Friday, 30 August 2013

Surabaya - Day 3

DISCLAIMER:

Postingan ini merupakan kelanjutan dari :

Surabaya - Day 1
Surabaya - Day 2

-

Terbangun karena udara dingin yang menyapa kulit, gue langsung keluar kamar untuk menikmati udara pagi yang sejuk di Batu. Keluar villa, gue jalan-jalan dengan pacar dan mama mengelilingi seluruh area resort. AH, belum ada yang bisa mengalahkan nyamannya menikmati pagi di pegunungan. *renggangin tangan*

Setelah mandi, kami sarapan di restoran Batu Suki. Lengkapnya menu makanan yang tersedia di sana cukup membuat gue kaget. Dari mulai bubur, nasi goreng, omelette dan scramble egg, toast bread, sampai shabu-suki, semua ada. Gue makan sampe begah karena serakah mau nyobain semuanya. Lumayan ntar nggak usah makan siang #CINABANGET



Gunungnya jelas banget!
SENAAAAAANG!
Setelah berfoto-foto di depan lobby hotel karena pemandangan gunung yang super breathtaking, gue kembali ke villa dengan perut seperti mbak-mbak hamil tiga bulan. Kami segera packing dan bersiap-siap check out. Setelah menyelesaikan administrasi di hotel, kami segera meluncur ke *drumroll* ECO GREEN PARK!!! *tepuk tangan yang kenceng*

Fun and Study! :D

Eco Green Park adalah sebuah taman wisata yang dibangun dengan membawa pesan go green! dan merupakan wujud kepedulian terhadap efek pemanasan global yang terjadi khususnya di tanah air. Lewat berwisata, Eco Green Park juga mengedukasi, serta menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya peran kita semua, akan kondisi bumi yang semakin memburuk hari-hari ini.

Begitu masuk, kami disambut replika dari kondisi sebuah perumahan setelah terjadi bencana (tanah longsor dan gunung meletus), dan perumahan di alam yang indah dan asri sebagai pembandingnya, serta candi-candi yang berjajar rapih sebagai latarnya. Diantaranya, terdapat sebuah kolam berisi puluhan ikan Koi.




Pesan untuk bersama menjaga lingkungan :)


Dari sana, kami menuju ke Insectarium, sebuah sarang semut raksasa yang berisi ratusan spesies insekta atau serangga, dari mulai Kupu-kupu, Belalang, Larva, Capung, dan sebagainya. Ada yang masih hidup, dan yang sudah diawetkan dan terbingkai rapi, tergantung di dinding-dinding sarang Semut raksasa ini.






Pintu keluar Insektarium mengarahkan kami pada sebuah jembatan yang di kanan kirinya dikelilingi oleh berbagai jenis unggas, dari yang kecil sampai dengan yang paling besar. Koleksinya nggak kalah lengkap sama Taman Safari Indonesia lho. Seneng deh, jalan-jalan sekalian belajar tentang ciri khas dari fisik maupun kebiasaan hewan-hewan ini.

Keluar dari area Walking Bird, kami di sambut sebuah
kolam besar berisi air yang dikombinasikan dan diatur sedemikian rupa agar menghasilkan nada-nada yang merdu lewat perpaduannya dengan alat-alat seperti kincir, angklung, dan sebagainya, lewat air sebagai penggeraknya. Namanya Plaza Music.


Di samping kiri kolam, terdapat sebuah permainan bernama Jungle Adventure. Karena penasaran, kami semua mengantri untuk mecoba. Ternyata, permainan ini sejenis permainan perang bintang di Dunia Fantasi. Jadi, akan ada mobil yang membawa 6 penumpang untuk berkeliling ke sebuah hutan mini. Mobil tersebut dilengkapi dengan pistol dan juga monitor skor. Nah, di dalam hutan, terdapat manekin-manekin pemburu liar dan penebang hutan yang memiliki lampu berwarna merah dan biru di tubuhnya. Kita harus nembakin itu pemburu dan penebang hutan sampai mereka jatuh ke tanah. Nah kalo berhasil, skor kita nambah. Gitu. Seru kan? Oh ya, di samping itu, di hutan mini ini ada juga boneka-boneka yang menyerupai  habitat asli, seperti Gajah, Orang Utan, Macan, Harimau, dan sebagainya. Bahkan Suku Indian juga ada :D




Selesai main, karena panas terik, kami mampir ke kios cemilan untuk membeli ice cream. Di depan kios, kami juga foto-foto sama patung-patungan perak. Ituloh, manusia yang disiram cat perak atau emas sampe mereka menyerupai patung, tau kan?

Kami meneruskan perjalanan melihat burung-burung cantik yang dikelompokan dengan berdasarkan wilayah habitat aslinya (World of Parrot and Bird of Paradise), kemudian melihat Sapi dan pengolahan susu, masuk ke Rumah Strawberry, Jamur, Carnivora Garden, melihat penanaman sayur-sayuran dengan cara hidroponik, bebek penyelam yang super aneh di Duck Kingdom, sampai artis film Madagascar yang dulu pernah gue ceritain di sini.



