Saturday, 30 November 2013

Percaya

Pernah nge-fans sampe tahapan dicibir orang sambil berkata, "Lebay lo. Segitunya amat?"

Gue pernah. Dan orang yang gue kagumi itu adalah Pandji Pragiwaksono.

source
Untuk kalian pecinta stand up comedy, pasti sangat mengenal sosok Pandji. Kalaupun bukan, wajahnya juga sering menghiasi layar televisi. Jadi mungkin nggak ngeh sama namanya, tapi pasti tau orangnya :D

Dulu, gue sama sekali nggak tau siapa itu Pandji. Bahkan adek gue yang alumni Gonzaga pernah beberapa kali menyebut namanya, tapi tetep nggak familiar, karena memang terdengar asing di telinga. Itulah sebabnya, waktu salah seorang sepupu gue mengusulkan untuk menonton video stand up Pandji di youtube, gue masih belum ngeh kalo Pandji yang ini adalah Pandji yang sama dengan yang diomongin adek gue beberapa waktu lalu.

Kembali lagi, kecintaan gue (dulu) dengan sosok yang gue kagumi ini, mengundang banyak sekali cibiran dari mulai orang-orang terdekat gue seperti keluarga, bahkan sampe temen-temen yang gak kenal siapa Pandji. Terang aja, mereka gerah karena selalu gue paksa dengerin gue membangga-banggakan sosok ini dengan mata berbinar-binar :D

Sekarang sih, udah berkurang jauh noraknya. Abis kalo dipikir-pikir, lama-lama malu juga ya nge-favorit-in semua mention balesan dari Pandji biarpun cuma "thx.". Hihi. Pernah juga gue dapet kesempatan on air dan ngomong (beberapa detik) sama Pandji di Hard Rock FM, dan gara-gara itu, gue nggak tidur sanking sibuk senyum sampe subuh :))

Yasudahlah, biarlah itu menjadi masa-masa norak sebelum gue bener-bener dewasa. Toh gue percaya semua orang pernah mengalaminya, bedanya gue dengan suka rela membuka ke-norak-an gue ini di blog. Bahahahak.

Yang mau gue ceritakan di sini adalah mengapa gue mengagumi seorang Pandji Pragiwaksono.

Kalau hanya karena dia lucu (dalam hal stand up comedy), gue bisa memilih Ernest Prakasa. Sumpah tidak ada niatan untuk membandingkan mereka berdua. Tapi keduanya sama-sama hebat. Sama-sama favorit gue :)
Kalau hanya karena dia ganteng, well, gue harus jujur, tapi menurut gue Pandji nggak ganteng.
Kalau hanya karena dia pintar, kenapa nggak sekalian mengagumi sosok seperti Faisal Basri?

Lalu kenapa?

Di mata gue, seorang Pandji menjadi istimewa karena dia adalah sosok yang integritas dan prinsipnya tidak dapat diuangkan, berapapun besarnya nominal yang ditawarkan.

Sedikit cerita, Pandji adalah salah satu penggagas YPKAI, sebuah Yayasan untuk anak-anak kanker di Indonesia. Tentu saja kita sama-sama tau, bahwa rokok merupakan salah satu penyebab kanker. Sulitnya, event-event besar di Indonesia, sangat banyak yang disposori oleh rokok. Ironisnya, bahkan sampai event-event olahraga.

Soulnation, merupakan salah satu acara yang disponsori oleh rokok. Pandji adalah seorang rapper yang selalu mendapatkan tawaran untuk manggung di acara Soulnation. Tapi apa yang ia lakukan ketika menghadapi dua fakta ini? Yes, dia menolak untuk manggung di acara Soulnation. Kalaupun pada akhirnya ia manggung, itu hanya dilakukan untuk memenuhi panggilan untuk melakukan featuring.

