Monday, 12 August 2013

Taman Safari Indonesia - Part 1

HALUUUUW! *dadah dadah centil dari tanjakan puncak*

Udah pada pulang mudik kah? Selamat datang kembali ke kota tercinta yaa! (:

Gimana Lebarannya? Ditanyain "mana pacarnya?" dan "kapan nikah?" berapa kali? Naik berapa kg? Makan santen berapa ember? :3 *ditabokin rame2*

Hehe.

Lebaran tahun ini gue berkesempatan (lagi) untuk menghabiskan liburan di Royal Safari Garden dan Taman Safari Indonesia dengan keluarga besar. Sayangnya, oma dan salah satu tante gue absen karena mereka berdua diajak liburan ke Singapore-Malaysia-Bangkok. Sedih sih, karena biasanya dari tahun ke tahun, selalu lengkap. Tapi gantinya, tahun ini, gue ditemani sang pacar. Itung-itung sekalian latihan adaptasi sama ritual keluarga besar setiap libur Lebaran :)

Gue selalu semangat berlebihan kalo udah tentang liburan ke Taman Safari. Yes I love that place that much. Hari pertama, jam sepuluh pagi, setelah naro barang di hotel, gue, pacar, adek gue, dan tiga dedek sepupu gue langsung meluncur ke Taman Safari. Kami juga dapet discount looooh karena nginep di Royal Safari Garden *lambai-lambai voucher dari hotel* *banci diskonan*

Kurang lebih jam sebelas, kami sampai di Taman Safari dan sudah menggenggam sekantong wortel. Setelah mampir ke toilet, kami mulai berpetualang mengunjungi hewan-hewan di habitat buatan yang dibuat mirip dengan habitat asli mereka.

Kami memberi makan (bahkan menyuapi!) Zebra, Rusa, Kudanil, Onta, Gajah dengan wortel yang kami bawa. Juga bersilaturahmi (bukan, bukan salam-salaman gitu!) dengan Beruang, Orang Utan, Kambing Gunung, Gajah, Monyet, dan lain-lain. Mobil terus melaju, dan kami sampai di perkampungan Afrika. Papan pengumuman meminta kami menutup kaca, karena sebagian warganya merupakan binatang buas pemakan daging.

Inilah part yang paling gue sukai dari seluruh rangkaian perjalanan kami. Harimau, Macan Tutul, Cheetah, dan Singa adalah salah empat dari binatang favorit gue. Gigi dan cakar mereka yang tajam, gelar raja dari segala hewan di hutan, membuat mereka tak jarang berpose angkuh, bikin gue makin gemes mau meluk. Sayangnya, di area ini, pengunjung tidak diperkenankan untuk membuka jendela, turun dari kendaraan, apalagi memberi makan. Kecuali kalo mau nyumbangin salah satu kaki atau tangan. Boleh deh coba mendekat ke kandang. :D

Ah ya. Sekilas info, ada perbedaan sifat yang sangat nyata antara Harimau dan Leopard (Macan Tutul). Leopard adalah hewan yang sangat aktif, sedangkan Harimau cenderung lebih pemalas. Males gerak, tidur mulu kerjaannya. Makanya, nggak kayak Macan Tutul yang body-nya yahud dan ramping, Harimau lebih bongsor dan berat. *seret Harimau ke fitness center terdekat* *diterkam*

Setelah puas berkeliling melihat-lihat dan memberi makan binatang-binatang, kami parkir di Rimba Food Court yang berada tepat disamping panggung pertunjukan Singa dan Harimau. Tapi kami... PARKIR DOANG! *ketawa jumawa* Nggak makan di sana karena makanannya over priced, tempatnya rame luar biasa, trus rasanya standar jaya. Bahahak. Kami ya elah nggak liburan nggak ke kantor bawa bekal, nasi hainam, piring, sendok, sampe kerupuk dan acarnya. Lengkap. Untung nggak dikira mau buka warteg di sana. *gelar tiker* *ngemil kerupuk*

Setelah selesai makan siang, karena sebagian dari kami belum pernah melihat air terjun di bagian teratas area Taman Safari, kami memutuskan untuk ke sana. Setelah memarkir mobil, kami berjalan kaki sampai ke air terjun. Medannya licin dan berlumut karena lembab, so, harus hati-hati banget kalo bawa orang tua atau anak kecil ke sini :) 



Sampai di Air Terjun Curug Jaksa, gue dan Owen, otomatis langsung nyeker dan lari masuk ke air. Kaki gue menyentuh permukaan air dan kontan *BUKAN NGUTANG* gue melejit, menggeliat, dan menjerit. GILAK AIRNYA DINGIN BANGET. Di dalem sana 2 menit, kaki gue mati rasa. Tapi gue penasaran mau ngedeketin air terjunnya. Jadilah gue sok-sokan menyusuri tumpukan batu-batu gede sendirian, sampe akhirnya... gue kepleset. *diketawain* *manyun* Celana gue basah, secara ternyata sungainya lumayan dalem. Gue panik. BASAHNYA SAMPE CELANA DALEM :"(((( Dingin banget dan gue gak bawa celana ganti. Jadi... gue harus bertahan dengan celana basah sampe nanti pulang *hipotermia*

Then again, celana basah nggak menyurutkan langkah gue untuk menikmati salah satu tempat yang paling gue cintai ini. Setelah air terjun, kami turun dan menuju ke Baby Zoo. Baby Zoo adalah tempat penangkaran bayi-bayi hewan yang ditolak oleh induknya saat mereka dilahirkan. Pengunjung juga diperbolehkan untuk berfoto bersama dengan bayi-bayi hewan yang cubit-able ini. Ada macan tutul, harimau putih, singa, dan orang utan. 

