Saturday, 2 November 2013

10 Hal yang Akhirnya Mempertemukan Kami Berdua

Inget nggak, beberapa bulan yang lalu, gue pernah bikin postingan tentang 10 Alasan Mengapa Gue dan Dia Mustahil Ketemu? Dari sepuluh poin yang gue jabarkan di sana, seperti yang gue tulis di penghujung postingannya, akhirnya kami... bertemu, bahkan sampai saat ini, alhamdullilah masih menjadi sepasang kekasih.

Yang selama ini temen-temen kami ketahui, cuma fakta bahwa gue dan dia bermula dari dua orang asing yang kemudian bertemu di linimasa. Yang selama ini keluarga dia dan keluarga gue ketahui adalah gue dan dia bertemu karena dikenalin temen. Ya iyalah bisa pingsan enyak gue kalo tau anak gadisnya download pacar dari internet (--,)

Nah. Sekarang, gue mau merangkum sepuluh hal yang akhirnya mempertemukan gue dan dia. Sepuluh hal yang gue yakin terdengar sangat biasa, tapi juga vital di saat yang bersamaan, karena kalo salah satunya ditarik dari perjalanan takdir gue dan dia, maka jalan kami nggak akan pernah bersinggungan. :)

Hehe. Mari.

1. Twitter. Kalian pasti punya akun twitter kan? Follow aku dooong! #SalahFokus


Gue bikin akun twitter itu udah dari lama banget, tapi sempet nggak pernah dipake karena belum move on dari facebook. Akun twitter gue terjadi gara-gara bujukan temen gue, karena katanya lewat twitter, kita bisa ngobrol sama artis. Siapa yang gak mau kan? Jadilah gue yang bodoh polos waktu itu akhirnya resmi bergabung dengan twitter dan kerjaannya mensyenin artis tapi nggak pernah dibales T_T Urutan kedewasaan pemakaian twitter gue kurang lebih begini : masih fb-an -> mensyenin artis tiap hari -> menganggap twitter adalah sarana chatting pengganti bbm -> banci pamer + reporter buat kegiatan gak penting yang gue lakukan (isi twitnya macam otw at otw at, padahal mah kagak ada yang pingin tau) -> banci quotes -> sekarang.

Then again, tentu saja, Roy juga punya akun twitter. Maka kami berdua termasuk diantara jutaan pengguna twitter di Indonesia. Lingkar paling besar, checked.


Sahabat terbaik gue semasa kuliah ini emang haus banget sama informasi. Atau bahasa sederhananya, kepo. Dari dia, gue tau kalo kajur kami (dulu) yang super gaul dan ganteng, entah kenapa baru aja mem-follow sebuah akun anonim yang ternyata lucu dan menghibur karena kenyinyirannya berkaitan dengan profesi impian kebanyakan dari kami.

Gue yang bahkan sama sekali nggak pernah denger istilah akun anonim, tentu saja bingung. Kenapa sahabat gue ini insist banget gue HARUS follow akun ini. Yaudah akhirnya ketimbang gue dipelototin (dia galak banget, btw. eh, dan single *digamparin*) sama dia, akhirnya gue follow aja itu akun.



Inilah akun anonim yang gue ceritakan di atas. Setelah bergabung menjadi satu dari belasan ribu followers-nya (waktu itu), gue mulai mengerti kenapa kucing hitam nyinyir ini jadi pembicaraan hangat seluruh fakultas ekonomi jurusan akuntansi, bahkan sampai tweet-tweet-nya pernah dibuka oleh kajur gue di salah satu seminar Kapita Selekta. Akun ini mengajak gue tertawa bersama di atas pahit lelahnya profesi yang kelihatannya punya banyak uang... tapi jelas nggak punya kehidupan.

Yang waktu itu masih belum gue ketahui adalah, Roy juga salah satu dari belasan ribu followers-nya. Lingkar yang lebih kecil, dengan bantuan Jeje, checked.

