Wednesday, 4 September 2013

Surabaya - Day 4

DISCLAIMER:

Postingan ini merupakan kelanjutan dari :

Surabaya - Day 1
Surabaya - Day 2
Surabaya - Day 3

-

Gue menikmati udara pagi kota Surabaya yang panas ini di bale-bale mini Mango Hostel. Yap, here I was, sambil pijit-pijit kaki ditemani bisingnya motor mobil yang lewat. Hari ini, hari Senin. Senin pagi yang bukan gue lewati dengan bermacet ria, kemudian sibuk sampai kepala mengepul seperti yang biasanya jongos berblazer kayak gue lakukan. Gue menghabiskan Senin pagi dengan duduk santai sambil meluruskan kaki (yang masih pegel karena setelah jalan seharian, juga jadi tumpuan kepala Roy buat bobok selama kurang lebih dua jam di mobil. *kesemutan* *kebelet pipis*).

Ah ya, gue juga lagi menyusun itinerary untuk Surabaya Day 4! Secara hari pertama kemaren belum sempet jalan ke mana-mana selain silaturahmi sama keluarga, dan ngeliat jembatan SuraMadu yang hietz itu, maka hari ini, mari kita menjelajah Surabaya *pake kacamata item*.

Setelah mandi dan bersiap-siap check out karena kami akan pindah hotel, agenda pertama kami adalah… *ngintip mbak itin* makan Rujak Cingur! Segeralah kami meluncur ke Plaza Surabaya, atau yang akrab juga disebut Delta Plaza. Nama restorannya, Rujak Cingur Surabaya. Kecil dan sederhana untuk ukuran resto di mall, tapi ruamenya bukan main. Kami memutuskan untuk memesan beberapa jenis makanan, biar bisa saling nyoba. Nggak lama kemudian, Rujak Cingur, Gado-Gado Jawa, Tahu Campur, Lontong Gomek, dan Mie Balap. Menurut gue, Gado-Gado Jawa-nya juara banget. Enak, dan gurih. Beda sama Gado-Gado Betawi yang banyak ditemui di Jakarta, Gado-Gado Jawa itu pake santen, dan kacangnya ditumbuk sampe haluuuuuuus banget. Jadi bumbunya encer. Kalo Roy, dia doyan banget Tahu Campur-nya. Walaupun pake Petis, ternyata nggak mengurangi kenikmatan Tahu berkuah ini. Rujak Cingurnya juga harus banget dicoba. Gue enggak nyoba sih, ngebayangin itu bibir sapi aja gue udah pusing duluan.




Perut kenyang, hati senang, kami bersiap melanjutkan perjalanan. Agenda kami berikutnya adalah, beli oleh-oleh untuk rekan-rekan dan keluarga di Jakarta. Kami dibawa ke toko oleh-oleh Wisata Rasa. Di sini, yang khas dan terkenal adalah Almond Crispy Cheese-nya. Pas kami ke sana, ternyata malah udah ada rasa yang baru, Almond Chocolate Cheese namanya. Sayang nggak ada samplenya, tapi enyak banget. Cocok buat oleh-oleh, pasti pada sukaaaaak deh <3


Bagasi mobil penuh, rute selanjutnya adalah… Tugu Pahlawan! Yep, kami akan mengunjungi salah satu tempat bersejarah di Surabaya, yang terletak di tengah-tengah pusat kota. Kami masuk pelataran parkir, dan langsung disambut oleh patung Soekarno dan Hatta yang berlatar sebuah pilar dengan tulisan Freedom! dan merdeka atau mati serta berbagai jenis semangat kemerdekaan lain.



Setelah berfoto di depan Tugu Pahlawan, kami masuk ke dalam Museum Sepuluh November Surabaya. Ah ya, di pelataran museum, terdapat mobil tua milik Bung Tomo. Sebagian besar dari Museum ini merupakan peninggalan dari Bung Tomo, seorang pahlawan yang sangat dihormati di Surabaya karena jasa-jasanya yang gigih membakar semangat warga Surabaya untuk terus berjuang melawan penjajah. Di dalam museum juga terdapat senjata-senjata yang digunakan saat berperang, topi, tas yang digunakan oleh perawat di masa itu, juga diorama-diorama peristiwa-peristiwa kemerdekaan di Surabaya.
 

Selain itu, terdapat juga rekaman dari pidato Bung Tomo di RRI, yang saat itu berusaha membangkitkan semangat dari warga Indonesia, khususnya Surabaya, untuk tidak menyerah memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan Indonesia, serta melawan para penjajah dengan gagah berani.




Selesai berkeliling, kami membeli beberapa cinderamata yang dijual di toko souvenir di dekat pintu keluar museum. Ada topi bung Tomo, tas perawat, sampai magnet kulkas dan kartu pos. Gambarnya juga macem-macem, ada Surabaya tempo dulu, iklan-iklan kuno, dan sebagainya.


Kami keluar dan bersiap-siap berangkat ke tujuan kami selanjutnya, Landmark kota Surabaya! Landmark Surabaya berbentuk Dua ekor Binatang, yakni Buaya dan Hiu. Jadi menurut sepupu jauhnya si pacar sih, asal usul dari lambang Kota Surabaya ini adalah perebutan wilayah dari Buaya dan Hiu. Jadilah Sura (Hiu) dan Baya (Buaya). Entah siapa yang menang. Mungkin seri kali yah, jadinya Surabaya adalah hasil gabungan nama mereka.



Kami berfoto di depan landmark kota yang berada tepat di depan Kebun Binatang Surabaya ini, kemudian kembali ke hotel. Kami check in di sebuah hotel baru, namanya AR+OTEL. Kesan gue begitu memasuki hotel ini adalah… UNIK. Asli hotelnya unik dan artistik banget. Dari lobi sampe resto hotel, didesign dengan furniture-furniture yang tidak biasa, namun mencipatakan kesan nyaman. AR+OTEL juga menyediakan berbagai merchandise yang… unik. Well, gue gak nemu kata lain yang lebih tepat untuk arti dari aneh-in-a-good-way selain unik.

Setelah check in, kami naik ke lantai lima, dan lagi-lagi disambut dengan petunjuk nomor kamar serta pintu kamar yang artistik dan unik. Kayak dicoret-coret manual pake sepidol. Liat deh.


Kami masuk ke kamar masing-masing, dan langsung goler-goleran di kasur. Kamarnya nggak terlalu besar, tapi sangat nyaman, kamar mandinya bersih, dan channel TVnya juga lengkap, sampai HBO dan Fashion TV juga ada *girang*. Sekitar pukul setengah lima, kami udah laper. Hahaha. Jadilah kami tertarik untuk mencoba Bon Ami, sebuah resto yang letaknya nggak jauh dari hotel kami. Gue, Roy, sama koko dan cici jalan kaki ke sana, sekalian ngeliat-liat kota Surabaya di sore hari. Kami memesan satu ekor chicken roasted dan beef steak untuk ditake away. Kenapa cuma pesen dua? Soalnya nanti malem, kami udah punya agenda kuliner. Nggak tanggung-tanggung, tiga tempat! *lempar timbangan* Makanya, cuman mau nyicipin aja kayak apa rasanya. Nggak mau makan kenyang. Hehe. Sambil nunggu pesanan kami dibuatkan, gue dan cici jalan-jalan ke Bakery-nya. Kami membeli dua buah Risoles Smoke Beef, trus makan satu berdua sama pasangan masing-masing. Irit Romantis ya. :3

Setelah pesanan kami datang dan pembayaran selesai, kami balik ke AR+OTEL, berkumpul di kamar gue dan tante, lalu makan di… RANJANG! muahahaha. Secara itu hotel ya, mana ada meja makan. Jadi kami berenam ngerubutin dua buah sterofoam, nyicip sana-sini, suapin sana-sini, dan bergumam, “hmmm… enak!” berkali-kali. Oh ya, kalo ke sini, harus banget cicipin Mashed Potato-nya. ASELIK ENAKNYA GILAAAAAA. :9 Harga makanannya juga sangat worth it kok. Jadi kalo ke Surabaya, jangan lupa mampir ke Bon Ami ya J

Setengah kenyang, kami mandi dan bersiap-siap untuk makan malam. Ada tiga resto yang akan kamu zambangi *tsah* malam ini. Yang pertama adalah Sate Klopo Ondomohen Ibu Asih. Sate Klopo adalah sate yang dibuat dari daging Sapi, dan dibaluri kelapa parut sebelum dibakar. Udah kebayang? Yap, rasanya jadi gurih banget.

Di samping Sate Klopo, ada juga Nasi Goreng Jawa Ondomohen. Nasi goreng terepic yang pernah gue liat, karena walopun namanya Nasi Goreng, dimasaknya, dicampur sama MIE GORENG :)) Kalo kata temen kantor gue, itu sejenis Mawut (Nasi Goreng + Mie Goreng). Lagi-lagi Nasi Gorengnya nggak sesuai sama selera gue, tapi Roy? Doyan banget :)) Yaitulah, kami emang beda bener lidahnya. MUAHAHA.

Masih tiga perempat kenyang, kami menuju ke tujuan kedua, Rawon Setan. Kesan pertama… sepertinya ini resto luar biasa terkenal. Foto pemiliknya bersama dengan artis yang mampir untuk makan bertebaran di dinding. Meja dan kursi yang disediakanpun penuh terisi. Untung kami masih dapet tempat. Rawon di sini –menurut pacar– enak banget. Kuahnya kentel dan bumbunya berasa banget. Oh ya, kalo makan Rawon, jangan lupa Telur Asin-nya ya!


Selalu ada tempat tersisa untuk dessert, bukan? Maka kami segera meluncur ke resto ketiga, Mie Tidar. Berhubung semuanya sudah begah minta ampun, maka kami hanya memesan Es Tidar, masing-masing sepiring berdua. Mie-nya keliatan sangat menggoda, cuma udah nggak ada space di perut. *eluselus perut gembul*


Uniknya, Es Tidar ini nggak disajikan di mangkuk atau gelas lho. Disajikannya di… PIRING :)) BAHAHAK INI ES APA NASI GORENG? Es ini merupakan campuran dari Blewah, Cincau, Ager-ager, Kelapa Muda, Cendol, Kolang-Kaling, Kursi, Meja, dan dilengkapi dengan es serut dan Sirup Jeruk yang manis dan enak banget. Singkatnya, es ini… rame. Rasanya campuran antara manis, asem, gurih, dan dingin (ya menurut ngana?). Nah selain Es Tidar, ada juga Es Kacang Ijo, Es Degan (Kelapa Muda), Es Batu, dan belasan Es-Es lain.

Gue hampir digendong ke mobil sanking kekenyangan sampe hampir nggak bisa jalan. Tau kelanjutannya toh? Kami sampe di hotel, dan terlelap dalam hitungan menit. Eh, gue masih sempet berdoa, besok bukan hari terakhir gue di Surabaya. Semoga tanggal di tiket pesawat berubah tiba-tiba, atau besok gue bangun, dan ternyata masih hari Senin. Amin.

4 comments:

  1. mba tau gag alamat jualan almond crispy chesenya dmnanya???? klo dijakarta ada jual gag ya?? thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba di gugel deh, soalnya aku kurang tau :(

      Kalo di jakarta kayaknya gak ada, tapi yg dr surabaya itu melayani pengiriman ke sini kok :)

      Delete
  2. Wih Surabaya. Ternyata tempat tinggal gw ini juga masih bisa menarik wisatawan. Hahaha.
    Salam kenal btw. Hehehe

    www.travelshroom.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Surabaya kereeen kok! Apalagi letaknya deket sama Batu dan Malang :D

      Aku aja mau balik lagi :D Salam kenal juga!

      Delete