Thursday, 15 August 2013

Royal Safari Garden - Part 2

Sepulang dari Taman Safari Indonesia dan makan malam di Pizza Hut, kami kembali ke Royal Safari Garden Hotel. Gue langsung buru-buru mandi, kemudian ngobrol-ngobrol sebentar sama om dan sepupu, lalu memutuskan untuk tidur. Besok gue harus bangun subuh.

Kenapa?

Soalnya gue harus udah kelar mandi dan make up-an waktu Roy bangun. Nah mengingat mandi dan make up akan memakan waktu yang cukup lumayan, gue memutuskan untuk nyetel alarm... jam tiga pagi. *dikeroyok orang sevilla*

Jadilah gue mulai selimutan dan memejamkan mata, berusaha tidur. Tapi nggak bisa. Akhirnya gue main Candy Crush dan dengan cepat melupakan niat untuk bangun subuh esok harinya. Iya, gue emang gitu, mudah menyerah. :|

Besoknya, gue kebangun karena bunyi alarm hp yang lupa gue matiin. Nengok ke bawah, sang pacar masih tidur lelap. Gue elus pipinya, trus gue lemparin selimut dan bantal sampe doi bangun, lalu gue lari. *kayang*

Kemudian gue nemenin pacar dan sepupu gue main basket. Diseret masih dengan piyama, karna kalo gue tidur lagi, pasti gantian gue yang dilempar bantal sama pacar. Selesai main basket, kami jalan-jalan berdua ke Bird Park, dan melihat puluhan koleksi burung-burung cantik yang dipelihara di sana. Ini nih contohnya.



Setelah me'namat'kan Bird Park, kami menuju Agrifood di bagian belakang Royal Safari Garden Hotel. Agrifood adalah tempat ditanamnya sayuran dan buah-buahan secara mandiri oleh pihak RSG. Seger banget rasanya pagi-pagi ngeliat hamparan tanam-tanaman sambil gandengan tangan sama pacar :'> Lurus terus dari Agrifood dan belok ke Kanan, kami menemukan sebuah kandang tersembunyi. Ternyata isinya Gajah dan Onta tunggang, yang lagi sibuk ngunyah makanan masing-masing. Roy menghembuskan nafas lega saat mendengar gue menjerit tertahan. "Ya ampun, aku kira ada apaan. Untung bukan macan." katanya geli.

Kemudian, kami kembali ke depan dan melewati Reptil Island. Baru aja mau masuk ke dalem, om gue nelfon dan manggil untuk breakfast di Jambo Resto yang letaknya ada di bagian belakang lobby utama.

Akhirnya kami balik ke villa ngambil tiket, kemudian ngibrit ke resto. Laper, bok. Bener aja, udah rame banget. Pacar dan adek gue ngantri omelette aja sampe 20 menitan. Gue yang dasarnya nggak sabaran, akhirnya ngambil nasi goreng aja. HA! BREAKFAST SEHARGA RP 90.000,- GUE CUMAN MAKAN NASI GORENG! *digampar bolak balik sama mama* Abis gimana dong, yang lainnya rame banget, gue pusing. :(

Selesai sarapan, gue dan pacar balik ke villa lagi untuk mandi dan berbenah. Selesai mandi, seperti yang udah dikasih tau sebelumnya sama sepupu gue, keponakan gue yang cium-able, udah sampe di RSG. Dia dateng sama papi, mami, cici, oma, dan nanny-nya. Namanya Jaeden. HUAA gue udah nggak sabar banget mau gendong dia. Kelar dandan, gue ngibrit ke ruang tamu sama Roy, dan... DIA GAK MAU DIGENDONG SAMA GUEEEEE :((

MAUNYA SAMA ROY DOANG *NANGIS GULING-GULING*

JAEDEEEENN!

Akhirnya Roy deh yang gendong doi, guenya cuma ngajak main aja. Kami terlihat seperti (ehem!)

sepasang pengantin muda :" *pilin pilin rok*

Pas kami lagi jalan-jalan di sekitar kolam ikan di belakang, persis di depan Bale Banjar, ternyata ada Bird Show yang sebentar lagi akan digelar. Kami memutuskan untuk duduk dan  menonton. Show di mulai dengan segerombolan anjing-anjing pintar yang menari, melompat, dan meliuk-liuk bersama dengan keeper mereka. LOH, ini kan.. IYA GUE TAU INI BIRD SHOW, GUE JUGA BINGUNG KENAPA ADA GUGUK DI SANA. :/

Selanjutnya, Kezia, seekor burung kakaktua tampil mendemonstrasikan kemampuannya bertanya jawab dengan sang pawang. Tak mau kalah, beberapa teman Kezia yang lainpun ikut tampil dan mempertunjukan kebolehan mereka dalam berhitung. Yaelah, ngitung sama jawab pertanyaan doang mah gue juga bisa, coba nyanyi kek, kalo enggak main sinetron :D

Gue yang udah hapal mati sama show ini, akhirnya bosen dan ngajak Roy keliling-keliling. Niatnya nyari Bella, seekor Binturong cantik kesayangan gue yang merupakan penghuni tetap Bird Park Royal Safari Garden Hotel. Binturong itu hewan yang masih sekeluarga dengan musang. Beruntung, nggak lama kemudian, Bella terlihat digendongan seorang keeper, langsung aja gue samperin keeper-nya dan menyapa Bella.



