Tuesday, 24 September 2013

Surat untuk Teman-Teman Pembaca www.sarahpuspita.com [part 2]

Hai! *lempar koper ke ruang tamu* *lepas kacamata item* *pakek lagi soalnya matanya bengkak* Buahahahahak.

Been 12 days since my first letter. Sebuah surat yang gue buat dengan kondisi heart broken akut. Kekecewaan sama diri gue sendiri, menimbulkan kesedihan yang akhirnya bikin gue kacau luar biasa dalam beberapa hari. Kacau level : beli popcorn manis di 21 padahal nggak nonton. :))

Di tengah-tengah masa-masa galau itu, gue lupa di hari apa, tapi sebuah notifikasi email masuk ke hp gue. Alamat email asing yang nggak pernah gue liat sebelumnya. Pas gue buka, begini isinya:


Gue melipir ke toilet, dan merenung lama di sana. My heart was broken when I read that email. Bukan karena terharu ada yang care sama gue sampe kayak begitu. Bukan. Tapi gue sedih karena gue tau kayak gimana rasanya. Ketika lo mencintai seseorang, dan nggak ada cara lain untuk membuat dia menengok ke arah elo, kecuali dengan jadi hebat dan 'terlihat'. It hurts.

Email kedua gue terima dari seorang pembaca gue di UK. Pertama kali gue nerima email dia itu...
udah agak lama. Dia sering main ke www.sarahpuspita.com karena postingan gue yang Pasca Putus Cinta. Dia baru putus sama pacarnya waktu itu, dan patah hati parah, sedangkan kondisinya dia sendirian di negeri orang. Waktu dia tau gue ngambil not-really-a-long break untuk nulis, dia ngirimin ini:


Kedua email ini berhasil menghangatkan hati gue (oh and it still feels warm inside here, bahkan saat gue nulis ini). Kedua email ini juga menjadi alasan kenapa gue kembali ke sini, dalam waktu yang terbilang dekat. Hanya dua belas hari. Main reason-nya adalah, puasa nulis membuat delapan jam gue di kantor, berubah jadi 3 abad. *nangis*

I miss writing all of my random thoughts and sharing with all of you guys here. I miss my old self, who doesn't really care about who read and who visit my blog, as long as I can express what I feel. I miss creating my very own world, meeting new friends from here.

So... I'm back.

Not for please anybody. Not to impress anyone. I'm back, because I can't imagine a day goes without a story that I could tell through letters.

Jadiiiiih. Terima kasih untuk perhatiannya, terima kasih untuk semangatnya, terima kasih untuk kesabarannya. Can't hardly wait to share those not-so-important things with youuuu guys. *kisskiss*


Yours Truly,


Sarah Puspita

No comments:

Post a Comment