Oh ya, pengunjung juga dipersilakan untuk berfoto bersama burung-burung tanpa dipungut biaya apapun lho, alias grates! *foto sampe batere kamera abis* *dipatok burungnya*

Setelah puas berkeliling dan berfoto, kami memasuki Rumah Terbalik dan Rumah Kaca. Rumah Terbalik adalah sebuah wahana yang terinspirasi dari kejadian nyata di Amerika, yakni terbaliknya sebuah rumah dikarenakan Badai Sandy (CMIIW). Kami seperti berjalan di atas atap rumah ini lho. Efek-efek yang ditambahkan pada wahana ini juga keren banget. Rasanya bangga banget deh kalo ini buatan anak Indonesia. J

Sedangkan waktu masuk rumah kaca… kami nggak bisa keluar! Hihi. Di dalem agak gelap, dan kami harus extra hati-hati kalo nggak mau ketabrak kaca dan benjol. Akhirnya, kami sampai harus dibantu oleh petunjuk yang disediakan di dalam, karena kami pusing. :))

Kami keluar dan jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang. Kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di food court yang ada di dalam Eco Green Park, kemudian baru melanjutkan perjalanan. Untuk bertransaksi di dalam food court, terlebih dahulu kita harus membeli kartu yang diisikan account di dalamnya (kayak di eat and eat ituloh). Tapi jangan khawatir, nanti, sisa uangnya bisa di refund kok. J

Makanan yang dijual juga beragam, antara lain sate ayam, nasi goreng, nasi jagung, dan sebagainya *padahal lupa jadi gak bisa nyebutin lagi*. Harga makanannya relatif lebih murah ketimbang makanan-makanan di Jakarta sih. Oh ya, di sini juga ada Es Istana, Es Eco Green, dan sebagainya, yang cocok banget dipesan karna panas teriknya nggak kalah sama Surabaya. J

Selesai makan, kami masuk ke Science Center. Di dalamnya, terdapat berbagai macam alat peraga dan pengetahuan tentang asal usul bumi, komponen, sampai lapisan-lapisan bumi dari yang terdalam. Bahkan, pengunjung juga bisa nyobain simulasi dari gempa bumi, angin badai, juga tornado api loh. Untuk yang tornado api, ada jam-jamnya, jadi kalo penasaran, diperhatikan waktu pertunjukannya ya, jangan sampai terlambat :D Oh ya, simulasi Tsunami juga akan ada, tapi belum jadi. Hehehe. In a short word, tempat ini : KEREN!


Selesai sudah petualangan kami di Eco Green Park yang kece ini. Kurang lebih pukul dua siang, dengan train yang disediakan pihak Eco Green Park, bekerja sama dengan JaTim Park 1 dan 2, kami menuju ke JaTim Park 2. Jatim Park 2 terdiri dari dua tempat, yakni Batu Secret Zoo, dan Museum Satwa.

Di dalam Batu Secret Zoo, kami melihat berbagai spesies dari yang normal sampe nggnnn… aneh. Monyet puluhan jenis, Raccoon, Macan Tutul, Falminggo, Harimau, Binturong, sampe Tikus seberat 10kg. Jangan tanya jijiknya kayak gimana. Sama Tikus kecil item yang suka nyelinap di dapur rumah aja, gue udah geli banget. Apalagi Tikus item gendut seberat 10kg, (lebih kurang 20 kali lipat tikus normal)? EUUUH :s

Nah, Batu Secret Zoo ternyata terbagi menjadi beberapa area. Selanjutnya, kami menuju ke area binatang air. Tempat ini kayak Sea World, jadi isinya akuarium akuarium besar, dan kita bisa dengan sangat dekat melihat kehidupan ikan dan ekosistem air lain di dalamnya. Ada Ular Air, ribuan jenis ikan, Belut Listrik, sampe patung Spongebob, Patrick, dan Squidward. Iya sama. Gue juga bingung kenapa mereka bertiga ada di dalam sana. :))

Keluar dari akuarium besar, kaki gue udah cenat-cenut gak karuan. Bukan, bukan hati yang cenat-cenut, itu mah lagunya cemesh. Ini kaki, gegara pegel jalan dari tadi pagi. Area Eco Green Park + JaTim Park 2 juga ternyata luaaaas bukan main. Untuk kalian yang punya banyak waktu, kalo berkunjung, gue sarankan satu tempat satu hari. Atau kalo mau satu tempat dua hari kayak gue, usahakan sampai di sana jam 9 pagi, tepat saat mereka buka. Biar mainnya puas.

Nah, pihak JaTim Park 2 maupun Eco Green Park, nyediain solusi nih kalo kita mulai capek gara-gara jalan jauh. Solusinya adalah:


Tadaaa! e-bike!