4. Lelang Auditor

Lelang Auditor adalah sebuah 'acara' yang diusung oleh Pervie (panggilan sayang anak-anak twitter untuk admin-admin ganteng @PervertAuditor). Aturan mainnya begini, elo boleh melempar sebuah akun dari temen, sodara, atau siapa lo kek, yang berprofesi sebagai auditor tapi jelas-jelas jomblo. Either karena kebanyakan lembur, atau dari sananya mukanya kayak adonan semen, semuanya boleh dijadikan peserta lelang. Gue yang saat itu belum lulus dan masih berprofesi sebagai mahasiswi, tentu saja nggak bisa ikut ataupun diikutsertakan. Jadi gue senyam-senyum aja nontonin timeline-nya Pervie yang banjir dengan akun-akun beserta promosinya. Berawal dari iseng, gue bermaksud untuk ngeledekin admin-nya yang *katanya* juga jomblo. Gue nge-tweet, kira-kira begini isinya, "Pervie nggak mau ikutan lelang juga nih?"

Entah karena apa, miminnya nge-RT tweet gue itu, dan ternyata, di belahan dunia bagian yang sangat jauh di sana, Roy juga sedang menyimak Lelang Auditor ini. Mungkin mau ikutan tapi nggak bisa, karena sadar dirinya adalah enjinir. Kemudian, kemungkinan besar juga karena faktor iseng, dia nge-reply tweet gue yang tadi di RT sama Pervie. Isinya, "Hai, boleh kenalan? *tendang @pervertauditor dari convo*." Kemudian kami jadi basa-basi dan saling follow. Well, garis takdir yang mulai saling menemukan, checked.

5. Stand Up Comedy

Kecintaan gue pada stand up comedy, seni yang terbilang masih anti mainstream inilah yang membuat gue sempet nge-tweet, "jadi inget bit-nya pandji kalo ngeliat foto-foto artis di restoran XD". Saat itu gue lagi makan di resto yang dindingnya penuh sama foto-foto pemiliknya dan artis yang pernah berkunjung dan makan di sana. Well, Pandji, kebetulan pernah membahas hal ini dalam set-nya.

Karena twit itu jugalah, Roy nge-reply lagi, setelah sejak follow-follow-an itu kami nggak pernah lagi mention-mention-an. Dia nanya apakah gue suka stand up comedy juga, karena ternyata, yang bersangkutan sedang kelebihan tiket Little Man Big Problem (stand up comedy show-nya Ernest, Ryan, dan Acho). Sayang gue berhalangan. Dan tentu saja... takut diculik. Jadi terpaksa gue tolak halus ajakannya. Tapi setidaknya, lingkarannya sudah semakin menyempit. Persamaan hobi yang nantinya akan mengisi pembicaraan kami, checked.

6. Filipina dan Hujan Besar

Baca ceritanya di sini.

Ngobrolnya nyambung? checked.
Orangnya seru dan lucu? checked.
Pinter? checked.
Charming? Well, let's see.

7. Saputraroy.com

Saat kami sedang asyik-asyik DM-DM-an di twitter karena Roy sedang terjebak hujan, pandangan gue tertuju pada sebuah link di bawah bio twitternya. Iseng, gue klik. Ternyata, link itu membawa gue pada blog pribadinya yang bercerita banyak tentang perjalanan, buku, sampai nilai-nilai kehidupan yang dia jabarkan dengan cara yang menyenangkan.


Gue ketawa-ketawa baca setiap postingannya yang selalu terselip humor yang menyegarkan. Yang gue belum tahu adalah, blog ini nantinya akan punya peranan. Cukup besar mengingat Roy diem seribu bahasa dan akhirnya cuma mau buka mulut waktu gue membuka topik tentang blog-nya. Obrolan yang nantinya akan mengisi pertemuan pertama kami, checked.


8. Interview Kerja

Awal Januari 2013 yang lalu, ketika gue udah lumayan lama DM-DM-an dan SMS-an sama Roy, tetiba gue dipanggil datang untuk interview di sebuah perusahaan. Ketika gue ngasih tau Roy bahwa gue dipanggil interview, dia menggunakan kesempatan ini untuk pertama kalinya minta ijin... menelpon gue. Dia minta gue untuk cerita how was the interview going by phone.

