Thursday, 2 January 2014

10 Hal yang Membuat Dia Berbeda

Satu hari setelah gue jadian sama Roy, mami angkat gue di Gereja yang mendengar kabar bahagia ini langsung bertanya, "Kenapa dia?"

Gue melonggo, kemudian mami gue memperjelas pertanyaannya, "Why it has to be him? Why not someone else?"

"Karena dia beda, mom." jawab gue waktu itu. Jawaban spontan yang tiba-tiba melintas di kepala.

"What makes him different than any other man?"



"Well...

1. Di saat kebanyakan cowok secara langsung atau tidak meminta pacarnya menjaga keindahan tubuh mereka, dia nggak pernah menyerah memaksa gue untuk makan yang banyak.

Apapun yang gue suka, termasuk pasta, cake yang manis, dan sederet panganan lain yang kalo dihitung kalorinya pasti bikin gue merasa berdosa. Waktu gue tanya, "kalo aku gendut gimana?" Yang bersangkutan cuma menjawab dengan cuek, "So what? Aku tetep sayang." Lalu gue jawab, "Really?" Dan dia menatap gue dalam-dalam kemudian berujar, "Aku cuma akan ngelepasin kamu dalam dua kondisi. Yang pertama, kalo kamu pindah agama. Yang kedua, kalo kamu operasi transgender."

Baru-baru ini yang bersangkutan nambahin kondisi ketiga setelah gue tanya, "Jadi aku boleh selingkuh?"

2. Di saat kebanyakan cowok (Cina) menganggap celana dengan gambar Naga, polo shirt kerah Dinosaurus dan kancing kemeja terbuka tiga dari atas itu keren, PUJI TUHAN... dia enggak.

There's nothing wrong with celana dengan bordir Naga, polo shirt yang kerahnya dinaikin kayak lagi cari signal dan kancing kemeja kebuka tiga atau lima atau semuanya. I just don't like it. Period. And thank God he doesn't like it either. :D

3. Di saat kebanyakan cowok curhat sama temen-temen sambil nge-beer, dia selalu cerita sama mamanya kalo lagi ada masalah.

Orang tua selalu bisa dipercaya, simply because they always want the best for us. Dan mereka juga yang cukup dewasa untuk membantu mencari solusi tanpa terlalu banyak mengandalkan emosi. Bukannya nggak boleh curhat sama temen. Tapi hati-hati. Karena ada beberapa yang cuma penasaran atau malah lebih parah, justru pingin ngejatuhin. Trust me, I know some of them, walaupun mereka hanya sebagian kecil. Then again, selektiflah memilih siapa yang mau dicurhatin.

...curhat di linimasa? Jangan deh, nanti dibilang drama XD #TrueStory

4. Di saat kebanyakan cowok bangga bawa mobil ke mana-mana, dia dengan lantang menyuarakan #YukNgangkotYuk! :)

Nggak sampe di sana aja, sejak kami masih PDKT, dengan bangga dia bilang kalo dia lagi meminimalisasi penggunaan mobil-termasuk ke kantor, karena ia mau ikut berpartisipasi dalam mengurangi kemacetan ibukota. Jadi dia naik apa dong? Tentu saja patas dan angkot. Padahal dia punya mobil lho. Waktu gue tanya kenapa, jawabannya begini:

"Jadilah bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Mau mengatasi kemacetan? Mari sama-sama mulai dari diri sendiri."

5. Di saat kebanyakan cowok yang ngedeketin gue mengiyakan seluruh permintaan gue, dia terkadang merasa harus berkata tidak.

Bukan "your wish is my command.", tapi "your needs is my command.". Ini berlaku pada smua hal. Dia membiasakan gue untuk bisa membedakan, mana yang kebutuhan, atau hanya sekedar kemauan. Atau mana yang baik, mana yang dia liat nggak ada gunanya atau malah membahayakan gue. Dia nggak segan-segan bilang 'enggak' dan melarang gue melakukan sesuatu kalo memang harus. He teaches me to respect his opinion either. Karena gimanapun, ke depannya dia akan jadi kepala keluarga, yes?

6. Di saat kebanyakan cowok dengan bangga memperkenalkan (atau memamerkan) pacar mereka pada teman-temannya, dia membawa gue ke rumahnya untuk berkenalan dengan orang tuanya.

...LIMA HARI sesudah kami jadian. Mungkin malah di dunia, dia satu-satunya orang gila yang nekad melakukan hal ini untuk membuktikan keseriusannya. Tiga hari setelah kami jadian juga dia main ke rumah untuk kenalan sama orang tua gue. Pas gue bingung karena ngerasa ini semua terlalu cepat, dia cuma tersenyum dan berkata, "Aku nggak pernah seyakin ini dalam hidupku."

7. Di saat kebanyakan cowok membawa pacarnya ke mall untuk makan dan nonton di malam minggu, dia mengajak gue pergi ke Taman Safari, Jungle Land, Museum-museum, Nonton Stand Up Comedy, dan kegiatan-kegiatan seru lainnya.

Kami berdua sama-sama bukan fans berat dari wisata mall dan belanja. Sumpah, gue makin pusing kalo waktu istirahat gue satu-satunya di hari Sabtu harus gue gunakan untuk muter-muter mall. Itu namanya bukan istirahat. Karna pulangnya gue pasti tambah capek. Untungnya, Roy juga begitu. Bahkan kalo lagi nggak ada acara, kami lebih suka nonton sinteron sambil nyela-nyela betapa kreatif dan imajinatif-nya produser-produser TV. Hobi yang aneh. Tapi herannya, menyenangkan. Dan tentu saja, murah. HAHAHAHAK.

8. Di saat kebanyakan cowok merokok, minum, atau ngopi, dia tidak suka ketiganya.

Dia sukanya babi, dan itu masih bisa sepenuhnya gue terima. Seenggaknya babi nggak bikin dia cepet mati. Dan nggak bikin gue cepet mati. *kibas-kibas asep rokok*

9. Di saat kebanyakan cowok bilang "take care", dia bilang, "I'll take good care of you."

Intinya adalah, dia selalu memberi lebih dari yang gue minta atau harapkan. Dia memperlakukan gue dengan sangat baik dan hormat. Dia menjaga mulutnya waktu dia marah, hanya karena takut ada kata-katanya yang mungkin akan menyakiti hati gue. Waktu gue sedih atau lagi ada masalah, dia tau kapan harus menghibur hanya lewat whatsapp, dan kapan harus bertatap muka dan memeluk gue langsung karena gue butuh kehadirannya.

Dia mempelajari sifat dan karakter gue, kemudian maju selangkah lebih awal, dan mengulurkan tangan untuk membantu gue menjadi lebih baik.

10. He loves me his way. Just like nobody else does.

... As I told you earlier, he's different, mom."

Mami gue tersenyum, kemudian memeluk gue sambil berkata, "Jadi kapan mau dikenalin ke mami?"

I love you, silly boy <3

6 comments:

  1. Aih, co cweet!

    ...terus yang poin nomor 5 contohnya apa, kak? ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. :>

      Boneka Eeyore, dia gak pernah beliin soalnya umur gue udah gak seharusnya main boneka :))))

      Delete
  2. How lucky you are, Sarah. Semoga jalannya terus dipermudah dan langgeng terus sama Roy :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiiiin. terima kasih doanya, Ica :")

      Delete
  3. keren... ditunggu undangannya... hehehe.. ngarep diundang walo ga kenal...wkwk...

    ReplyDelete