Thursday, 10 October 2013

#MentertawakanIndonesia - Review

Pas baca tentang event ini di timeline-nya Pandji dan Ernest, yang ada dipikiran gue adalah: Mentertawakan? Bukannya Menertawakan ya? Masa iya mau bikin acara nggak pake survey dulu? Kok bisa salah gini?

Ya begitu itulah. Gue kan suka sok bener, sok tau, dan sok iye. *ditabokin rame-rame*

Penasaran, gue segera memesan tiket. Kemudian minta tolong sang pacar menukarkan tiket di Coffee Toffee Hang Lekir, praktis karena jarak dari kantornya lebih deket ketimbang dari kantor gue yang macetnya bikin beruban.


TADAAA!

Akhirnya, tanggal 9 Oktober 2013 tiba! Gue udah blingsatan di kantor dari pagi, dan tepat jam 16.59, jari gue udah menempel di mesin absen untuk check out. Nyetop angkot, kemudian nyambung dengan Metro Mini, pukul 17.45, gue udah duduk manis sambil makan di KFC Sarinah. Bukan, kami bukan makan karena ada promo sayap ayam + nasi + Pepsi cuma sepuluh ribu loh. Kami makan dulu biar nanti ketawanya bisa kenceng. *dijejelin toa*

Nah, di malam stand up show #MentertawakanIndonesia, akhirnya pertanyaan gue terjawab. Mentertawakan di sini berarti mengajak masyarakat Indonesia untuk tertawa. Berbeda dengan imbuhan me- dalam menertawakan yang artinya menjadikan Indonesia sebagai objek atau bahan tertawaan, imbuhan me- dalam mentertawakan memiliki arti mengajak untuk. Sejalan dengan Smile For The Future (BUKAN, BUKAN Tidur for a Better Future ya, itu blog sebelah!) yang diusung oleh Aethra Learning Center.

Pukul 20.00, acara di mulai. Setelah memutuskan untuk tidak me-review sambutan dari perwakilan Aethra Learning Center dan Kak Jessica, mari kita mulai dengan penampil pertama : Ryan Adriandhy. To be honest, I'm not a big fan of Ryan. To be more honest, gue datang untuk nonton Pandji dan Ernest. Tapiiiii, ternyata cukup mengejutkan bagaimana Ryan mampu membuat gue terbahak di hampir setiap bitnya. Pengamatannya sangat mendetail, yang kemudian dibumbui dengan jokes kacau-atau di beberapa bit, nyinyir-akhirnya secara efektif membuat semua penonton tertawa geli.

Yang masih nempel di otak gue adalah bit doi tentang bertamu di rumah orang kemudian ditawarin untuk nambah makanan, padahal kita udah kenyang. Kira-kira begini percakapan yang terjadi:

"Ayo nambah lagi. Jangan malu-malu."
"Enggak makasih."
"Ayo jangan malu-malu."

*nengok ke penonton* *pasang tampang serius* "Dia tuh ga tau ya orang bukan cuma bisa malu, tapi juga bisa... KENYANG." *ketawa sampe jatoh dari kursi*

The second performer was... Ernest Prakasa. Seperti yang pernah gue bahas di sini, Ernest adalah salah satu komika favorit gue. Selama tiketnya masih mungkin gue beli dan tempat show-nya masih mungkin gue datengin, gue pasti hadir di hampir setiap acara stand up yang mencantumkan nama doi.

Dan di #MentertawakanIndonesia, sekali lagi Ernest membuktikan bahwa dirinya adalah seorang komika yang patut diperhitungkan. Berangkat dari pengamatan seputar kesehariannya, kesungguhan risetnya yang kemudian membuahkan bit yang nyentrik dan beda, bikin rahang pegel dan air mata gue sampe keluar sanking kocaknya. I mean come on, dia punya bit tentang sex education di internet. Yasalam lagi mikir apaan coba bisa tiba-tiba browsing begituan? :)))

Atau bit (I'm not sure disebutnya lebih tepat bit atau pengalaman)-nya tentang Tony Roma's yang kata doi mahalnya seanjing-anjing, dikemas sedemikian rupa sehingga sangat menggelitik buat gue. Gila nggak sih tuh? Cuma masalah makan di restoran mahal. Kita semua juga pernah mengalami kan, pasti? Tapi di tangan Ernest, bisa jadi lucu banget ketika dibawakan kembali di panggung. Ini orang jenius banget nggak sih? :|

Konsisten juga dengan pembawaannya sebagai Cina tulen dengan Ahok sebagai idola dan founder dari Illucinati, nggak diragukan lagi, malam itu, Ernest-lah juaranya. Man of the show. Bit-bitnya ringan tapi semuanya kena. Dekat dengan penontonnya sehingga mudah melahirkan derai tawa yang nggak ada putus-putusnya.

Yang ketiga adalah, Sammy Notaslimboy. Komika ini secara materi dan berat badan, adalah yang terberat ketimbang tiga yang lain. Set up-nya bicara seputar Farhat Abas, pribumi dan non pribumi, agama, sampe tes keperawanan.

Masih menempel di otak gue kalimatnya yang kira-kira begini bunyinya : "Pake produk dalam negeri? Kalo mau kita pake produk dalem negeri, benerin dulu dong produknya."

"...contohnya, pilpres. Kalo mau kita nggak golput, ya calonnya jangan prabowo ica kaleeeeee."

*ketawa sampe kejengkang* :)))

Setelah Sammy, saatnya closer malam itu, komika terakhir yang adalah... Pandji Pragiwaksono! Saat doi masuk, riuhnya tepuk tangan, terus terang membuat gue mengerti kenapa Pandji ditempatkan di akhir acara. Seperti biasa, penguasaan panggung yang memadai, ekspresi yang sangat ekspresif, dan gestur tubuh yang sangat mendukung bit-bit yang dilontarkannya, membuat seisi Gedung Graha Bakti Budaya sangat menikmati performa Pandji malam itu.

Yang masih bikin gue senyum-senyum sendiri di perjalanan pulang adalah bit doi tentang anak laki-lakinya, Dipo. Hahahaha. Sama persis dengan pas Indonesia:, yang memorable banget justru bit-bit tentang Dipo. ARGH gue jadi mau nyubit pipinya deeeeh :3 *ditonjok bapakke*

Overall, #MentertawakanIndonesia sukses membuat stress gue rontok dan terbang hilang entah ke mana. Capek di kantor lalu bermacet-macet ria ke TIM, lunas dibayar dengan penampilan luar biasa empat komika yang sangat menghibur. It was a super great night.

Selalu ada perasaan kehilangan yang muncul di hati gue setiap selesai menonton sebuah Stand Up Comedy Show. Rasanya nggak mau acaranya selesai. Rasanya masih kuat ketawa-ketawa. *ya ngana kuat, komikanya? **ditoyor**

Tapi kemaren malam, rasa kehilangan itu sedikit terobati, karena ada ini:

#NGENEST!

Buku ini adalah buku kedua Ernest Prakasa yang dijual di merchandise booth #MentertawakanIndonesia kemarin malam. #NGENEST mengajak elo dan gue untuk mengintip dan tertawa bersama dengan penulisnya, bukan hanya lisan lewat stand up comedy, tapi juga melalui tulisan. Buku ini berisi candaan ala Ernest Prakasa yang cocok banget buat menemani elo bersantai di akhir pekan *disambit bangku taman*. Lengkapnya tentang buku ini, bisa dibaca di sini.

Sekian review tentang #MentertawakanIndonesia dari sayaaah, sekarang mau lanjut kerja dulu. Kalo enggak, nanti gaji gue dipotong. Kalo gaji gue dipotong, nanti nggak sanggup beli tiket #IllucinatiTour dan #MessakeBangsakuJKT. Kalo nggak bisa beli tiket, nanti nggak ada review stand up di sarahpuspitadotkom. Kalo nggak ada review stand up, ngana pasti pada sedih kan, nggak ada yang ceritain gimana serunya stand up show yang gue tonton? Gratis lagiii. *disabet pake pedang*

4 comments:

  1. Pengen nih nonton Stand Up Comedy langsung lagi... Jadwal2 acara kek gitu ketemu di mana yah...? thx..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo gue, paling follow komika yang gue suka aja sih :)

      soalnya mereka kan pasti ngetweet tentang acaranya :D

      hope it helps!

      Delete
  2. ngana? org manado?

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak harus orang Manado kan yang ngomong pake 'ngana' ;)

      Delete