Di blog-nya, bahkan ia pernah meminta maaf karena tidak sengaja (karena ia tidak tahu saat menandatangani kontrak) tampil di sebuah event yang disponsori oleh salah satu merek rokok. Bayangkan, minta maaf. Kalau nggak percaya, silahkan buka di sini. Padahal menurut gue sih, nggak bakalan ada juga yang nyalahin dia. Itu murni dan sepenuhnya hak yang bersangkutan. Hanya mungkin, nuraninya yang mendorongnya untuk melakukan hal itu. Kesalahanya ia pertanggungjawabkan dengan permintaan maaf itu. Sekalipun (lagi) menurut gue, itu murni kecerobohan yang nggak bisa dibilang kesalahan. *iya Sar, iya*

Satu lagi yang sekali lagi membuat decak kagum keluar dari bibir gue, saat gue blogwalking ke www.pandji.com dan membaca postingan ini : http://pandji.com/spon/

Beberapa dari kalian pasti tau apa arti #SPON. Kalau belum, silahkan klik link di atas dan baca lebih jauh mengenai apa itu #SPON. Pertanyaan gue selanjutnya, adakah seleb tweet yang kalian follow, yang selalu menyertakan tagar itu dalam tweet berbayarnya? :)

Pandji bahkan menulis :

"Maka saya sudah katakan pada manajemen untuk setiap tawaran tweet berbayar, saya akan bubuhkan tagar #SPON. Mungkin pekerjaan berkurang, tapi saya tidak kuatir. Saya sejak lama menolak pekerjaan dari perusahaan rokok. Saya kehilangan potensi pemasukan uang yang luar biasa besar, saya kehilangan kesempatan manggung di Java Soulnation Festival, acara musik favorit saya, dan kesempatan untuk kerja di acara Russel Peters. Sebesar itu saja saya bisa jalankan, apalagi urusan tweet berbayar."

Hebat, bukan?

Karena Pandji jugalah, gue akhirnya mencari tahu sosok yang ia dukung di pemilihan gubernur Jakarta beberapa waktu lalu, Pak Faisal Basri. Pun akhirnya beliau kalah, gue tetap mengenang sebuah pengalaman berharga. Waktu-waktu di mana gue haus informasi dan mencari tahu tentang semua kandidat yang akan mencalonkan diri, bukan hanya sekedar memilih yang sosoknya menarik hati. Waktu-waktu di mana gue dengan sukarela menyebarkan seluruh informasi karena tiba-tiba ikut memiliki harapan akan perubahan di ibu kota tercinta. Waktu-waktu di mana pada akhirnya gue ikut menjadi bagian dari antusiasme anak-anak muda dan ikut mengambil andil melakukan sesuatu untuk Jakarta.

Dan sungguh, rasanya luar biasa. Memilih, sepenuhnya karena kita percaya. Mendukung, sepenuhnya karena sadar, bukan karena bingung. Mengajak orang lain untuk ikut mengetahui informasi yang kita ketahui, bukan karena dibayar atau diberikan imbalan. Ikut berjuang, karena bersama-sama mengusahakan sebuah perubahan. Rasanya sangat luar biasa.

Semua terjadi, karena ada seseorang yang membuktikan, bahwa ia tidak dibutakan oleh uang, dan integritasnya tidak pernah bisa dibayar. Karena Pandji mampu membuktikan, bahwa masih ada sosok yang bisa dipercaya, di saat orang lain goyah ketika uang (apalagi dengan jumlah besar) disodorkan di depan hidung mereka. Bermula dari satu orang. Yang pada akhrinya membawa sejumlah besar followers-nya ikut optimis dan bergerak dilandaskan oleh keyakinan bahwa mereka bisa melakukan sesuatu.

Sekarang coba bayangkan kalau kita semua tahu, Pandji DIBAYAR untuk melakukan hal ini. Sebagian followers-nya yang alay dan terus-terusan minta folbek itu mungkin tetap percaya dan melakukan perjuangan. Tapi berpengaruh apa? Toh sebagian besar dari mereka pasti belum memiliki hak memilih. Sedangkan yang sudah seperti gue, pasti (logikanya) menolak untuk percaya saja apa yang dia katakan. Yaiyalah, dibayar, ya ngomongnya pasti yang bagus-bagus. Kalo jelek, namanya ya bukan iklan, kan?

Kepercayaan. Itu yang membuat ia memenangkan hati ribuan followers-nya.

Sekarang, mengertikan kenapa menurut gue Pandji adalah sosok yang sangat hebat? :)

2 comments:

  1. Keren, kayaknya cuman Pandji doang yang kalo dibayar ngetwit, pake hestek #SPON. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. so far artis inonesia kayaknya iya, dia doang :D

      Keren ya :D

      Delete