Friday, 22 November 2013

Irreplaceable

"Mbak... Jam aku patah niiiiiiih."

Gue merengut sambil menatap jam merah muda kesayangan gue ini. Ia mulai menunjukan tanda-tanda kelelahan karena menemani gue setiap waktu. Jam merek Swatch sederhana berwarna pink solid yang sudah gue pake sejak gue semester tiga. Hari ini, untuk pertama kalinya benda cantik ini lebih rewel, bukan hanya sekedar minta ganti baterai seperti biasa.

Si Mbak tergopoh-gopoh menghampiri gue. Kemudian ia bertanya, "mana yang patah?" Gue menyodorkan jam tangan gue yang jarum pengaitnya sudah terbelah menjadi dua.

"Ganti aja tuh, nduk. Udah lama juga, kan? Beli baru aja..."

Gue nggak mengangguk, tapi dalam hati terpaksa menyetujui pendapat si Mbak. Mungkin udah waktunya beli yang baru kali ya. Toh jam ini memang sudah lama juga. Mungkin memang udah saatnya dipensiunkan.

Besoknya, gue minta sang pacar menemani gue ke toko Swatch saat kami berkunjung ke sebuah mall. Gue masuk dan langsung menyapukan pandangan gue pada puluhan jam yang terjajar rapih di rak display. Ada yang warna-warni, berglitter, kecil mungil, atau besar dan eye catching. Tapi nggak ada yang persis kayak punya gue. Gue mencari pramuniaga untuk bertanya, apakah masih ada jam Swatch Jelly yang warnanya pink solid. Pramuniaga tersebut menggeleng, kemudian menawarkan jam-jam lain yang agak mirip atau didominasi warna merah muda.

Nggak ada yang menarik hati gue. I still think that mine was the best.

"Nggak dulu deh, makasih ya mas." Gue tersenyum, kemudian menggandeng tangan pacar keluar dari toko.

"Nggak jadi beli?" tanyanya.

"Nanti deh hun. Nggak ada yang aku suka."

***

Udah dua minggu gue nggak pake jam. Aneh rasanya, masih refleks melihat ke pergelangan tangan kiri dan mendapati tidak ada jam pink yang biasa menjadi penunjuk waktu yang gue cari tahu. Mulai nggak betah beraktifitas tanpa ditemani jam tangan. Tapi sampai saat ini, walaupun telah berkeliling-keliling ke puluhan toko jam, belum ada yang berhasil membuat gue jatuh cinta. Sepenuhnya, sepertinya hati gue masih tertambat pada jam kesayangan yang kini sudah rusak.

Gue menghela nafas, kemudian menatap jam tangan Swatch Jelly pink solid yang kini telah kehilangan setengah pengaitnya. Mesinnya masih berfungsi dengan baik, bahkan bahan jelly yang melingkarinya pun masih sangat kuat. Hanya pengait yang patah ini masalahnya.

Masa iya hanya karena
pengaitnya rusak, gue memutuskan untuk mengganti keseluruhan jam tangan?

Sedetik kemudian, sebuah pertanyaan melintas di otak gue. Apa nggak bisa diperbaiki saja?

***

Terkadang dalam sebuah hubungan, 'pengait' kita juga seringkali patah atau rusak. Bisa jadi karena masalah, karena rasa lelah, karena perbedaan pendapat, karakter, dan pola pikir, atau karena pertengkaran yang terjadi terus menerus. 'Pengait' itu kini tidak lagi sempurna, sehingga sering kali kita berpikir bahwa hubungan tersebut tidak lagi bisa dipakai dan sudah saatnya diganti dengan yang baru. Sebuah kerusakan kecil yang terjadi, terkadang cepat sekali membawa seseorang berpikir tentang 'pengganti'.

Maka kita pergi keluar, untuk mencari seseorang dengan harapan menemukan yang persis sama, hanya saja masih sempurna. Tidak patah atau rusak. Terus menerus mencari, padahal diam-diam masih berharap mereka yang baru akan sama dengan yang lama. Ketika tidak menemukan yang persis sama, penyesalan datang. Kemudian kita mulai menjadi dingin dan putus asa.

Padahal, ada opsi lain untuk menanggulangi kerusakan itu. Selama kita masih menyayangi, selalu ada pilihan untuk MEMPERBAIKI.

Bukan mengganti, karena semirip apapun, ia bukanlah orang (atau benda) yang sama. Bukan mencari yang baru, saat hati jelas masih tertambat pada yang lama. Bukan membuang, tapi memperbaiki agar ia tetap bisa menemani menjalani hari-hari. Menjadi 'petunjuk' saat kita bimbang atau kebingungan, sama seperti fungsi sebuah jam tangan.

***

"Cuma pengaitnya aja nih mbak yang diganti?"

Gue mengangguk yakin.

"Warnanya agak beda lho sama jamnya, nggak apa-apa?"

"Nggak apa-apa mas, yang penting pas aja, supaya bisa dipake lagi."

***

Gue menatap jam tangan di pergelangan tangan gue. Terpasang sempurna. Gue membalik sisinya, dan mendapati sebuah pengait berwarna silver di sana. Berbeda dengan keseluruhan kepala dan badan jam yang berwarna pink, pengaitnya terlihat mencolok karena berwarna lain.


Tapi nggak apa-apa :)

Karena setelah diperbaiki, terkadang sebuah benda tidak bisa menjadi sama persis seperti sebelum ia patah atau rusak. Yang penting, benda itu masih benda yang sama, dengan fungsi yang kini telah dikembalikan seperti semula. Yang penting, kini ia kembali bisa menemani hari-hari gue, sekalipun dengan pengait yang warnanya tak senada.

6 comments:

  1. Memperbaiki, daripada mengganti. Suka sama postingannya :))

    ReplyDelete
  2. Mba kalau ganti baterai dimana dan apa merk nya? swatch aku perasaan cepet banget habis baterainya... thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku ganti di toko jam deket rumah aja ada kok :)

      Delete