Wednesday, 5 June 2013

Empat Komika (BUKAN lanjutan dari Tiga Komposer)

DISCLAIMER:
Postingan ini gue buat berdasaran pendapat dan kesotoyan gue, jadi, tos kalo setuju, kalo enggak setuju... coba baca lagi.

--

Beberapa waktu yang lalu, di Balai Kartini, sebuah event stand up dengan judul #TarungTawa digelar, dan gue berkesempatan lagi untuk menyaksikan performa beberapa komika Indonesia. Semenjak punya pacar yang juga penyuka stand up comedy, gue jadi rajin berburu event-event stand up di Jakarta ataupun sekitarnya. Kenapa? Ini alasannya.

Trus tiba-tiba gue kepikiran untuk share ke reader sarahpuspita.com, beberapa komika Indonesia favorit gue *kali aja kapan-kapan bisa nonton bareng*. Inilah empat komika favorit gue, yang mana ketika mereka ngadain stand up special, ataupun event-event yang mencantumkan nama mereka di dalamnya, I’ll definitely buy the ticket, and go to the venue. Even if I’m alone.

Here you go J

Pandji Pragiwaksono (@pandjiwww.pandji.com)



Siapa sih yang nggak tau Pandji? Khususnya mereka pecinta Stand Up Comedy di Indonesia, pasti udah akrab dengan nama besarnya. Komika yang mengadakan stand up special pertama di Indonesia (2011)– Bhineka Tunggal Tawa, stand up tour di tahun 2012 – Merdeka Dalam Bercanda (sampe ke Singapura), stand up specialHabis Gelap Terbitlah Tawa,  dan stand up tour di pertengahan tahun 2013 – Mesakke Bangsaku. Belum lagi puluhan event off air dan kiprahnya sebagai MC di Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV.

Tingginya jam terbang, latihan berulang, dan kerja kerasnya membuahkan tiket yang ludes hampir di setiap stand up show. Merdeka Dalam Bercanda misalnya. Ticket Box yang dibuka pada jam 00.00 tidak mengurangi antusiasme penikmat karyanya. Tidak sampai satu jam, sekian ratus tiket habis dibooking. Gue termasuk yang begadang dan dari detik pertama udah beringas ngeklik-refresh-ngeklik-refresh.

Pandji banyak mengangkat tentang politik, pemerintahan dan oknum-oknumnya, sampai keluarga dan kegiatan kesehariannya. Sampai saat ini, yang membuat gue sangat kagum adalah, seluruh acara Pandji yang gue tonton, SELALU MULAI TEPAT WAKTU. “Bukan nggak mau nunggu yang telat, tapi mau menghargai yang tepat.” ujarnya santai.

Baca lengkapnya tentang doi di sini.

Ge Pamungkas (@GePamungkas)



Pemenang SUCI season 2 Kompas TV plus masternya act out? Siapa lagi kalo bukan Bang Ge :D Yang menarik dari komika ganteng ini, adalah wajahnya bit-bitnya. Gue pribadi jarang banget nonton Ge bawain bit yang ngejelimet atau berat macem agama dan politik. Bit doi sederhana. Yang elo dan gue pasti tau, kemudian dibawakan dengan mimik atau act out-nya yang bikin ngakak sampe guling-guling. Contoh, pas di 3GP Tour, bitnya seputar nama doi sendiri, alay-masa-kini, gaya pacaran anak muda jaman sekarang, dan seterusnya. Tipikal bit yang elo pasti familiar. Mengalami atau minimal pernah melihat, tapi kemudian oleh Ge diamati dan dikupas, serta disampaikan dengan jenaka sehingga membuat yang mendengar terpingkal-pingkal.

Di panggung SUCI Kompas TV, malah doi pernah menjabarkan penelitiannya tentang ingus. BAHKAN DIPRAKTEKIN LOH SI INGUS ITU GIMANA KALO KELUAR MASUK DARI LUBANG HIDUNG! *NGAKAK KEJENGKANG* Ini orang otaknya gimana sih? :))

Ernest adalah komika yang keliatan paling santai banget di panggung. Effortless banget kayaknya. Nonton stand up, tapi rasanya kayak dengerin doi cerita. Nadanya santai, nggak jejeritan, nggak terlalu banyak ngandalin act out atau mimik wajah seperti dua komika yang gue bahas di atas. Riffing juga sepanjang yang gue tau, nggak terlalu sering dilakukan.

Lalu apa yang membuat Ernest menarik? Menurut gue, Ernest sangat amat kuat di materi. Pengamatannya kompleks. Bit-bitnya berbicara mulai dari keseharian, sampai merambah ke dunia politik dan pemerintahan. Seperti di #TarungTawa kemaren, doi menyampaikan kebenciannya pada Bakr*ie lewat salah satu bitnya dengan cara yang jenius dan memorable. Jenaka, tapi terselip banyak sekali pesan dan reminder di dalamnya. Menggelitik, tetapi juga sarat sindiran akan ketidaktahuan atau ketidakpedulian kita terhadap konflik nasional yang terjadi.

Ditambah pembawaannya yang santai, bersahabat, dan rendah hati, membuat menonton Ernest melakukan stand up menjadi sangat menyenangkan, sekaligus membedakannya dengan komika-komika lain.

