Wednesday, 2 October 2013

10 Hadiah Yang Pernah Kamu Berikan

HAEEEEE <3


Setelah 10 Alasan Mengapa Dia Sempurna (Untukku) dan 10 Alasan Mengapa Kami Mustahil Bertemu, karena ini tanggal 2, akhirnya aku menelurkan lagi nih postingan yang berunsur 10. Tiga bulan dipeti-eskan di draft, setelah bertapa tiga malam, akhirnya postingan ini selesai. Hehehe.

Berbulan-bulan kita sama-sama, banyaaak banget hadiah yang pernah kamu kasih ke aku. Tapi berhubung kalo ditulis semuanya postingan ini akan bersambung sampe 5 sekuel, jadinya aku pilih 10 hadiah yang terbaik aja.

source

Yuk mari, kita bernostalgia! *ngajak-centil-ala-presenter-kuliner*

1. Inget nggak? Kotak pertama yang kamu kasih ke aku, isinya senyum dan tawa yang dipaketkan berbarengan dengan ajakan manis, dua lembar tiket pertunjukkan stand up comedy, dan sebuah undangan untuk tertawa bersama. Seiring berjalannya waktu, kamu bukan hanya menjadi teman berbagi, tapi juga pencipta senyum dan pembuat tawa.

Oh ya, kamu suka banget ngegangguin pas aku lagi bete, sampe akhirnya aku jadi tambah manyun. Kalo udah begitu, kamu pasti ngelitikin sampe aku ketawa kegelian, atau ngegombal sampe aku bisa senyum lagi. Abis itu aku dipeluk deh sampe tenang, dan trus kamu bakalan berbisik pelan, "everything is gonna be fine".

...you are my favorite reason to smile after a long tiring day. :)

2. Hadiah kedua kamu kirim setiap aku membuka mata untuk memulai hari. Bentuknya ucapan selamat pagi yang di dalamnya teselip semangat dan optimisme buat bekalku ngerjain tugas dan tanggung jawab di hari itu.

Kamu nggak pernah capek nyemangatin dan ngeyakinin aku untuk percaya sama diriku sendiri. Untuk melangkah dengan berani, untuk mencoba sesuatu yang baru, dan menerima uluran tangan kamu untuk bangkit waktu aku jatuh.

...you become my best supporter, sitting beside my dad and my mom.

3. Di hari kedua aku kerja di kantor yang baru, inget nggak kamu ngasih ke aku sebuah kotak berpita? Isinya sebuah jawaban 'ya' yang dibungkus kepercayaan. Waktu itu, ada temen kantor yang rumahnya kebetulan searah sama rumahku. Aku minta izin sama kamu untuk balik bareng sama temen kantorku itu, dan tanpa nanya macem-macem, kamu mengiyakan trus pesen supaya aku hati-hati.


Kamu selalu percaya sama aku. Bukan cuma tentang kehidupan sosial dan pertemanan, tapi juga selera dan pendapat. Kamu pernah bilang, hubungan itu harus dilandasi oleh kepercayaan, bukan ketakutan.

...and you make me even believe of true love and happy ending in the real world.

4. Sesekali, kado ini kamu kasih waktu kita lagi duduk berhadapan setelah bertengkar atau diem-dieman lama. Biasanya sambil pegangan tangan. Dengan sabar kamu ngasih tau apa kesalahanku, dan kenapa terkadang kamu marah atau galak sama aku. Yap, pelajaran.

Kamu ngajarin aku jadi dewasa, dan belajar untuk pelan-pelan ngilangin sifat dan karakter buruk aku. Kamu selalu ada waktu aku bingung ketika aku harus ngambil keputusan, kamu nguatin aku waktu aku harus belajar merelakan, kamu nyemangatin aku untuk nggak nyerah sama keadaan, dan nemenin aku waktu aku harus pasrah dan membiarkan keadaan yang nantinya menjelaskan.

...you are a great teacher who has the unlimited patience.

5. Hadiah kelima adalah hadiah terbesar yang selalu menyambut aku di rumah, setelah aku pulang kerja atau beraktivitas seharian. Kamu duduk nunggu aku, trus kita tukeran cerita dan pengalaman. Sekedar tentang kesibukan di hari-hari kerja, kepenatan menghadapi rutinitas yang berulang, atau nilai-nilai berharga yang tersembunyi dibalik setiap kejadian.

Waktu-waktu bersama kamu juga selalu jadi cerita indah, dan ada aja pengalaman berharga yang selalu menyenangkan untuk diingat dan ditulis kembali.

...you're not only a boyfriend, but also a very best friend.