Namanya electric bike (e-bike), dan disewakan dengan harga Rp 100.000,-/ 3 jam. Nyetirnya juga gampang banget, tinggal gas-gas aja, kalo gasnya nggak ditekan, otomatis dia berhenti. Oh iya, nggak usah bikin SIM dulu kok. Kalo mau berhenti sejenak untuk nonton pertunjukan atau nyobain naik wahana, ada juga tempat parkir khusus buat sepeda elektrik ini loh. Selain itu, karena pake aki, jadi ramah lingkungan J

Ada dua area lagi nih di JaTim Park 2, area Reptil dan area Savana. Setelah melewati keduanya, kami memutuskan untuk beristirahat sebentar di Theme Park, sambil nyobain wahana-wahana yang ada di sana. Ada Rumah Hantu, Tsunami, Jet Coaster, Merry Go Round, Istana Boneka, dan sebagainya. Gue nyobain tsunami sama jet coasternya. Turun dari Jet Coaster, jantung gue sama Roy udah mau copot sanking itu Jet Coaster kayaknya udah tua banget, jadi pas belokan udah kayak mau kebalik trus jatoh. UDAH TAU JET COASTER TUA GITU, RUTENYA DIBIKIN EKSTREM PULAK. NAIK TURUN MULU. *ESMOSIH* Untung gue masih idup pas turun.

Setelah kaki dirasa agak mendingan untuk melanjutkan perjalanan, kami kembali menjelajahi JaTim Park 2. Kami melewati kandang Beruang, Jerapah, juga Serigala. Oh iya, karena semangatnya nggak hanya sekedar menghibur tapi juga mengedukasi, maka di setiap kandang, selalu ada fakta-fakta tentang binatang lewat pertanyaan yang dilengkapi oleh jawaban di belakangnya.

Jam menunjukkan pukul setengah lima tepat saat kami menuju ke pintu keluar Kebun Binatang. Mengira akan tutup pukul lima, kami lari lintang pukang ke Museum Satwa. Selain bangunannya yang na’adjubile kerennya, ternyata isi dari museum ini… LEBIH BREATHTAKING LAGI. *MATA BERBINAR-BINAR*

Jadi, begitu masuk, kami disambut dengan sebuah sangkar yang guedeeee banget. Ternyata ini spot foto. Pengunjung bisa masuk ke sana untuk berfoto dengan satwa yang sudah diawetkan. Masuk lebih dalam ke alam bawah sadar, ada beberapa kerangka dinosaurus yang segede ukuran aslinya. Gue nggak tau kerangka ini asli atau buatan, tapi yang pasti, jenius banget yang bisa nyusun ulang :”)


Isi sebagian besar dari Museum Satwa ini adalah diorama dari hewan-hewan yang disusun sesuai dengan ekosistem dan habitat aslinya. Binatang yang dipamerkan di sini berasal dari kulit binatang yang sudah mati, kemudian dengan bantuan formalin, diawetkan dan diisikan campuran khusus, dan disusun sedemikian rupa sehingga mereka tampak masih hidup. Berikut gue lampirkan foto-fotonya biar ada bayangan ya, kayak gimana sih diorama hewan-hewan yang luar biasa ini.






Keren kaaaaan? Selain diorama, ada juga kerangka-kerangka hewan yang udah punah, kayak Hiu jaman prasejarah yang gedenya minta ampun. Di dinding-dinding Museum juga terlukis fakta-fakta berkaitan dengan hewan-hewan. Sekali lagi, semangatnya bukan hanya sekedar menghibur, tapi juga mengedukasi. Asyik kan, belajar sambil jalan-jalan?

Nggak terasa udah jam lima lewat lima belas menit, kami masih berjalan-jalan di dalam museum. Baru setelah jam menunjukkan pukul setengah enam kurang lima menit, terdapat pengumuman bahwa museum akan segera tutup, dan pengunjung dipersilakan keluar dari pintu yang telah ditunjuk. Setelah mengambil foto terakhir bersama dengan Macan-yang-seperti-masih-hidup, kami keluar dari Museum Satwa. Yang lain keluarnya jalan kaki, gue diseret, karena berniat ngumpet dan nginep di dalem. Mamah aku gak mau pulaaaaang :( *abaikan*


Kami duduk sejenak, mengistirahatkan kaki, di tangga-tangga di depan Pohon Inn Hotel, sambil menunggu jemputan yang akan membawa kami ke Eco Green Park, karena mobil kami terparkir di sana. Capek, pegel, laper, semua jadi satu. Tapi senyum lebar terlukis di wajah kami semua. Sambil mijit-mijit kaki, gue masih sempet mengabadikan sebuah tempat yang akan gue kenang dan ceritakan pada semua orang, sesampainya gue di Jakarta.

Batu Secret Zoo
Museum Satwa

Ah, thank you, Batu.

No comments:

Post a Comment