Friday, 11 October 2013

How Hurt is Too Hurt?

Setiap manusia di dunia ini, pasti pernah melakukan kesalahan. Baik yang disengaja atau tidak, ada intensi menyakiti atau sama sekali tidak disengaja, dan sebagainya. Kesalahan yang menimbulkan luka di hati, biasanya jauh lebih sulit untuk diselesaikan.

Begini. Menurut gue, ada perbedaan besar antara memaafkan dan melupakan. Memaafkan itu memutuskan untuk menutup mata pada segala hal yang sudah terjadi, tapi aware sama kejadian yang akan terjadi kemudian. Misalnya pernah diselingkuhin, dan si cowok sudah minta maaf, mungkin si cewek bakalan maafin pacarnya itu, dan nggak lagi mengungkit-ungkit masalah dia pernah selingkuh. Tapi setiap ada cewek yang deket sama pacarnya, dia bakalan aware, karena nggak melupakan kejadian itu.

Sebaliknya, melupakan itu memutuskan untuk memulai dari awal. Kalau kasusnya sama kayak di atas, melupakan itu nggak akan bikin si cewek aware ketika ada cewek yang deket sama pacarnya. Dia akan mempercayai pacarnya seperti perselingkuhan itu tidak pernah terjadi.

Beda jauh, kan.

Masalahnya adalah, sebelum memaafkan dan melupakan, ternyata ada satu fase yang menurut gue, harus selalu ada selangkah di depan mereka. Namanya : menyembuhkan.

Ketika seseorang melakukan kesalahan dan menimbulkan sakit hati yang cukup parah, bagaimana mungkin kita bisa memaafkan apalagi melupakan, seandainya hati sendiri aja masih luka? Bagaimana mungkin sampai pada tahap memaafkan dan melupakan kalau masih terasa sakit?

Jadi ya itu. Mungkin ketika terluka, seseorang harus menyembuhkan hatinya terlebih dahulu. Memastikan bentuknya tidak lagi serpihan, tapi bongkahan utuh walaupun terlihat direkatkan di sana sini. Baru kemudian, ia bisa memutuskan untuk memaafkan. Setelah itu, baru mungkin dilanjutkan dengan melupakan.

Pertanyaannya sekarang... bagaimana jika hati itu ternyata tidak kunjung sembuh? Bagaimana kalau ternyata hati itu terlanjur terluka terlalu jauh?

2 comments:

  1. Forgiving doesn’t mean you’re condoning the hurtful action, it's a way to release the grip on you. You have to forgive yourself. Let go of what's bitter and move on...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yes... perhaps I should :")

      thanks for reading :")

      Delete