Binatang ini jinak, walaupun memiliki gigi dan cakar yang tajam. Juga manja, karena doi seneng banget digendong dan dielus-elus. Sepintas, bulu-bulu yang menyelimuti tubuhnya tampak tajam, padahal enggak, cuma memang kasar, kayak ijuk :) Oh iya satu lagi, Binturong ini centil. Hihi. Dia suka banget cium-cium.


MUUUAAAAAAH! :*


Puas main-main dengan Bella, gue, Owen, dan Roy kembali ke villa. Panas terik di luar, namun angin yang berhembus sepoi-sepoi, membuat kami bertiga akhirnya terkapar di ranjang masing-masing, kemudian tidur pulas. Kurang lebih satu setengah jam kemudian, gue merasa punggung gue dielus lembut. Roy, yang tidur di ranjang bawah dan udah sadar dari tadi, lagi baca buku, sambil pelan-pelan membangunkan gue. Gue bergeser sebentar, kemudian merem lagi, yang mengakibatkan sebuah bantal melayang ke kepala gue. Kontan gue seger. Mau bales, tapi udah nggak ada bantal di sekitar gue. Lagipula nggak bisa jerit-jerit juga karena adek gue masih tidur. Akhirnya gue minum, dan diseret keluar kamar buat jalan-jalan.

Tujuan pertama kami: PERAHU AIR. Nggak seperti perahu air lainnya yang berbentuk bebek, yang ada di RSG ini, bentuknya Kudanil dan Gajah! Entah apa yang dipikirkan sama pembuatnya. Tapi sejak kapan Gajah berenang? :))

Setelah membayar Rp 20.000,-, kami berjalan-jalan mengeliling kolam ikan dengan perahu ini selama lima belas menit. Kayak ada di dalem perut Kudanil ya? :P

Di dalem perut Kudanil!

Setelah puas berkeliling dan minta fotoin sama mas-mas penjaganya, gue dan Roy meluncur ke tujuan kami yang selanjutnya: MINI GOLF! Hanya dengan Rp 10.000,- per orangnya, kami mendapatkan pinjaman bola dan stick Golf. Tarif sebesar Rp 10.000,- berlaku untuk 9 course (1-9). Selanjutnya, jika ingin melanjutkan ke course 10-18, harus membayar lagi sebesar Rp 10.000,-. TAPIIII, MAS-MASNYA MAH GAK NGAWASIN NGANA MAU MULAI DARI COURSE BERAPA :))


Jadilah gue sama Roy bayar Rp 10.000,-, tapi main 17 course. MUAHAHAHAHAHA. *tawa kemenangan* #KikirPangkalKaya

Gue kalah melulu, par-nya 4, gue bikin par sendiri. 7 atau 8 baru berhasil masukin bolanya ke bolongan (eh, apasih namanya? Bukan ring atau gawang kan yang pasti?). Roy menang meluluuuuu. Padahal mah bukan karena dia jago, lawannya aja yang nggak imbang. *masih dendam*

17 course kelar, akhirnya di course terakhir, course 18, bola kami tertelan. Kenapa kami hanya main 17 course? Course 9 terpaksa kami skip, karena kalo bolanya masuk ke dalem bolongannya, bola itu akan tertelan. Mekanisme ini dibuat RSG supaya tarif Rp 10.000,- itu benar-benar per 9 course. Tapi kami curang dong :3 *ketawa jumawa* *ditendang resepsionis RGS*

Dari sana, kami menuju Reptile Island yang tadi pagi belum sempat kami kunjungi. Isinya kurang lebih sama dengan Reptil House di Taman Safari Indonesia, hanya, ini versi mininya, dan tidak ada hewan malam. Jadi benar-benar hanya Ular dan Buaya darat.

Karena pegel dan Roy nggak mau gendong, akhirnya kami pulang ke villa, dan mendapati villanya kosong melompong. Ternyata, sepupu-sepupu gue lagi pada berenang. Jadi seluruh isi villa pindah ke Safari Water Park. Berhubung Roy super pengertian atau karena takut gue minta gendong, kami menuju ke water park menggunakan mobil, setelah sebelumnya mampir ke area belakang RSG yang lapang banget, buat ngajarin gue nyetir mobil... manual. AJUBILE SUSAHNYA :( Matic mah tinggal gas rem gas rem, ini nambah satu pedal lagi, dan... gue pusing. Maka sebelum mobil Roy harus digeret ke bengkel karena rusak parah, kelas menyetir dihentikan. Demi keselamatan bersama, karena yang diajarin juga udah setengah mau meledak. Puyeng mesinnya mati-mati melulu.

