Monday, 23 December 2013

ME$AKKE BANG$AKU

Sabtu, 21 Desember 2013 yang lalu gue, pacar, dan Ayumi berkesempatan untuk menjadi saksi dari sebuah stand up special ketiga milik Pandji Pragiwaksono, Mesakke Bangsaku. Setelah berkeliling ke kota-kota di Indonesia, akhirnya tour ini mencapai finalnya, Jakarta. Digelar dengan megah di Teater Jakarta, Mesakke Bangsaku bukan hanya sekedar berhasil menghibur penontonnya, tapi juga membuka wawasan gue tentang banyak hal.

Izinkan gue bercerita sedikit.

Pukul 18.45, gate masuk resmi dibuka, dan ratusan (atau bahkan ribuan) orang langsung memadati venue. Kami menunggu diiringi lantunan musik, sampai akhirnya tepat pukul 20.00, Denis Darusman masuk dan menginformasikan beberapa peraturan terkait dengan pertunjukan. Setelah dia selesai, panggung diberikan kepada Arief Didu.

Arief Didu... well I couldn't find any better word to describe his performance other than: BRILLIANT. Set-nya dari awal hingga akhir terdengar jujuuuur sekali. Tidak dibuat-buat, tidak memerlukan effort besar agar menggelitik penonton, tapi lucu nggak ketulungan. Bit-bit-nya dilontarkan dengan gaya seperti mengeluh dan ngomel di panggung, tapi mampu membawa seisi teater untuk ikut tertawa di atas ke-ngenes-an hidupnya. Gue sangat menunggu yang bersangkutan untuk bikin stand up special. I will definitely buy the ticket. :D

Setelah Arief Didu menyelesaikan set-nya, mengalunlah lagu Indonesia Tanah Air-ku, sebelum akhirnya yang ditunggu seluruh Teater Jakarta muncul setelah tirai panggung terbuka. Pandji Pragiwaksono, melenggang dengan cangkir di tangannya. Gue nggak tau perasaan gue aja atau emang bener, tapi dia terlihat jauh lebih kurus. Eh apa karna gue duduk di silver? :)))


Kembali lagi, gue sangat menikmati performa dari komika cerdas ini. Dia membuka set-nya dengan pembahasan mengenai kaum minoritas di Indonesia. Gay, Chinese, difabel, perempuan, dan kaum pengusaha. Lewat salah satu bitnya, dia menyentil kaum straight yang suka sok-sok anti temenan sama kaum gay karena takut ketularan.

"Gay itu nggak nular! Kalo elo temenan sama temen lo yang gay trus elo ketularan, artinya dari awal udah ada bibitnya, cuma baru meletek pas ketemu lawannya." :)))))))))

Juga, ia meniupkan keresahan terkait kaum difabel yang tidak pernah dibela dan dipikirkan kepentingannya di Indonesia. Mereka tidak memiliki akses yang mumpuni untuk berjalan secara mandiri, mengingat trotoar, gedung-gedung, dan alat transportasi di Indonesia sepenuhnya berpihak pada mereka yang sehat. Yaiyalah ya trotoar kayak begitu, jangankan yang pake kursi roda, yang pake kaki aja suka pusing :(

Gue suka banget bit-nya tentang kaum perempuan yang akhirnya jadi minoritas karena hak-haknya gak dibela. Padahal jumlahnya hampir seimbang dengan kaum laki-laki. Pandji dengan tegas bilang begini:

"Kenapa gue bilang perempuan hak-nya nggak dibela? Coba liat bagaimana negara ini menyikapi pemerkosaan. Perempuannya yang disuruh pake baju tertutup. Padahal itu mah hak mereka! Kenapa nggak bilang aja ke laki-laki untuk ngejaga tititnya?"

Gue ngangguk setuju sambil tepuk tangan kenceng-kenceng. Yaiyalah, perempuan mau pake baju kayak apaan kek, itu hak mereka. Just mind your own penis. Dididik, disekolahin biar punya adat. Jangan ngeliat paha dikit aja gak gak gak kuat. :D

Lanjut lagi, ekspresi mukanya Pandji ini ngehe banget. Dan gara-gara itu, baru setengah jam pertama, rahang gue udah pegel minta ampun. Nggak bisa berenti ketawa. Rasanya kayak ngunyah 10 buah permen karet sekaligus. *elus2 rahang* *takut lepas*

Bit yang masih nempel di otak gue sampe saat ini adalah bit Forider (Voorijder). Tahukah kalian bahwa menurut undang-undang, forider hanya diperbolehkan untuk mengawal RI 1, RI 2, ambulance, dan mobil pemadam kebakaran?

"Jadi orang sekaya apapun, nggak bisa nyewa forider buat ngawal mereka. Makanya, kalo next time ada forider yang nyuruh lo minggir karena ngawal mobil selain RI 1 dan 2, ambulance atau mobil pemadam kebakaran, lo halangin aja jalannya, trus turun, samperin foridernya sambil nanya, "Bapak, bapak tau apa salah bapak?"" :))))))))

Juga pencurian ATM yang gagal karena pencurinya... dodol. Bayangin aja, ada pencuri yang udah berhasil membawa mesin ATM sampe ke rumahnya tanpa ketahuan, tapi tiba-tiba di rumah, dia banting-banting piring dan gelas. Ngedenger suara berisik, akhirnya tetangga-tetangganya nelpon polisi. Pertanyaannya sekarang, apa yang bikin dia banting-banting barang? Ternyata setelah di selidiki, ATM yang dia bawa itu... ATM NON TUNAI! WATDEFAK *ngakak sampe besok*

Parahnya lagi, itu kisah nyata. Based on real event. Gila nggak tuh? :))))

Akhirnya, Pandji menutup set-nya dengan pesan-pesan untuk kita semua yang merindukan perubahan di Indonesia. Yang membekas banget buat gue adalah : jangan jadi anak-anak muda yang cuma mangap disuapin informasi dari satu pihak. Secara kita tinggal di Indonesia, yang mana media bisa disetir dan menjadi alat kampanye terselebung bagi beberapa oknum, kita harus kritis. Giat dan rajin cari informasi dari sumber lain. Pandai membedakan mana yang opini mana yang fakta. DAN jangan asal percaya. :)

Overall, gue sangat menikmati performa prima dari Pandji Pragiwaksono di Mesakke Bangsaku kemarin. Bit-bit khas Pandji, ekspresi mukanya, riffing-nya yang selalu mengundang gelak tawa, dan pesannya pada komika-komika lain setelah ia menyelesaikan set-nya. Gue sampe ikut terharu dan hampir nangis juga :')

Sebagai catatan saja, gue menyayangkan pemilihan letak bit penutupnya. Seperti halnya menulis, menurut gue, akan lebih baik rasanya kalau bit penutup adalah bit yang LPM-nya paling besar. Supaya memorable dan mengundang tawa yang riuh sebelum set selesai. Sebaliknya, bit-bit Pandji justru banyak sekali yang pecah banget di tengah, hingga bit terakhirnya seolah 'kalah' :(

Tapi kembali lagi, itu hanya hal kecil yang sama sekali nggak mengganggu gue untuk menikmati stand up special dari Pandji, yang seperti yang sudah-sudah, selalu menghibur dan luar biasa. Seratus ribu sampai empat ratus ribu rupiah, adalah harga yang sangat pantas. Sangat sangat pantas.

Thank you for bringing us a very special stand up show, bang Pandji! #MesakkeBangsaku

Happy ayumi, me, and boyfie <3

12 comments:

  1. wh sayang, gw gak sempat nonton hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lain kali harus sempet :D

      Terima kasih udah mampir ya :)

      Delete
  2. nice review :D
    kemarin gw juga dateng ke pesta tawa ini.. dan emang awesome bangeet.. pecah semuaa hahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank youuu :D

      iyaaaa iya setujuuu :D

      Pandji emang keren banget! :D

      Delete
  3. kereennn penulisannya,,gw yg ga nonton ajah langsung nyesel ga bs nonton 😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaaah thank you!

      next time harus nonton yaa :D

      Delete
  4. nyesel gue ga nonton Messakku Bangsaku, tapi terima kasih ya Review-nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama :D

      terima kasih juga sudah membaca :)

      Delete
  5. Gue waktu itu pernah jalan di trotoar, terus ada motor yang masuk ke trotoarnya. Yauda, lanjutin jalan aja. Diklaksonin dari belakang bodo amat. Kalo ditabrak juga itu salah pengendara motornya. :))

    Next time, gue harus nonton stand up comedy secara langsung, nih!

    ReplyDelete
    Replies
    1. BETUL. Biasakan berani karena benar! :D

      IYA HARUS! Ada stand up comedy Ernest di Januari! :D Ayok nontoooon :D

      Delete
  6. nice.mudah-mudahan mesakke bangsaku ada yang nyiarin.baca tulisan ini saja udah kebayang bagaimana luar biasanya pandji.

    ReplyDelete