Adriano Qalbi (@AdrianoQalbi)


Yep, doi adalah announcer di HardRock FM *yang ketawanya lucu ituloh*. Sebelum jadi penyiar solo, Adri adalah partner siaran Pandji di Provocative Proactive Radio. Gue seneng dengerin mereka berdua. Tektoknya dapet banget, pembahasannya menarik, dan Adri ini sama jeniusnya sama mas Pandji *makannya apasih kok pinter-pinter amaaat*. Comedy Buddy juga segmen yang keren banget, dan dari sana gue jadi tau kalo banyak banget komika lain di luar Raditya Dika, Ernest Prakasa, dan Pandji.

Sayang, nggak lama setelahnya, Pandji meninggalkan HRFM dan Adri jadi penyiar solo. Tetep menarik, tetep dinamis, tajam, khas Provocative Proactive, tapi durasinya menyusut dari 3 jam, menjadi 1 jam. L

Nah, trus gue dapet kesempatan ketemu mas Adri *cieh* *sokakrab* langsung di acara #Ngompol, karena ternyata dia adalah temennya temen gue yang alumni SMA 70. Pertama kali gue tau dia juga seorang komika, gue langsung nyari video stand up doi di youtube. Trus hasilnya: nol. Kagak ada. Gue pantengin Metro TV sama Kompas TV. Nggak ada juga. *banting remot*

Karna itulah akhirnya gue niat nyari info tentang acara-acara di mana doi bakalan stand up. Dan setelah nonton secara live, gue jadi ngerti kenapa video stand up-nya nggak pernah muncul di youtube dan doi nggak pernah dipanggil untuk stand up di Kompas ataupun Metro TV. BISA ABIS ATUH SCENE-NYA DI CUT SEMUAAAA :))

Bersama Kukuhya dan Pangeran Siahaan, doi membentuk sebuah ‘tim’ yang menyebut diri mereka We Are Not Alright. Selanjutnya, Stand up show dari We Are Not Alright langsung jadi agenda wajib gue dan pacar. Ciri khas mereka tetap konsisten; tegas dan tajam. Tipikal stand up yang nggak mungkin elo temukan di layar televisi.


source: here
Sayang mas Adri-nya belum berencana bikin tour atau stand up special L

--


Komika yang gue sebut di atas, bukanlah muka-muka baru di stand up comedy Indonesia. Malah dua di antaranya, termasuk pelopor munculnya stand up comedy di negeri ini. Tapi waktu nggak membuat nama mereka tenggelam. Pandji dan Ernest malah cenderung progresif dari waktu ke waktu, event ke event. Ini dari sudut pandang gue sih, dan gue mengkomparasi antara Merem Melek Tour dan Ernest Prakasa & The Oriental Bandits (Ernest) dan Bhineka Tunggal Tawa dan Indonesia: (Pandji).

Kesamaan dari keempatnya adalah mereka adalah komika yang materinya berangkat dari pengamatan, bukan hanya mengandalkan persona yang sudah melekat pada diri mereka. Ya nggak salah juga sih kalo ada beberapa komika yang cuma modal persona trus jadi lucu di panggung. Tapi pada akhirnya, penonton akan bosan, sehingga mereka terlupakan. Sedangkan mereka yang terus menulis dan mengembangkan materinya, akan tetap eksis dan diingat para pecinta karyanya.

Kalo kamu, siapa komika favoritmu?

*gambar diambil dari sinisinisini, dan sini, terima kasih.

6 comments:

  1. Jujur menurut gw Pandji itu gak lucu, atau mungkin karena cara dia ngelucu gak kena di gw atau karena bias - entahlah, gw pertama tau dia waktu sma , dan memang dari awal sudah keliatan ketertarikan dirinya pada apa yang kita kenal sekarang. Sering membanyol di depan anak-anak dengan tema personifikasi guru-guru atau anak anak yang lain. Para penonton, sambil menikmati rokok dan teh botol di jam istirahat kadang mampu memberikan tawa kadang makian :D

    Hanya sekedar opini pribadi, bahwa niat ,kerja keras dan perjuangannya untuk dunia entertain dan Stand Up comedy khususnya, patut diapresiasi dan mendapatkan penghargaan (meski tanpa tawa)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap, sah-sah aja kok kalo siapapun beda selera ttg komika yang menurutnya lucu / gak lucu :)

      Gue juga punya beberapa nama komika yang kurang lucu *menurut gue*, tapi mungkin menurut penikmat karyanya justru lucu banget :)

      Gak ada yang salah :D

      Hehehe iya setujuu banget! Terima kasih sudah mampir dan membaca yaaaa :)

      Delete
    2. yap, setuju gue dengan "replay" nya.

      Selera humor tiap manusia itu beda-beda, maka wajar-wajar aja, ada yg suka komika ini ada yang nggak...

      Salam satu tawa !

      Delete
  2. Ernest Prakasa, Bit khas tentang kecinaan nya gak pernah gagal bikin gue ngakak xD , i'm a chinese, jadi gue paham apa yang ernest ungkapkan itu, nyata di keseharian gue :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama banget gue jugaaaa! bahahahak :D

      Makasih sudah mampir yaaa :D

      Delete