Sampai di Water Park, lagi-lagi Jaeden maunya digendong sama si pacar. Lengket bener mereka berdua, gue jadi... :") Ah, mari kita skip sebelum gue menggunakan postingan ini sebagai ajang melempar kode.

Setelah dadah-dadah dengan sepupu dan ponakan gue yang lagi main-main di kolam renang, gue dan Roy berjalan ke arah Jambo Resto dan menemukan Fish Spa! Ituloh, terapi yang kakinya diceburin ke kolam trus kulit matinya dimakanin sama ikan-ikan. IKANNYA IKAN KECIL, BUKAN IKAN PAUS. Kalo ikan Paus ya bukan cuma kulit matinya yang dimakan dong. Seluruh badan abis. -___-*

Pacar mencoba, dan dia bilang gueliii bukan main pas digigitin sama ikannya. Gue ngelus dada Channing Tatum, untung gue nggak ikutan nyoba. Secara gue gelian banget makanya pacarnya ganteng, bisa jejeritan gue kalo digigit-gigit ikan kecil di telapak kaki kayak begitu.

Fish Spa

Kami pulang karena perut mulai keroncongan, kemudian mandi dan bersiap-siap beli Sate Kadir yang warungnya berada tepat di seberang RSG. Sempat terjadi insiden kesalahan dari jumlah sate yang dibeli dan membuat kami mondar-mandir ke warungnya, namun setelah itu, gue, Owen, Roy, Papa, dan sepupu-sepupu gue yang lain, makan dengan lahap. Sate Ayam dan Sop Kambingnya enak luar biasa. Boleh mampir dan dicoba kalo lewat. Seriously worth your money :)

Perut kenyang, waktunya main kembang api! Menemani adik sepupu gue yang masih kecil, gue, Roy, dan Owen pergi ke halaman Bale Banjar dan menyaksikan keindahan dari ledakan warna-warni yang dihasilkan dari enam kembang api yang kami bawa dari Jakarta. It was an awesome feeling, ketika tanpa sadar dalam hati elo berujar, "wish you were here..." dan menyadari orang yang elo harapkan benar-benar ada di samping lo. *pelukin pacar :")*

Setelah menyaksikan keindahan dari kembang api terakhir yang kami bawa, kami semua kembali ke Villa dan seluruh keluarga besar gue duduk bersama menonton The Amazing Spiderman di HBO. Berada dalam momen ini, membuat gue seketika mengerti alasan om gue tidak pernah absen mengadakan ritual liburan sekeleluarga besar. Satu tahun sekali, meskipun hanya ke Puncak. Kehangatan, canda dan tawa, melebur dalam kebersamaan yang nggak bisa terbayar dengan apapun. Setahun sekali, kami 'pulang', berkumpul bersama dan menikmati lagi arti dari 'keluarga'. They say, kadang bukan masalah ke mana, tapi dengan siapa :")

Tadinya, Roy berniat jalan-jalan malam sekalian nyari sekoteng sebelum kami tidur. Namun, berhubung seharian sudah main-main dan selesai nonton mata kami berdua sudah berat, acara jalan-jalan malam dibatalkan, dan gantinya, kami tidur lebih awal.

Besok paginya adalah hari terakhir kami menginap di RSG. Setelah mandi, packing barang dan memasukan semuanya ke mobil, kami semua menuju ke Pendopo di depan Bale Banjar untuk mengunjungi Feli, saudara dari Fenny yang gue ceritakan di sini. Sama dengan Fenny, Feli juga seekor baby Leopard yang berumur satu tahun. *yaiyalah sar, kan sodara, masa iya Feli-nya Orang Utan?*

Tadinya gue mau foto berdua dengan Feli, tapi berhubung kemaren sama Fenny udah berdua, dan kayaknya akan lebih seru kalo rame-rame, akhirnya kami memutuskan menyewa fotografer dengan SLR dan menyediakan jasa foto-langsung-jadi. Sekalian oleh-oleh untuk oma nanti, foto seluruh cucunya dan soon-to-be-grandson dan soon-to-be-our-pet. *dijitakin*

From Taman Safari Indonesia dan Royal Safari Garden with Love :)
CHEESEEEE! :D

4 comments:

  1. keren sar.
    btw, gajah kan emang bisa berenang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. akoh gak tau gajah bisa berenang :(

      hihi. trims yaa!

      Delete
  2. wah bagusnya..
    nice photo2 kamu.....

    ReplyDelete