Jadilah di malam sesudah interview itu, untuk pertama kalinya, gue mendengar suaranya di telpun. Kami ngobrol seru sampe jarum jam berhenti di angka 12. Nyoba ngobrol langsung dan tetep nyambung, checked.

9. Faktur-Faktur Pajak

Kalo gue harus berterimakasih pada satu hal yang pada akhirnya mempertemukan kami berdua di dunia nyata, hal itu adalah, kumpulan faktur pajak yang memusingkan kepala gue di hari Jumat. Manager gue minta tolong -bilangnya, tapi rasanya dia waktu itu mencoba membunuh gue- memberikan ratusan faktur pajak pertambahan nilai, baik keluaran maupun masukan, untuk gue cocokin sama data base dan sistem terkait dengan NPWP, alamat, nama perusahaan, dan transaksinya. Gegara pusing seharian ngurusin begituan, kaburlah niat gue untuk nyicil skripsi besok Sabtunya.

Setelah dengan gila memutuskan untuk nonton sendirian, akhirnya gue juga terdesak bilang 'iya' waktu Roy mau menemani. Pertemuan pertama yang kemudian berlanjut sampai hari ini, checked.

10. Tuhan - Sang Penulis Skenario dan Sutradara Paling Handal

Kesembilan hal di atas hanyalah beberapa buah alat sederhana yang Tuhan gunakan untuk mempertemukan gue dan dia, dan menyatukan garis takdir kami berdua. Ibarat film atau buku, kesembilan hal yang gue sebutkan adalah plot atau rel yang telah diatur sedemikian rupa agar dimengerti oleh otak gue dan dia sebagai manusia. Perantara dan jembatan kami menuju rencana-rencana Indah-Nya.

All items, checked.

-

Itulah kesepuluh hal yang pada akhirnya membuat garis hidup gue dan Roy bersinggungan hingga sekarang. Tiny little things yang seperti halnya plot dalam sebuah buku, jika salah satunya ditarik menjauh, maka domino effect itu tidak akan pernah bisa terjadi. Jika salah satunya hilang, maka kemungkinan besar kami berdua akan berakhir dengan tidak saling mengenal, atau masih berdiri berjauhan.

Sembilan hal, dan Tuhan sebagai sutradara yang merajutnya menjadi sebuah skenario indah, dengan gue dan Roy sebagai pemeran utamanya :)

18 comments:

  1. the universe did conspire... :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. and God must be involved. :)

      Makasih sayang sudah mampir yaaaa <3

      Delete
  2. keren sar. semoga langgeng terus sama roynya ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin :"))

      terima kasih untuk doanya, dan terima kasih sudah mampir yaaa :D

      salam kenal <3

      Delete
  3. SEE YOU TOMORROW! *lipet lengan baju*

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaaaa *ngumpet di balik tembok*

      XD XD XD

      Delete
  4. Bagus....

    Terakhirnya gw suka, karena lo ga nglupain Siapa Yang Ngatur Ini Semua...

    ditunggu undangannya yak....

    ReplyDelete
  5. Ini dijadiin film bakalan keren nih :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi. cc : @ProduserKhilaf

      Makasih yaaa Kevin, doakaaan juga, semoga bisa diterbitkan dalam bentuk lain selain blogpost! :D

      Delete
  6. ITU MASALAH FAKTUR PAJAK KENAPA MALAH LARINYA KE ROY SIH? #EAAA
    Aku tahu cerita-cerita ini ~~~\o/

    ReplyDelete
    Replies
    1. behehehek.

      abis kalo aku gak pusing ngurusin itu kan ga bakalan jd ketemu sm Roy kaaak :))))

      Delete
  7. Syeneng dehhhh bacanya :)
    Cara Tuhan mempertemukan itu memang ajaib ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho-oh, biar keliatannya kebetulan, tapi kalo dihubungin little red dots-nya, keliatan jadinya ini udah diatur sama yang Maha Kuasa :"D

      Delete
  8. Wow jodoh emang datangnya gak bisa diduga samasekali ya kak Sarah :')

    ReplyDelete