas Starbucks di tangan gue.

"Lo."

"Hah??"

"Gue kemaren balik jam setengah dua belas. Belom basi kok. Itu dibeliin Catherine semalem, buat elo."

The rest of the explanation, gue gak denger lagi. Gue balik ke kamar, dan bengong sambil ngeliatin gelas Starbucks yang gue pegang. Kemudian, gue menyesap cairan di dalamnya.

Cokelat.

Sudah dingin, walaupun tadi malam saat dibeli (dilihat dari tempatnya), namanya pasti 'Hot Chocolate'. Dingin karena tempratur udara di luar maupun di dalam kamar sama rendahnya. Dingin karena dibiarkan tak tersentuh selama kurang lebih enam jam.

Tapi ini adalah Cokelat dingin terhangat yang pernah gue sesap.

Tanpa bisa gue cegah, ada bulir air mata yang turun ke pipi. Ada haru yang terburu-buru memenuhi hati. Gue tau kenapa Catherine membelikan ini. Dia pasti berharap ada yang bisa meredakan stres gue yang sudah beberapa hari timbul akibat digempur deadline pekerjaan. Dia pasti berharap segelas Hot Chocolate dapat menyembuhkan sakit kepala dan membuat gue rileks barang sekejap. Dia pasti berharap gue tetep semangat.

Otak gue memutar kembali pesannya melalui whatsapp semalam: "Nggak boleh sakit ya Sarah :)"

Sejenak, gue menikmati lagi perasaan hangat yang hati gue rasakan saat Coklat yang gue minum memasuki kerongkongan. Kemudian gue menaruh gelas itu kembali di meja, dan melangkah ke kamar mandi. Gue siap menghadapi hari, karena semangat dari seorang sahabat sejati.


It's a warmest cold Chocolate I've ever had in my life.

Thankies, baby Catherine.
You know how much I love you :")

***

6 comments:

  1. Aw.. terharu bacanya smpe ikutan netes airmata ku.. :') enjoy it dear! Thanks to owen for deliver it.. (:

    ReplyDelete
    Replies
    1. I LOVE YOU TO THE MOON AND BACKK :")))))

      Delete
  2. Kapan ya ada yang bawain gue hot chocolate starbucks gini... :|

    ReplyDelete
  3. How Lucky You are, Sar punya sahabat seperti Catherine. Sahabat sejati yang mengerti disaat terbaik dan terburuk kita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. I really am :")

      Terima kasih sudah mampir dan membaca yaaa :D

      Delete