Monday, 30 September 2013

Fresh Graduate Goes to Work [Tips & Trick]

Fresh graduate?
Lagi nyari kerja?
Kayak cerita #LontangLantung? *dikemplang gegara promosi meluluk*

Untuk sebagian mereka yang baru saja lulus dan akan meneruskan ke karir bekerja di perusahaan atau jadi jongos berdasi maupun babu berblazer, pasti ada perasaan takut deh. Takut nggak bisa bagus kinerjanya, takut punya bos galak, takut disuruh mindahin gunung, dan lain sebagainya.


source
 Gue sendiri, pertama kali bergabung sama perusahaan, rasanya campur aduk, tapi yang paling dominan, justru rasa takut. Takut nggak bisa memenuhi ekspektasi bos-bos, takut dimarahin, takut sama sexual abuse (beberapa temen gue bener-bener ngalamin ini di tempat kerja mereka), takut rekan-rekan kerjanya gak friendly, dst dst dst.

Naaaah, karenanya, lewat postingan ini, gue mau berbagi sama kalian tentang pengalaman berharga gue. Beberapa akhirnya jadi pelajaran setelah diskusi sama sang pacar. Semoga bermanfaat ya!

Yuk mareh.

Biasakan mengganti kata 'tidak tahu' dengan 'belum diinformasikan'

Ketika menjadi bagian baru dalam perusahaan, 90% kemungkinan elo akan melanjutkan pekerjaan seseorang yang either resign, atau pindah divisi. Nah, pasti elo juga akan menerima banyak pertanyaan berkaitan dengan dokumen-dokumen yang bersangkutan, atau informasi berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab lo. Kalo elo belum tau, jangan jawab, "Nggak tau, mbak / mas." Gantilah kalimat itu dengan, "Belum diinformasikan ke saya, mbak / mas." See? Lebih keliatan intelek kan?

Nggak usah terlalu panik

Percayalah, elo nggak akan langsung dilepas sendirian kok. Pasti ada yang ngajarin, dan perusahaan nggak akan sebego itu untuk mempercayakan pekerjaan atau tanggung jawab yang penting kepada new comer yang belum jelas bagaimana kemampuannya. Jadi, nggak usah terlalu khawatir ya. Jalanin aja. Yang penting pay attention kalo lagi mentoring.

TANDA TERIMA

Berhubung elo masih bener-bener baru di sana, biasakan pake tanda terima ya. Dokumen yang masuk, dokumen yang keluar, terutama yang keluar sih, rajin-rajinlah meminta bukti penerimaan dari pihak yang menerima. Supaya kalo someday elo disalahin karena *amit-amit* misalnya ada dokumen penting yang hilang, elo punya bukti hitam di atas putih.

Love your job, NOT your company

Because you never know when your company stops loving you. And more than that : LOVE YOURSELF. Contoh, kalo lo sakit parah. Ya nggak usah juga dipaksa masuk kerja. Kalo tambah parah, perusahaan elo gak peduli lho. Yang susah dan akhirnya riweh ngurusin elo itu keluarga lo. Yang khawatir ketar-ketir itu pacar lo. Bukan bos lo. Dan kerjaan lo udah otomatis berantakan waktu elo akhirnya nggak masuk berhari-hari karena terkapar di rumah sakit kan? Jadi kalo lo nggak kuat, nggak usah dipaksa. Mending istirahat biar besoknya udah sehat :)

Jangan ngerasa semua tanggung jawab lo

Nanti elo jadi stress sendiri. Begini. Ketika elo berhadapan sama pekerjaan yang sulit atau dikasih tanggung jawab yang besaaaaar banget, jangan dipusingin. Kerjain aja. Kenapa? Karena elo disuruh mengerjakan itu. Yang nantinya mempertanggungjawabkan pekerjaan lo, BUKAN elo, tapi bos lo. Ada orang-orang yang digaji mahal untuk bertanggungjawab. Singkatnya, sesusah apapun dan seberesiko apapun pekerjaannya, kalopun elo salah, elo cuma harus memperbaiki itu. Yang bertanggungjawab ketika pekerjaan lo sudah di review, adalah BOS LO. Nggak usah pusingin apa yang jadi tugas dan tanggung jawab dia. Yang penting do the best aja :)

Kira-kira segitu tips and trick tentang memasuki dunia kerja dari gue, khususnya untuk fresh graduate. Ada yang mau nambahin mungkin? Sooook atuh di kolom comment yaa :*

2 comments: