Wednesday, 18 September 2013

Crazy Sexy Girls Called Bestfriends

"Dadakan ya? Selalu. Terencana malah batal."

Gue nyengir kuda. Embur, kalo ketemu sama cewek-cewek gila ini, harus banget selalu dadakan. Nggak bisa terencana dengan matang, karena kalo direncanakan, entah kenapa ujungnya pasti batal. Jadilah kepenatan gue dikantor, PMS yang datang di waktu yang sama sekali salah, membuat gue meng-iya-kan ajakan Shandy dan Sita untuk bertemu. Sekedar ngobrol dan menenangkan pikiran, I honestly think it would be sooooo great.

Pulang kantor, gue langsung lari tunggang langgang ke kamar mandi, trus siap-siap. Gue sempet makan malem di rumah, karena kalo udah ngumpul, nggak akan sempet lagi ngerasa laper, apalagi sampe bisa makan. Every single second counts. Secara kita susah banget kalo mau ketemuan :/

Hampir jam setengah sembilan, gue dijemput sama Sita, dan begitu masuk mobil... "ANJER LO PAKE PIYAMA???"

Yang ditanya nyengir aje. Rambut masih basah, kaos belel buat tidur, sama celana panjang dari katun. Gue jadi nyengir juga. Gila ni anak. Ngajak nongkrong di cafe bajunya begini. Belom masuk udah diusir. *angkat satu alis* *nyengir miris*

Setelah berputar-putar, akhirnya kami memutuskan untuk nongkrong di Birdcage Bar-Lounge-Resto. Kebetulan lokasinya juga deket sama rumah gue, jadi perjalanannya relatif lebih nggak makan waktu. Oh dan, ini tempat supeeeer hilarious kalo malem. Bagus banget, dekorasinya bagus, suasananya jadi romantis, cuma sayang, makanannya biasa aja. DAN MAHAL. :))))

Birdcage

Jadi karena memikirkan ekonomisasi dari kantong masing-masing, akhirnya kami berempat (ada cowoknya Shandy), pesen Apple Crumble, dan Lychee Ice Tea. Udaaaah nggak ada koma atau dan lagi. Titik. Dua itu doang pesennya, duduknya lama dan berisik beneur. Kurang ajar kan kami? EMBUR! :D

Dan seperti yang gue sebutkan di atas, makanan dan minuman di atas itu... super biasa ajah, yang harganya super maha gak santay. Tapi kadang, yang penting bukan tempatnya, atau makanannya, atau harga makanan dan minumannya kan? Yang penting, sama siapa lo di sana, dan bagaimana perasaan lo saat bersama mereka. Inilah yang membuat gue selalu menyempatkan diri, secapek apapun gue, atau semepet apapun waktu gue untuk ketemu sama mereka.

Setelah bertukar pengalaman mengenai sidang dan kelulusan masing-masing, kami bercerita seputar pacar dan kehidupan percintaan, pekerjaan, sampe jenis-jenis sifat dalam setiap zodiak, gue yang vakum dari nulis, Nathan yang ngira pembantunya kuntilanak, insiden Senayan City beberapa bulan yang lalu, sampe alisnya Lily Collins. Oh iya, kami memang se-random itu. Semua topik mendadak jadi menarik kalo diskusinya sama orang-orang yang menyenangkan, kan?

Betapapun pointless-nya pertemuan gue dengan mereka kemarin, sepulang dari Birdcage, kepala gue jauh lebih enteng. Entah efek Apple Crumble yang gue cicipin satu sendok di sana, atau karena Shandy ngelukisin alis gue biar mirip sama Lily Collins (atau Crayon Shinchan?). Gak tau. Tapi seenggaknya di perjalanan pulang, gue udah bisa senyum lagi. :)


Mungkin bertemu dengan orang-orang yang lo sayangi dan menyayangi lo, adalah salah satu mood booster paling efektif. Mungkin :)

2 comments:

  1. "Mungkin bertemu dengan orang-orang yang lo sayangi dan menyayangi lo, adalah salah satu mood booster paling efektif. Mungkin :)"
    Bukan mungkin, tapi iyabanget! Hihihihihihihi ;)

    ReplyDelete