Monday, 6 January 2014

Sempit-Sempitan

"Mah! Kok begini sih tidurnya? Aku nggak mau ah!"

Kalimat ini sering terlontar dari Sarah kecil, yang kemudian diikuti dengan aksi protes memajukan bibir kemudian merengut.

Mama hanya tersenyum, kemudian membelai kepala Sarah kecil dan berujar, "Hayooo, bersyukur lho, masih bisa liburan."

Sarah kecil menatap kasur yang diperuntukan untuk dirinya, mama, papa, dan adiknya. Ia tahu, kasur itu seharusnya hanya untuk diisi oleh dua orang. Ia dan adiknya seharusnya mendapatkan kamar dan kasur sendiri. Tapi kamar-kamar lain di dalam villa juga sudah terisi penuh oleh keluarga tante dan om-nya.

"Kalo liburan kan harusnya seneng-seneng ma. Harusnya kan tidurnya justru enak. Masa kita malah sempit-sempitan begini?" ujarnya masih sambil merengut, namun pasrah karena tidak juga bisa berbuat apa-apa.

Mama hanya tersenyum.

***

"Lho? Kok pakme (sebutan untuk tante dalam bahasa Cina -red) nggak ikut?" tanya gue, kecewa.

"Iya ci, soalnya mama capek, papa juga lagi nggak enak badan, jadi di rumah aja temenin papa." jawab adik sepupu gue.

"Hooo gitu, yowes lah. Popcorn-nya udah?" tanya gue lagi.

"Udah, tapi cuma beli satu ci, abis mahal yang Marshmallow, satu aja tiga puluh tiga ribu..."

Gue membelai sayang kepala adik sepupu gue, kemudian berujar, "Yaudah nggak apa-apa, nanti makannya bagi-bagi aja, kan lebih seru."

Ia mengangguk setuju.

Dengan dua mobil, kami menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Bandung. Karena lancar, hanya kurang lebih dua jam, kami sudah sampai di tujuan pertama. Bakmi Naripan! :9

"Di sini enak lho mie-nya!" gue promosi.

"Tapi masih belom pada laper nih, ci."

"Yaudah, satu porsi dibagi dua aja, biar nggak kekenyangan tapi tetep nyobain." nyokap gue menengahi.

Semua mengangguk setuju. Kami memesan beberapa mangkok, dan makan sambil sesekali bercanda dan tertawa-tawa. Makanan enak dan orang-orang terdekat. Apalagi yang lebih menyenangkan dari kombinasi itu?

Setelah selesai, kami bersiap untuk check in. Kami menurunkan barang-barang, kemudian bergegas menuju lift dan naik karena apartment yang kami booking ada di lantai dua. Hanya ada dua kamar, dilengkapi dengan ruang tamu dan ruang makan. Dua kamar, yang berarti seharusnya hanya menampung empat orang, ditambah dengan sebuah extra bed. Berarti satu apartment, yang seharusnya hanya untuk lima orang.

"Pembagian tidurnya gimana nih, ma?" tanya gue sambil menurunkan tas dan mengeluarkan peralatan mandi.

"Terserah, mama bawa sleeping bag sama kasur angin kok."

Gue nyengir kuda. Kalo kata Roy, yes, we're a truly Indonesian Chinese (Big) Family! *ditendang keluar sama management hotel*

Gue masuk kamar dan melihat seberapa besar kasur yang ada di sana, dan apakah masih ada lahan tersisa untuk sleeping bed dan kasur angin.

"Lia, Davin, Wen, coba deh tidurnya miring trus berjejer. Maaa, kasur anginnya mana? Sini aku coba masukkin kamar. Kamu nanti tidur di kasur angin gapapa ya, hun? Sal, supaya nggak ada yang terluka nanti malem, kamu tidur pake selimut ditumpuk dua ya? Daniel mau tidur di sini? Ya udah sekarang ambil alasan sofa di ruang tamu ya, kita gladi resik buat malem ini. Buruan."

Sekamar... BERTUJUH! :D

"Naaaah muat kan? Satu bantal buat berdua yaaaa."

"Tapi ci, kok sempit gini sih?"

Gue hanya tersenyum, kemudian berujar, "yang penting liburan sama-sama kan? Daripada lega tapi sendirian?"

***

"Udah mateng? Mana? Hmmmm wangiiiiiii." gue melongok ke dalam microwave.

"Yaaaah isinya sedikit ci ternyata, bungkusnya doang yang gede."

"Nggak apa-apa, yang penting dimakannya sama-sama ya. Jadi semua cobain." ujar gue sambil menuangkan bumbu Marshmallow ke dalam bungkus popcorn.

"Sini-sini, taro di piring aja supaya makannya enak." Oma gue menambahkan.

Davin menuang seluruh isi bungkus popcorn ke dalam piring, kemudian membawanya ke meja ruang tamu.

"Udah jadi niiiiiih. Ayok makaaaan! Iiiih Daniel ambilnya dikit-dikit aja, bagi-bagi yang lain dooooong!" teriak sepupu kecil gue.

7 comments:

  1. sama banget nih kyk tradisi keluargaku... hehehe... dulu wktu msh SD, malah 1 kasur diisi org 4... tapi rasa bahagianya ngumpul sm sodara trus lanjut ngobrol sampe subuh itu emang ga ada yg bisa ngalahin ya... salam buat sodara2nya ya... ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama bangeeeet! kmrn aku juga tidur berempat satu ranjang :D

      Tapi yang penting kebersamaannya :")

      Yep, thanks yaa <3

      Delete
  2. Been there done that.. Sama banget nih.. tidur rame2 ama sepupu, makan satu piring rame-rame icip sana-sini. tp berasa senengnya karena berbagi ama orang yang kita sayangi.. :)

    ReplyDelete
  3. "We're a truly Indonesian Chinese (Big) Family!" Yes, gue juga ngalamin X))

    Sekamar waktu itu ber-6, tapi untung kamarnya gede..

    ReplyDelete
  4. Fantastic items from you, man. I have remember your stuff previous to and you are just extremely magnificent.
    I really like what you have received right here, certainly like what you're stating and the way in which during which
    you assert it. You make it enjoyable and you continue to care for to keep it sensible.
    I cant wait to read far more from you. This is really a wonderful site.

    ReplyDelete