6. Kado ini selalu aku dapet saat kamu ada di samping aku, maupun saat kita nggak lagi bareng-bareng. Kebanyakan terbungkus dalam tindakan nyata maupun pertanyaan, untuk memastikan kalo aku baik-baik saja. He eh, isinya rasa aman.

Kamu selalu pindah tempat ke arah mobil datang saat kita mau nyeberang, berjalan di sisi luar ruas trotoar, ngantarin aku sampe di depan rumah, nanyain nomor taksi waktu aku harus pulang sendirian, berpesan supaya aku hati-hati saat aku harus pergi tanpa kamu, bahkan masih bawain dan ngangkatin koper aku waktu kita lagi ribut besar.

...you're my guardian angel.

7. Sebuah bungkusan berpita dialamatkan ke aku dalam bentuk notifikasi WhatsApp. Lain waktu, lewat sembilan buah Cupcakes yang memiliki ornamen Stitch, Eeyore, dan dua pasang sepatu. Pernah juga, dalam bentuk sebuah Tumblr Starbucks dan kartu penyemangat di dalamnya. Kado dan kejutan-kejutan manis yang di dalamnya terselip perhatian.


Kamu nggak menuangkan itu sekedar lewat ngingetin aku makan siang, tapi juga dengan memperhatikan kesukaan, hal-hal yang aku senangi, dan mimpi-mimpiku di depan. and it's awesome when someone remember every single detail of you, not because you remind them constantly, but because they pay attention.

...you care. You always do.

8. Hadiah kedelapan... hadiah yang selalu aku dapatin waktu aku memberikan atau membuat sesuatu untuk kamu. Bungkusnya dipita sederhana, tapi ternyata isinya luar biasa. Pengakuan dan penghargaan.

Inget nggak, kamu pernah tetep makan masakan aku yang jelas-jelas tawar, ngelanjutin minum susu cokelat yang aku buat biarpun nggak ada rasanya, atau nunggu aku waktu pulang sidang, hanya untuk secara verbal mengucapkan, "Ai, I'm so proud of you."

...you value every single thing I made. Even the tiniest one.

9. Kado ini kamu letakan di samping tempat tidurku waktu aku lagi kalut, takut, khawatir atau putus asa. Bisa berupa pelukan, atau sekedar ucapan menenangkan, yang terbungkus dengan kenyamanan. Aku bebas menjadi diriku sendiri, terbuka dan apa adanya, serta berbagi hal-hal yang selama ini aku tutup dari orang lain.

Kamu nerima aku, bukan cuma kelebihan, tapi juga kekurangan. Bukan cuma kesuksesan aku, tapi juga waktu aku gagal. Dan rasanya luar biasa waktu ada orang yang meyakinkan aku, bahwa aku masih tetap sempurna, dengan segala kekurangan yang aku punya.

...you're amazing, you know?

10. Yang terakhir, adalah hadiah yang paling aku suka. Bukan sekedar pita-pita yang tertulis ungkapan kata-kata manis, tapi rangkaian pembuktian seperti yang pernah kamu janjikan tepat delapan bulan yang lalu. Cinta dan Sayang, hadiah terakhir, terbesar, yang juga terindah yang pernah kamu kasih buat aku.

Mungkin jarang terucap. Tapi terlukis jelas lewat sikap kamu. Mungkin jarang terungkap. Tapi terbaca jelas dari setiap tindakan kamu.

...I really am the luckiest girl in the world J

Kamu tau nggak? Aku selalu percaya, hal-hal terbaik di dunia ini bukanlah hal-hal yang 'gratis'. Karena sekali kita berpikir aah I can get it for free, then you'll throw it like it's nothing. Makanya aku lebih setuju, bahwa hal-hal terbaik di dunia ini, nggak pernah bisa terbeli dengan uang. Berapa banyakpun yang aku punya.

Aku nggak perlu tas atau sepatu mahal, waktu kamu nggak pernah bosen ngingetin bahwa aku luar biasa. Aku nggak perlu alat make up bermerek yang harganya selangit, waktu kamu bilang aku cantik, bahkan saat aku baru bangun tidur. Aku nggak perlu perhiasaan mahal di pergelangan tanganku, saat tangan kamu ada untuk melengkapi sela-sela jemariku.

source

Karena itu, terima kasih ya. Untuk waktu yang kamu siapkan kapan aja aku perlu kamu. Untuk selalu jadi teman berbagi suka, sahabat waktu aku mau curhat, dan pacar waktu aku butuh ditenangkan dengan pelukan. Most of all, untuk sepuluh kado terbaik yang nggak akan pernah bisa terbeli dengan uang.

Aku selalu sayang kamu. Sejak delapan bulan ke belakang, sampai seterusnya ke depan.

2 comments: