Thursday, 12 December 2013

BERANTEM AJA UDAH!

"Kamu kenapa sih?"

Gue menonton pasangan itu sambil menggepalkan tangan kuat-kuat.

"Yaudah deh nggak usah dibahas, aku nggak jadi nanya. Maaf ya..."

Kepingin rasanya mengadu kepala mereka berdua. Gemes.

Seriously?

Tadi mereka sedang berdebat karena sebuah perkara, dan mungkin secara tidak sengaja, si perempuan membuat pacarnya bete. Entah apa masalahnya, gue nggak ngerti pasti. Yang pasti si perempuan kelihatan takut banget kalau sang pacar mulai menampakan gestur tersinggung atau marah. Akhirnya ia menyerah pada ketakutannya dan memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan.

Masalahnya jauh dari kelar, cuma karena mereka nggak kepingin bertengkar. Mereka lebih memilih membiarkan semuanya seolah tidak ada perkara yang harus diselesaikan. Mereka lebih memilih menutupi masalah yang sebenarnya karena malas membenarkan.

Nggak ada yang kepingin dicap jahat atau egois, jadi menganggap apa yang sempat penting untuk diutarakan menguap di udara. Baik. Semuanya baik. Semuanya pengertian. Nggak jadi perang. Tapi masalahnya juga nggak selesai karena nggak dibicarakan. Apapun yang sedang diperdebatkan akhirnya ditutup paksa untuk menghindari kemungkinan kerusakan yang bertambah parah.

Gue mengerutkan kening.

Yang begini... apa baik untuk ke depannya?

Menurut pendapat gue sih, sepahit dan se-nggak enak apapun, ya mendingan dibicarakan. Caranya aja yang dipilih. Mau duduk tenang sambil gandengan tangan, atau sambil lempar-lemparan piring. Gimanapun, bagusan nyelsaiin masalah berdua dengan pacar lo, ketimbang sama orang lain yang bisa jadi berakhir dengan cinta lokasi, kan? Atau cuma dongkolnya disimpen rapet-rapet, kemudian suatu saat meledak karena tidak lagi tertahan?

Berantemlah. Keluarin uneg-unegnya. Jujur sama diri sendiri. Jujur sama pasangan. Lebih bagus ketimbang sok-sok harmonis tapi penuh kebohongan.

They said, orang paling jujur itu orang yang sedang marah. Dengerin seluruh kata-kata pasangan waktu dia lagi marah. Itu bisa jadi cermin yang baik untuk berubah.

Masalah itu ada untuk diselesaikan berdua dengan tujuan mendekatkan dan membantu memahami pola pikir pasangan. Batu loncatan untuk mengerti dengan cara yang sepertinya tidak menyenangkan, tapi membuat kita banyak belajar. Membuat sebuah hubungan menjadi tambah kuat dan kokoh, karena sudah terbukti tahan uji.

Perbedaan pendapat itu biasa. Berantem itu lumrah. Karena pasangan terdiri dari dua manusia yang memiliki background dan karakter yang sama sekali nggak sama. Masa pacaranlah, masa-masa di mana kita belajar menyesuaikan dan bertoleransi. Lah kalo ketidaksukaan terus menerus ditutupi, pas nikah kaget, lho.

4 comments:

  1. Kadang yang kayak gini, nggak lama lagi putus..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ada hubungan yang awet tanpa komunikasi yang baik, menurutku sih :)

      Delete
  2. Yang jarang berantem terus pacaran 8 taun aja pas nikah masi sering kaget... #ehcurcol..

    Tapi komunikasi memang harus baik daaan.. 2 arah ya.. :) kalo searah namanya instruksiii.. hihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap. Setuju teh! :D

      Poin pentingnya ya diomongin sih kalo ada yang gak suka. Kalo perlu berantem ya berantem, asal masalahnya kelar :)

      Delete