Kecintaan gue pada Leopard akhirnya membuat gue memberanikan diri untuk berfoto dengan Fenny, macan tutul yang berumur satu tahun ini.

meet Fenny, the baby Leopard!

Setelah sampat digigit di pergelangan tangan, akhirnya Fenny anteng di pelukan gue, dan click! foto gue dan si cantik inii berhasil diambil. Oh ya, buat yang mau tau rasanya gimana digigit oleh baby leopard, gue share ya. Kurang lebih sama dengan digigit anjing, hanya saja gigi mereka sedikit lebih tajam. Yang penting, kalo sampe digigit, jangan kaget dan reflek untuk narik tangan menjauhi gigi leopardnya, karena hal ini akan mengoyak kulit dan akhirnya mengakibatkan luka serius. Tips ini gue dapet dari mas Teguh, keeper Melanie, baby Leopard yang dulu pernah ngegigit dan nyakar punggung gue.

Puas jalan-jalan di Baby Zoo, juga udah ngeliat koleksi terbaru TSI, yakni Snow Leopard yang super keren, kami melanjutkan perjalan ke Komodo Island. Komodo Island adalah sebuah rumah baru yang dipersembahkan oleh TSI, dengan tujuan membuat pengunjung mengenal lebih dekat hewan buas yang gue yakini merupakan dinosaurus masa kini ini.


Komodo merupakan predator terakhir dalam rantai makanan, sekaligus predator terkuat di habitatnya. Komodo yang kecil, akan dimakan oleh komodo yang lebih besar. Komodo juga bisa berenang, berlari dengan kecepatan yang luar biasa, memanjat pohon, dan berdiri hanya dengan bertumpu dengan ekornya. Singkatnya, kalo dikejar sama hewan ini, elo udah pasti wasalam. Nggak akan sempet menghitung dosa apalagi minta maaf.

Gue sempet bilang ke pacar, kalo Indonesia diajak perang, kita lepas aja komodo di perkemahan musuh. Pasti langsung menang WO. Behehek.

Next destination: Reptile House! Sebenernya gue rada-rada males masuk ke sini. Gue takut banget sama uler. Ngeliat mereka di kaca aja bisa bikin gue ngerasain mereka menjalari kaki gue. Tapi berhubung Reptile Housenya baru direnovasi dan dibuat lebih besar, akhirnya gue memutuskan untuk melihat-lihat. Dengan tangan pacar dalam genggaman *cyailah*, gue melangkah masuk. GELAP GULITA. Selain karena tempatnya agak di bawah tanah, ternyata rumah reptilnya juga digabung sama binatang malam kayak kelelawar dan kus-kus. Isi dari rumah reptil sebagian besar didominasi oleh ular, kemudian iguana, akuarium besar yang berisi ikan-ikan mengerikan dan kura-kura, serta beberapa binatang melata lainnya.

Kami keluar dari reptile house dengan mengikuti arah cahaya matahari *HALAH!* *dikeplakin*, dan tiba di sebuah kandang makhluk lucu yang bawa-pulang-able banget.

WE LIKE TO... MOVE IT!

Nama binatangnya gue lupa, yang pasti mereka artis dan ada di film Madagascar. Gue pingin ngambil satu buat dibawa pulang, tapi berhubung diingatkan oleh adanya resiko ketauan dan dipenjara, niat busuk itu gue batalkan. Gantinya, gue berpikir untuk mencoba menculik Leopard. Tapi berhubung gue lagi-lagi diingatkan oleh resiko mati terbunuh karena gue nggak sanggup ngasih doi makan, niat tersebut lagi-lagi harus gue tunda. Gue putus asa. Pingin rasanya masuk kandang dan nunggu gue aja yang diculik. Tapi berhubung belum ada kandang kosong, akhirnya pacar mencoba menghibur dengan ngajak nonton show lumba-lumba (Dolphin Show).

Kami menyaksikan kepintaran dari tiga lumba-lumba yang dipelihara oleh TSI, yakni Naruto, Justin Bieber (sumpah beneran ini namanya), dan Marcell. Mereka me'nendang' bola Voli *apa? Kenapa bola Voli ditendang? Ya iya dong, mereka kan ga punya tangan buat serve -..-*, bertepuk tangan, melompat, dan memperdengarkan suara mereka. Seketika gue jadi pingin bawa mereka bertiga pulang juga :" *dilelepin ke kolam*

Berhubung hari sudah sore dan antrian untuk foto panjangnya kayak antrian sembako gratis, gue dan sepupu membatalkan niat untuk ciuman sama Marcell dan Justin. Oh iya gak ada yang mau ciuman sama Naruto, lagian kata keepernya, doi dipanggil Narto karna orang Jawa, kami semua jadi ilfil karna kebayang kang ojek yang kriting, giginya maju, trus nyengir kayak pedofil .___.

Kami berjalan menuju parkiran mobil, dan memutuskan kembali ke Royal Safari Garden Hotel. Oh crap. Celana gue masih basah.

No comments:

Post a Comment